Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia Islah Bahrawi mengajak publik mengawal proses hukum setelah Polri menetapkan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Jampidsus Kejagung) Febrie Adriansyah sebagai tersangka dugaan korupsi dan pencucian uang.
Dia berpendapat perhatian publik kini harus diarahkan pada proses persidangan untuk melihat sejauh mana fakta-fakta hukum berkembang, termasuk kemungkinan pengungkapan peran pihak lain apabila didukung alat bukti dan keterangan saksi di pengadilan.
Febrie tersangka! Kita (publik) kawal kasus ini. Kita analisis perjalanan sidangnya,”
kata Islah Bahrawi yang dikutip dari media sosial pribadinya, Minggu, 12 Juli 2026.
Islah menilai proses pembuktian di pengadilan akan menjadi penentu apakah perkara tersebut berhenti pada tersangka yang telah diumumkan atau berkembang kepada pihak lain sesuai fakta persidangan.







