Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini nilai tukar rupiah bisa kembali ke level Rp17.000 per dolar Amerika Serikat (AS) dalam waktu dekat. Pasalnya, dalam beberapa waktu terakhir rupiah kembali tembus Rp18.000 per dolar AS.
Purbaya mengatakan, pelemahan rupiah ini didorong oleh sentimen global. Namun ia meyakini, rupiah akan terkendali seiring harga minyak mentah sudah mulai turun dari level US$100 per barel.
Perbaikan baru terjadi, harga minyak sempat turun walau naik lagi sedikit saya pikir akan terkendali ke depan,”
ujar Purbaya di Yogyakarta dikutip Jumat, 17 Juli 2026.
Pede Ekonomi Global Membaik


Purbaya mengatakan, dengan membaiknya harga minyak dunia maka ke depan ekonomi global juga akan ikut membaik. Ia menilai, kondisi itu akan membuat investor kembali melirik negara berkembang seperti Indonesia.
Ekonomi global akan lebih baik dibanding bulan sebelumnya, prospek kita semakin bagus dan kalau prospek bagus, kepastian global meningkat artinya investor-investor global mulai melirik negara yang sedang berkembang atau menciptakan pertumbuhan tinggi seperti Indonesia,”
tuturnya.
Adapun dalam beberapa waktu terakhir rupiah sudah menyentuh Rp18.000 per dolar AS. Berdasarkan data Jisdor Bank Indonesia (BI) rupiah mulai mencapai level tersebut pada tanggal 8 Juli 2026 di angka Rp18.005 per dolar AS.
Rupiah sempat menyentuh level Rp18.100 per dolar AS pada 13 Juli. Kemudian pada penutupan perdagangan 16 Juli 2026 masih berada di level Rp18.041 per dolar AS.























