Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Hukum

Polri Panggil FBI dan Secret Service, Cek Dolar Sitaan Eks Jampidsus Febrie

Pelibatan pihak FBI dan Secret Service guna memastikan keaslian mata uang asing yang didapatkan dari kediaman Febrie di kawasan Sentul.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto (tengah) didampingi Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Victor Dean Mackbon (kiri), dan Kepala Departemen Operasional G-Lab PT Pegadaian Rubika Giovani Malewa (kanan) memberikan keterangan pers saat pengujian kadar atau keaslian barang bukti emas 74 kilogram yang disita dalam penyidikan tiga dugaan kasus korupsi dan TPPU, di Direktorat Tahanan dan Barang Bukti Polda Metro Jaya, Senin (13/7/2026).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto (tengah) didampingi Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Victor Dean Mackbon (kiri), dan Kepala Departemen Operasional G-Lab PT Pegadaian Rubika Giovani Malewa (kanan) memberikan keterangan pers saat pengujian kadar atau keaslian barang bukti emas 74 kilogram yang disita dalam penyidikan tiga dugaan kasus korupsi dan TPPU, di Direktorat Tahanan dan Barang Bukti Polda Metro Jaya, Senin (13/7/2026). (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/foc.)

Kortastipidkor Polri dan Polda Metro Jaya melibatkan Federal Bureau of Investigation (FBI) dan Secret Service untuk mengecek uang dolar hasil sitaan tiga kasus korupsi yang menyeret eks Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Victor Dean Mackbon mengatakan pengecekan tersebut masih berlangsung hingga saat ini.

“Hari ini (sedang) mengecek uang dolar,”

ucap Victor dikonfirmasi, Kamis, 17 Juli 2026.

Pelibatan pihak FBI dan Secret Service guna memastikan keaslian mata uang asing itu salah satunya yang didapatkan dari kediaman Febrie di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat. Selain itu, Polri juga menggandeng Pegadaian untuk memeriksa keaslian 74 kilogram emas batangan yang disitanya.

Iklan

Polri juga berencana menyerahkan seluruh bukti hasil penyidikan dugaan kasus korupsi batu bara PLTU yang menyebabkan blackout, pengelolaan PT Asabri 2020-2025, dan penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI, anak usaha Krakatau Steel kepada Kejaksaan Agung, besok.

Penyerahan termasuk salah satu tersangka seorang advokat, Don Ritto, tersangka dalam kasus ini yang ditahan di Rutan Polda Metro Jaya.

“Setelah salat Jumat (penyerahan berkas dan Don Ritto),”

ujar Victor.

Peralihan

Dalam kasus ini, penyidik Kortastipidkor Polri dan Polda Metro Jaya juga telah menetapkan mantan Jaksa Muda Bidang Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Namun, kasus tersebut dialihkan kepada Kejaksaan Agung.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Anang Supriatna mengatakan pihaknya telah menerbitkan tiga Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) sekaligus yakni Sprindik Nomor 43 perihal perkara dugaan korupsi dan pencucian PT Krakatau Steel, Sprindik No.44 terkait perkara dugaan korupsi penyebab blackout di sejumlah wilayah Sumatra, dan Sprindik No.45 untuk kasus Asabri.

Meski telah menerbitkan Sprindik baru versi Kejagung, Anang mengatakan status tersangka Febrie dan Don Ritto masih tetap melekat seperti hasil penyidikan Polri.

“Dalam pertimbangan Sprindik baru juga mempertimbangkan Sprindik dari penyidik Polri. Penyidik Polri sudah menetapkan dua orang ini sebagai tersangka,”

kata Anang.

Anang menuturkan status tersangka Febrie dan Don Ritto dari Polri tidak gugur meski Kejagung menerbitkan tiga Sprindik baru. Kejagung juga telah menunjuk sembilan jaksa khusus yang akan menangani tiga perkara korupsi tersebut. Sebagian besar jaksa yang ditunjuk pernah bertugas di Komisi Pemberantasan Korupsi.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Reporter OWRITE berfokus pada peliputan isu hukum, kriminal, dan nasional. Setelah resmi menyandang Sarjana Ilmu Komunikasi di Universitas

  • Asred

    Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.