Belakangan ini, kombucha semakin mudah ditemukan, mulai dari kafe, supermarket, hingga toko minuman sehat.
Minuman dengan rasa asam yang sedikit berkarbonasi ini kerap disebut sebagai salah satu minuman fermentasi yang baik untuk kesehatan.
Popularitas kombucha pun terus meningkat seiring dengan tren gaya hidup sehat. Banyak orang mengonsumsinya sebagai alternatif minuman bersoda atau untuk membantu menjaga kesehatan pencernaan.
Lantas, apa itu kombucha, apa saja kandungannya, dan bagaimana cara mengonsumsinya dengan tepat? Simak penjelasannya berikut.
Apa Itu Kombucha?
Dari laman Halodoc 18 Juni 2026, kombucha adalah minuman hasil fermentasi teh yang dibuat dengan menambahkan gula dan kultur mikroorganisme yang dikenal sebagai SCOBY (Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast).
Selama proses fermentasi, bakteri dan ragi dalam SCOBY mengubah gula menjadi berbagai senyawa, seperti asam organik, sedikit karbon dioksida, serta sejumlah kecil alkohol.
Proses inilah yang menghasilkan cita rasa kombucha yang khas, yaitu perpaduan manis, asam, dan sedikit berkarbonasi.
Kandungan Kombucha
Selain dikenal sebagai minuman fermentasi, kombucha juga mengandung berbagai senyawa yang dihasilkan selama proses fermentasi.
Kandungan tersebut meliputi probiotik, antioksidan, vitamin B, asam organik, serta sejumlah kecil karbon dioksida dan alkohol.
Kandungan gizi kombucha dapat berbeda-beda, tergantung pada jenis teh, lama fermentasi, serta bahan tambahan yang digunakan.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kandungan probiotik dan antioksidan dalam kombucha berpotensi membantu menjaga kesehatan tubuh.
Cara Mengonsumsi Kombucha
Kombucha dapat dikonsumsi setelah makan untuk membantu mendukung kesehatan pencernaan sekaligus mengurangi risiko iritasi lambung.
Minuman ini juga dapat dinikmati pada pagi hari, tetapi bagi orang yang memiliki riwayat maag atau GERD sebaiknya tidak mengonsumsinya saat perut kosong.
Bagi pemula, kombucha sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah kecil, sekitar 50–100 ml per hari, untuk melihat respons tubuh, terutama pada sistem pencernaan.
Jika tidak menimbulkan keluhan, konsumsinya dapat ditingkatkan secara bertahap, tetapi sebaiknya tidak melebihi 250 ml per hari.
Selain itu, kombucha dapat diminum setelah berolahraga sebagai minuman yang menyegarkan. Namun, kombucha tetap tidak dapat menggantikan air putih atau minuman elektrolit untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
Manfaat Kombucha
Kombucha mengandung probiotik, antioksidan, dan berbagai senyawa hasil fermentasi yang berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan. Berikut manfaat kombucha.
1. Menjaga Kesehatan Pencernaan
Kandungan probiotik dalam kombucha dapat membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di usus sehingga mendukung kesehatan pencernaan.
2. Sumber Antioksidan
Kombucha mengandung antioksidan dari teh yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
3. Mendukung Sistem Imun
Probiotik dan antioksidan di dalamnya diduga dapat membantu mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh.
4. Berpotensi Menjaga Kesehatan Jantung
Jika dibuat dari teh hijau, kombucha mengandung senyawa yang dikaitkan dengan kesehatan jantung, seperti membantu menjaga kadar kolesterol.
5. Membantu Mengontrol Gula Darah
Beberapa penelitian awal menunjukkan kombucha berpotensi membantu menjaga kadar gula darah, tetapi masih diperlukan penelitian lebih lanjut.
6. Memiliki Sifat Antimikroba
Asam asetat yang dihasilkan selama fermentasi memiliki sifat antimikroba yang dapat menghambat pertumbuhan beberapa jenis bakteri.
Kombucha merupakan minuman fermentasi mengandung probiotik, antioksidan, dan berbagai senyawa bioaktif yang bermanfaat.
Meski demikian, sebagian besar manfaat tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut pada manusia.
Agar aman, konsumsilah kombucha dalam jumlah wajar dan pilih produk yang dibuat secara higienis.
Jika Anda sedang hamil, menyusui, memiliki daya tahan tubuh lemah, atau menderita kondisi medis tertentu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.





















