Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 4 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Disuruh Berbakti pada Orang Tua yang Pernah Menyakiti: Bagaimana Nasib Mental Anak?
Hype

Disuruh Berbakti pada Orang Tua yang Pernah Menyakiti: Bagaimana Nasib Mental Anak?

Ani RatnasariIvan OWRITE
Last updated: September 3, 2026 4:43 pm
By
Ani Ratnasari
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
36 detik lalu
Share
Ilustrasi berbakti pada orang tua
Ilustrasi berbakti pada orang tua (Foto: Pexels/Vlada Karpovich)
SHARE

Pernah kebayang nggak sih kalau suatu saat nanti, kamu harus merawat orang tua yang dulunya pernah meninggalkan luka atau trauma di masa kecilmu?

Daftar isi Konten
  • Kekerasan Masa Kecil
  • Trauma Masa Kecil

Di satu sisi kamu ada rasa tanggung jawab sebagai anak, tapi nggak dapat dipungkiri kalau hati kecilmu akan berteriak setiap kamu berinteraksi dengan mereka.

Mungkin bayangan-bayangan kekerasan ataupun kenangan buruk lainnya dari masa lalumu muncul dan menghantuimu.

Psikolog Dra. Yuli Suliswidiawati lewat akun TikTok pribadinya, @yuli.depth.ofc. membahas pengalaman merawat orang tua yang pernah menyakiti anak, baik secara emosional maupun fisik.

Baca juga:
Anak Kelas 1 SD Jangan Dipaksa Baca-Tulis Bahasa Asing, Begini… Psikolog Meity Arianty menilai pengenalan bahasa asing kepada siswa sekolah dasar (SD)…
Prabowo Dorong Bahasa Asing Sejak SD: Belajar Jangan Maraton, Cukup… Psikolog Meity Arianty merespons wacana Presiden Prabowo Subianto terkait pembelajaran bahasa asing…
Wacana Bahasa Asing Sejak SD, Psikolog: Jangan Jadi Beban Akademik Gagasan Presiden Prabowo Subianto perihal pembelajaran bahasa asing bagi siswa SD dinilai…
  • Anak Kelas 1 SD Jangan Dipaksa Baca-Tulis Bahasa Asing, Begini Penjelasan Psikolog
  • Prabowo Dorong Bahasa Asing Sejak SD: Belajar Jangan Maraton, Cukup 1–2 Jam
  • Wacana Bahasa Asing Sejak SD, Psikolog: Jangan Jadi Beban Akademik

Menurut Yuli, sebagai seorang anak tetap bisa memilih merawat orang tua mereka sebagai bentuk bakti, tapi kita tidak perlu untuk pura-pura seolah luka masa lalu itu nggak pernah ada.

Bakti tidak berarti harus menyangkal luka,”

tulisnya dalam unggahan tersebut.

Artinya, menjadi anak yang berbakti bukan berarti kamu harus memaksa dirimu untuk melupakan segala pengalaman buruk yang pernah kamu alami.

Justru, mengakui bahwa diri sendiri pernah terluka, merupakan langkah terbaik untuk memahami emosi yang muncul sekarang.

Kekerasan Masa Kecil

Dalam penjelasannya, Yuli juga membagikan kisah seorang kliennya yang berusia 27 tahun yang mengaku kembali teringat pengalaman kekerasan masa kecilnya saat merawat sang ayah yang sudah sepuh.

Kenangan itu ternyata bukan cuma meninggalkan rasa sakit secara fisik, tapi juga luka mental yang masih terasa sampai dewasa.

Hindari Marahi Anak di Lima Waktu Ini demi Kesehatan Mental dan Perkembangannya

Situasi seperti ini memang bisa terasa rumit banget. Ketika orang tua sudah nggak berdaya dan membutuhkan bantuan, seorang anak mungkin tetap ingin menjalankan kewajibannya.

Tapi di saat yang sama, pengalaman masa lalu ini ternyata menghantui dan memunculkan rasa marah, sedih, kecewa, bahkan terpaksa.

Akibatnya, merawat orang tua bukan cuma melelahkan secara fisik, tapi juga menguras energi seluruh emosi. Perasaan seperti itu bukan berarti kamu anak yang tidak berbakti.

Kamu bisa saja mencintai seseorang sekaligus mengakui bahwa ada bagian dari dirimu yang pernah terluka karenanya. Dua hal ini memang bisa muncul bersamaan.

Trauma Masa Kecil

Dalam kontennya, Yuli menyarankan agar perasaan-perasaan tersebut nggak perlu di pendam sendirian. Yuli menyarankan anak yang mengalami trauma masa kecil dan harus merawat orang tuanya untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan.

Salah satu cara yang ia bagikan adalah dengan memejamkan mata, mengingat kembali pengalaman yang menyakitkan, lalu mencurahkan semua yang dirasakan kepada Sang Pencipta.

Setelah mengakui rasa sakit itu, Yuli mengajak untuk menyerahkan kondisi yang sedang dihadapi kepada Tuhan dan memohon kemampuan untuk tetap menjalankan bakti kepada orang tua.

Tujuannya bukan untuk menghapus kejadian masa lalu, tapi membantu seseorang menghadapi kondisi sekarang tanpa terus-menerus terbebani konflik batin.

Merawat orang tua memang bisa jadi bentuk kasih sayang dan bakti. Tapi bukan berarti kamu harus menghapus semua luka dan emosi yang ada dalam dirimu.

Kalau luka masa kecil masih terasa kuat, nggak ada salahnya mencari bantuan yang tepat, termasuk ngobrol dengan psikolog atau profesional kesehatan mental.

Sebab, kamu juga berhak punya ruang untuk memahami apa yang sedang dirasakan.

Jadi, merawat orang tua dan merawat diri sendiri bukan dua hal yang harus dipertanyakan mana yang paling diprioritaskan.

Kamu boleh berusaha menjadi anak yang berbakti sambil tetap memberi kesempatan kepada diri sendiri untuk memulihkan luka yang pernah ada.

Pelan-pelan saja, karena berdamai dengan masa lalu memang nggak selalu selesai dalam satu malam.

Tag:Kesehatan Mental AnakOrang Tua ToxicpsikologTrauma Masa Kecil
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Arya Wedakarna Hadiri Miss Equality World 2026, Bobon Santoso Gercep Nyentil: “Jabatan Bukan Tiket ke Setiap Panggung”
By Ani Ratnasari
Anggota DPD RI asal Bali, Arya Wedakarna
1
Tiga Zodiak Diprediksi Paling Beruntung Bulan Ini, Ada Kamu?
By Salsabillah Irwanda
Tiga Zodiak Diprediksi Paling Beruntung Bulan Ini, Ada Kamu?
2
Julukan Prabowo ‘Asbun’ hingga Gibran ‘Kosong’ Muncul, Ada Pesan Serius di Balik Satire Netizen
By Rika Pangesti
Ilustrasi kamus ala warga Threads.
3
Jangan Sampai Terbalik, Ini Urutan Pakai Skincare yang Tepat
By Ossid Duha Jussas Salma
Ilustrasi memakai skincare
4
Jelang 2 Tahun Prabowo-Gibran Saatnya Penyegaran, Kapolri dan Jaksa Agung Didesak Diganti
By Rahmat Tunny
Jaksa Agung ST Burhanudin bertemu dengan Kapolri Listyo Sigit Prabowo di Kejagung.
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi regulasi hukuman mati pembakar hutan.
Hype

Aljazair Siapkan Hukuman Mati Pembakar Hutan, Bagaimana Indonesia?

Aljazair mengambil langkah tegas dalam menangani kasus pembakaran hutan. Presiden Abdelmadjid Tebboune…

Ani Ratnasariowrite-adi-briantika
By
Ani Ratnasari
Adi Briantika
7 jam lalu
Petani menanam bibit padi di area persawahan Tawangsari, Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (3/9/2026).
Hype

Kementan Dapat Rp28 Triliun untuk 2027, Padi hingga Tebu Jadi Prioritas

Kementerian Pertanian mendapat dukungan anggaran Rp28,02 triliun untuk tahun 2027. Komisi IV…

Ani Ratnasariowrite-adi-briantika
By
Ani Ratnasari
Adi Briantika
8 jam lalu
Resep Ayam Goreng Bawang Putih
Hype

Resep Ayam Goreng Bawang Putih yang Gurih dan Kriuk, Cocok Jadi Menu Makan Siang

Ayam goreng bawang putih bisa menjadi pilihan menu makan siang yang sederhana,…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
13 jam lalu
Sherina Munaf
Hype

Sherina Terjun ke Tengah Karhutla Kalimantan, Soroti Nasib Warga dan Orangutan

Nama penyanyi Sherina Munaf menjadi perhatian usai membagikan pengalamannya mendatangi langsung wilayah…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
13 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up