Sejumlah nama yang diduga terlibat praktik jual-beli Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam pusaran kasus korupsi program Makan bergizi Gratis (MBG) bertambah.
Kuasa hukum eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya, Krisna Murti, mengatakan pihak yang diduga terlibat kini mencapai 41 orang. Sebelumnya, beredar hanya ada 26 nama.
Penambahan nama itu terbongkar setelah penyidik memeriksa riwayat percakapan Sony di WhatsApp mengenai permintaan titik SPPG.
“Total sekarang menjadi 41 nama,”
ujar Krisna di kompleks Kejagung, Kamis, 18 Juni 2026.
Temuan Anyar
Nama-nama baru itu muncul saat penyidik membuka percakapan salah satu nama yang termasuk dalam daftar awal. Dalam WhatsApp Sony, penyidik menemukan tabel usulan sejumlah nama.
“Misalnya,dari satu orang yang sudah ada pada daftar 26 nama itu, ternyata terdapat lagi usulan nama-nama baru. Dari pengembangan itu jumlah (pihak terduga) bertambah,”
kata Krisna.
Dari satu terduga, terbongkar 14 nama anyar yang “menitip” titik dapur MBG. Temuan itu kemudian merambat ke beberapa nama lain. Penyidik juga mendalami ihwal titik yang diperjualbelikan. Hanya saja Sony mengaku tidak tahu kelanjutan setelah pemberian titik SPPG.
“Pak Sony menjelaskan bahwa setelah titik diberikan, dia tidak tahu apakah kemudian dijual atau tidak,”
tutur Krisna.
Ada Politisi?
Dari 14 nama baru yang muncul hasil pemeriksaan Sony, Krisna mengakui ada keterlibatan dari kalangan politisi. Bahkan nama-nama itu santer di kalangan masyarakat.
“14 nama baru itu semuanya orang terkenal. Pokoknya dari kalangan politik,”
ucap dia.
Namun, rombongan baru tersebut belum tentu terlibat dalam korupsi MBG. Nama mereka muncul karena mengajukan permohonan untuk membuka SPPG.
Tak Terima Hasil
Ketika ditanya perihal keuntungan Sony hasil dari jual-beli titik SPPG, Krisna menegaskan kliennya tidak menerima uang sepeser pun dari pemohon. Sebab, Sony hanya fokus menjalani program ungggulan Presiden Prabowo itu.
“Pak Sony menjawab tidak menerima uang. Tujuannya saat itu agar target pembentukan SPPG yang menjadi program pemerintah bisa terpenuhi,”
kata Krisna.

