Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) pada Jumat, 3 Juli 2026 kembali naik sebesar Rp11.000 per gram, setelah beberapa hari sebelumnya anjlok.
Mengutip dari data Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam, harga pecahan satu gram emas Antam berada di level Rp2.651.000 per gram atau naik dari perdagangan sebelumnya.
Sementara itu, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam juga ikut naik sebesar Rp55.000 per gram ke level Rp2.400.000 per gram.
Adapun, emas Antam dijual dengan beragam ukuran, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. Pilihan gramasi dari yang terkecil hingga terbesar ini memudahkan masyarakat untuk membeli emas sesuai kebutuhan.
Berikut rincian harga emas batangan Antam, Jumat, 3 Juli 2026:
- 0,5 gram: Rp1.375.500
- 1 gram: Rp2.651.000
- 2 gram: Rp5.242.000
- 3 gram: Rp7.838.000
- 5 gram: Rp13.030.000
- 10 gram: Rp26.005.000
- 25 gram: Rp64.887.000
- 50 gram: Rp129.695.000
- 100 gram: Rp259.312.000
- 250 gram: Rp648.015.000
- 500 gram: Rp1.295.820.000
- 1.000 gram: Rp2.591.600.000
Perlu diketahui, untuk emas ukuran 1 gram, 2 gram, dan 3 gram pada hari ini belum tersedia di butik Pulo Gadung.
Emas Global


Sementara itu, harga emas global melanjutkan kenaikannya, naik lebih dari 2 persen pada perdagangan Kamis, setelah data non-farm payrolls AS yang lebih lemah dari perkiraan mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve tahun ini.
Dilansir dari CNBC, harga emas spot naik 2,2 persen menjadi US$4.117,63 per ons. Sedangkan kontrak berjangka emas AS naik tipis 1,2 persen menjadi US$4.130,10.
Indeks dolar AS turun 0,7 persen membuat logam yang dihargai dalam dolar menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.
Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures David Meger mengatakan angka lapangan kerja yang lebih rendah dari perkiraan mengindikasikan kemungkinan kenaikan suku bunga di akhir tahun ini akan lebih kecil.
Seperti yang kita ketahui, emas cenderung berkinerja lebih baik dalam lingkungan suku bunga yang lebih rendah, oleh karena itu, kita melihat reli signifikan di pasar emas sebagai dampaknya,”
ujar Meger.



















