Penyidik KPK batal memeriksa Ketua DPRD Kota Bengkulu Herimanto dan Wakilnya Rahmad Widodo terkait kasus dugaan korupsi Bupati Rejang Lebong nonaktif Mohammad Fikri Thobari pada Senin, 7 September 2026.
“Kedua saksi perkara pengembangan penyidikan Rejang Lebong, dua saksi yang merupakan DPRD Kota Bengkulu tidak hadir,”
ucap Jubir KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Selasa, 8 September 2026.
Gali Dalam
Penyidik hendak mendalami mekanisme pengusulan hingga pemenangan tender proyek di lingkungan Pemkab Rejang Lebong. Dalam kasus ini, Fikri terjerat dugaan korupsi menerima fee dari proyek PUPRKPK tahun anggaran 2026.
“Penyidik butuh untuk mendalami bagaimana proses pengusulan-pengusulan proyek di sana. Bagaimana proses dan mekanisme penganggaran. Kemudian proyek-proyek itu bisa gol, kemudian dilaksanakan di dinas-dinas terkait,”
ujar dia.
Menurut Budi pemeriksaan terhadap pihak DPRD Kota Bengkulu diperlukan sebab penyidik menemukan keterangan yang beririsan dari saksi swasta. Karena Herimanto dan Rahmad Widodo mangkir, KPK bakal menjadwalkan ulang permintaan keterangan.






