Kabar peserta aksi dari Pati, Jawa Tengah, menuju Jakarta kembali mendapat sorotan netizen, bukan karena jumlah bus yang ingin berangkat, melainkan adanya dugaan intimidasi kepada sopir bus yang memberangkatkan peserta aksi.
Akun X @independentjawa mengunggah video yang memperlihatkan seorang laki-laki yang merupakan sopir bus mengaku mendapat intimidasi dari nomor tak dikenal pada Selasa, 25 Agustus 2026 siang.
Dalam unggahan itu disebutkan, sopir mendapat dua kali telepon misterius. Pada panggilan pertama, ia mengaku ditawari sejumlah uang dengan syarat tidak melanjutkan perjalanan membawa rombongan ke Jakarta.
Selang beberapa saat, ia kembali mendapatkan panggilan telepon dari nomor yang berbeda dan mendapat ancaman jika tetap melanjutkan perjalanan, maka surat-surat bus, SIM, hingga dokumen kendaraan disebut akan ditahan setibanya di Jakarta.
Kalau melanjutkan perjalanan, nanti sampai Jakarta surat kendaraan, SIM, dan bus akan ditahan,”
ungkap sopir tersebut.
Kepentingan Bersama
Penyewa bus bernama Novi juga mempertanyakan intimidasi tersebut. Ia menyebut agenda yang hendak diikuti rombongan berkaitan dengan kepentingan bersama.
Ini kan untuk kepentingan bersama, UU Perampasan Aset Koruptor kan agenda bersama masyarakat Indonesia. Malah sopirnya yang ini mendapat telepon dari nomor yang tidak dikenal,”
kata Novi.
Sopir tersebut juga mengungkapkan bahwa bos bus turut mendapat telepon yang disebut berasal dari polisi.
Nomor misterius itu disebut sempat kembali menelepon. Namun, ketika ditantang untuk melakukan video call, penelepon disebut tidak berani.
Cerita tersebut kemudian memancing beragam reaksi warganet. Sebagian mempertanyakan dugaan intimidasi terhadap sopir yang hendak membawa peserta aksi ke Jakarta.
Salah satunya akun Instagram @chitato_ yang menilai tindakan tersebut justru membuat upaya menyampaikan aspirasi seolah dipersulit.
Mau bela kebenaran aja dipersulit gini,”
ungkap @chitato_.
Komentar tersebut mendapat perhatian karena menyoroti dugaan tekanan yang dialami sopir sebelum rombongan tiba di Jakarta.
Sementara itu, akun @tw230715 meminta agar persoalan tersebut tidak berhenti menjadi perbincangan di media sosial.
Lawan dan viralkan nomornya,”
tulis @tw230715.
Berbeda dengan komentar lainnya, akun @harry_fitness79 justru menyoroti dugaan ancaman terkait dokumen kendaraan dan SIM. Ia menduga ada pihak tertentu di balik persoalan tersebut.
Pencabutan izin bus dan SIM. Dari situ sudah jelas pelakunya: isilop,”
komentar @harry_fitness79.
Komentar lain datang dari akun @wandawanchen yang mempertanyakan kebebasan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.
Katanya negara demokrasi tapi mau menyampaikan aspirasi kok diintimidasi sih?”
tanya @wandawanchen.
Di sisi lain, akun @masdimas2104 meminta agar perkembangan informasi terkait dugaan intimidasi tersebut terus diperbarui.
Update terus infonya bang… rakyat tetap membela yang benar,”
tulis @masdimas2104.





















