Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Biar Rupiah Tak Loyo Terus Terhadap Dolar AS, Ternyata RI Perlu Investasi Asing Segini…

Fakhrul mengatakan Indonesia masih membutuhkan investasi asing yang cukup besar untuk menjaga keseimbangan neraca pembayaran.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa (12/5) melemah 115 poin atau 0,66 persen menjadi Rp17.529 per dolar AS. (Sumber: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/kye)
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa (12/5) melemah 115 poin atau 0,66 persen menjadi Rp17.529 per dolar AS. (Sumber: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/kye)

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian mengungkapkan Indonesia membutuhkan investasi miliaran dolar untuk menjaga kestabilan nilai tukar rupiah. Estimasi nilai yang dibutuhkan mencapai US$8 miliar hingga US$11 miliar.

Fakhrul mengatakan Indonesia masih membutuhkan investasi asing yang cukup besar untuk menjaga keseimbangan neraca pembayaran, agar bisa menjaga kestabilan rupiah. 

Kita butuh peningkatan posisi investor asing pada paruh kedua tahun 2026 sebesar US$8-US$11 miliar untuk menjaga kestabilan rupiah,”

ujar Fakhrul dalam keterangannya Kamis, 9 Juli 2026.

Bergantung 3 Faktor Utama

Fakhrul menilai, keputusan investor asing akan sangat bergantung pada tiga faktor utama diantaranya konsistensi konsolidasi fiskal, proses normalisasi yield obligasi pemerintah, serta kepastian arah kebijakan moneter.

Iklan

Investor global selalu membandingkan Indonesia dengan negara berkembang lainnya. Kalau kita mampu menawarkan kombinasi antara fundamental yang kuat, yield yang kompetitif, dan kebijakan yang kredibel, saya optimistis partisipasi investor asing akan terus meningkat pada semester II,”

katanya.
Karyawan memperlihatkan uang dolar Amerika Serikat (AS) di Kantor Cabang Bank Syariah Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Karyawan memperlihatkan uang dolar Amerika Serikat (AS) di Kantor Cabang Bank Syariah Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/nym.)

Ditentukan Fiskal-Moneter

Fakhrul mengatakan, pergerakan nilai tukar rupiah pada semester II-2026 akan lebih banyak ditentukan oleh kombinasi kebijakan fiskal dan moneter, dibandingkan hanya arah suku bunga Bank Indonesia (BI)

Saya melihat semester II akan menjadi periode yang sangat menentukan. Kalau konsolidasi fiskal berjalan sesuai rencana, harga minyak tetap moderat, dan proses normalisasi pasar obligasi terus berlangsung, tekanan terhadap rupiah akan berangsur mereda,”

terangnya.

Menurutnya, untuk menjaga stabilitas nilai tukar tidak cukup hanya mengandalkan intervensi pasar maupun pengelolaan likuiditas. Namun, harus melalui sinergi erat antara moneter dan fiskal.

Stabilitas rupiah pada akhirnya harus dibangun melalui kombinasi kebijakan yang saling mendukung. Fiskal yang kredibel, pasar obligasi yang menarik, serta komunikasi kebijakan yang konsisten akan jauh lebih efektif dibandingkan hanya mengandalkan instrumen moneter,”

ujarnya.

Adapun nilai tukar rupiah ditutup amblas pada penutupan perdagangan Kamis, 9 Juli 2026. Rupiah melemah sebesar 0,63 persen atau 114 poin menembus level Rp18.128 per dolar Amerika Serikat (AS). 

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.