Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada pembukaan perdagangan Selasa, 21 Juli 2026. IHSG menguat sebesar 0,63 persen ke level 6.270.
Untuk nilai transaksi IHSG sebesar Rp646,3 miliar, dengan melibatkan 1,5 miliar saham dalam 116 ribu kali transaksi. Sebanyak 106 saham turun, 245 tidak bergerak, dan 310 naik.
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman memperkirakan IHSG berpotensi melemah pada perdagangan hari ini. Kondisi itu bisa terjadi jika gagal menembus batas atas di level 6.300.
IHSG masih rentan koreksi, sepanjang gagal break resistance di 6.300,”
ujar Fanny dalam analisisnya Selasa, 21 Juli 2026.
Bursa Asia


Fanny menuturkan, bursa saham Asia turun pada perdagangan Senin, 20 Juli 2026 setelah meningkatnya konflik di kawasan Teluk, yang mendorong harga minyak mentah menembus US$90 per barel. Kondisi ini menimbulkan kembali kekhawatiran inflasi.
Pada saat yang sama, investor menantikan laporan keuangan emiten-emiten teknologi besar yang akan menjadi pendorong rally saham berbasis AI,”
terangnya.
Adapun pasar saham China menguat 1,5 persen, dan Hang Seng Hong Kong melesat 2,36 persen. Sedangkan bursa Korea Selatan indeks Kospi anjlok 4,5 persen, dan Kosdaq menurun 5,3 persen, serta Indeks ASX 200 Australia berkurang 0,06 persen.
Lantas untuk perdagangan hari ini, Fanny memperkirakan bahwa IHSG akan bergerak di level support 6.100 hingga 6.200. Sedangkan level resist IHSG di kisaran 6.300 hingga 6.320.























