Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 5 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • MBG
  • Korupsi
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Punya Banyak Temen Tapi Tetap Merasa Kesepian? Mungkin Ini yang Sebenarnya Kamu Alami!
Hype

Punya Banyak Temen Tapi Tetap Merasa Kesepian? Mungkin Ini yang Sebenarnya Kamu Alami!

Ani RatnasariIvan OWRITE
Last updated: September 4, 2026 5:09 pm
By
Ani Ratnasari
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
3 jam lalu
Share
Ilustrasi berkumpul bersama teman
Ilustrasi berkumpul bersama teman (Foto: Pexels/ Whicdhemein One)
SHARE

Pernah nggak sih kamu ngerasa kesepian banget, padahal jadwal nongkrong udah menunggu, tiap ketemu teman selalu cipika-cipiki, bahkan notif sosmedmu nggak pernah sepi.

Daftar isi Konten
  • Kenapa Merasa Kesepian
  • Benarkah Medsos Jembatan Penghubung?
  • Pola Hidup Serba Virtual
  • Luka Masa Lalu
  • Mulai Cari Bantuan
  • Bagaimana Cara Keluarnya?

Kalau dilihat followers mu deretan, lingkungan pertemanan sangat supportive, feed instagramnya penuh dengan highlight moment seru yang membuat banyak orang merasa hidupmu happy-happy aja.

Tapi dibalik layar handphone, waktu kamu mau mencurahkan isi hati, kamu merasa seakan-akan dirimu di dunia ini hanya sendiri dan rasanya nggak punya siapa-siapa lagi.

Kalau kamu sedang atau pernah ngalamin kondisi lonely in a crowded room ini, first of all perasaanmu ini valid dan kamu nggak sendiri.

Ternyata fenomena kesepian di tengah keramaian ini bukan cuma perasaan yang dibuat-buat, lho. Karena laporan dari Groundswell Foundation berdasarkan penelitian Professor Brock Bastian menentukan kelompok usia 16-25 tahun sebagai kelompok paling kesepian di Australia.

Dengan hampir dua dari lima anak muda dalam kelompok usia tersebut merasa kesepian, sedangkan lebih dari satu dari lima mengalaminya secara sering.

Baca juga:
Gyaru, Gaya Makeup Jepang yang Tampil Berani dan Ekspresif Tren makeup Jepang tidak hanya dikenal dengan tampilan natural dan minimalis. Ada…
Tempura, Makanan Serba Goreng Khas Jepang yang Menggugah Selera Tempura menjadi salah satu kuliner khas Jepang yang dikenal hingga berbagai negara.…
Jangan Panik! Ini Langkah Pertama Saat Keracunan Makanan Sebanyak 664 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur mengalami…
  • Gyaru, Gaya Makeup Jepang yang Tampil Berani dan Ekspresif
  • Tempura, Makanan Serba Goreng Khas Jepang yang Menggugah Selera
  • Jangan Panik! Ini Langkah Pertama Saat Keracunan Makanan

Temuan ini juga sejalan dengan National Youth Mental Health Survey dari Headspace yang menemukan hampir dua pertiga anak muda merasa kesepian atau merasa ditinggalkan.

Ini membuktikan bahwa diluar sana, banyak orang yang diam-diam juga merasakan pergulatan emosi yang sama dengan apa yang kamu alami.

Kenapa Merasa Kesepian

Nah, hal ini yang banyak orang keliru mengartikan kesepian sebagai kondisi fisik ketika seseorang tidak memiliki teman. Padahal, kesepian itu masalah kualitas hidup bukan kuantitas.

Masalahnya bukan soal berapa banyak orang yang ada di sekitarmu, tapi apakah hubungan ini mampu memberikan rasa dekat, aman, dan dimengerti.

Itulah mengapa punya banyak followers atau puluhan temen nongkrong belum tentu mampu menciptakan koneksi emosional yang mendalam.

Sebaliknya, ada orang yang hanya punya dua tau tiga teman dekat aja, tapi bisa jauh lebih full dan punya rasa keterhubungan karena saling pengertian secara emosional 

Benarkah Medsos Jembatan Penghubung?

Ironisnya, teknologi yang awalnya diciptakan untuk mendekatkan kita, justru sering melebarkan jarak emosional.

Kenapa Ini bisa terjadi? Karena sejatinya interaksi online lewat balasan story atau chat singkat tidak akan pernah bisa menggantikan kedekatan emosi secara nyata.

Belum lagi kebiasaan melihat kehidupan orang lain yang terlihat sempurna. Teman lagi travelling di luar negeri, orang lain baru dapat pekerjaan, ada yang pamer pencapaian yang selalu berseliweran di medsos, sementara kamu masih sibuk mencari arah hidup.

Crab Mentality, Fenomena ‘Teman Julid’ yang Gak Suka Kamu Sukses, Pernah Mengalaminya?

Tanpa sadar, kita ternyata terjebak dalam perangkap itu, mulai membandingkan kehidupan diri sendiri dengan highlight reels orang lain. Padahal, yang ditampilkan di media sosial hanyalah etalase kecil dari kehidupan mereka.

Pola Hidup Serba Virtual

Bagi gen Z, ternyata tantangan ini kian terasa kuat. Apalagi generasi ini sudah terbiasa melakukan segala aktivitas dari rumah. 

Situasi ini semakin kompleks dengan meningkatnya aktivitas kuliah dan pekerjaan secara virtual yang membuat kesempatan untuk bertemu secara langsung dan membangun hubungan secara spontan pun menjadi lebih terbatas.

Efeknya, banyak Gen Z yang kini mengalami kecemasan sosial (social anxiety) atau kesulitan saat untuk membangun kembali koneksi nyata di dunia luar.

Akhirnya, banyak orang merasa sosialisasi secara langsung yang dulunya terasa alami, kini terasa melelahkan dan penuh dengan rasa canggung dan kaku.

Luka Masa Lalu

Ada satu aspek yang kerap luput dari perhatian yaitu, rasa hampa dan sulit percaya pada orang lain yang bisa saja berakar dari pengalaman masa lalu yang belum terselesaikan.

Salah satu contohnya adalah dampak dari perpisahan orang tua (parental divorce). 

Banyak orang menganggap kejadian bertahun-tahun lalu itu sudah selesai hanya karena waktunya telah berlalu. Tapi ternyata dalam dirinya masih ada jejak emosional yang tanpa disadari masih bertahan disana.

Dalam kisah yang dipublikasikan oleh Restored Lives, seorang anak muda selalu menceritakan pengalamannya menjalani sesi terapi. 

Selama ini, ia terbiasa berkonsultasi mengenai stres kerjaan, beban akademis, hingga konflik pertemanan, tetapi selalu melewatkan topik perceraian orang tuanya karena menganggap hal itu cerita lama.

Belakangan ia baru menyadari, peristiwa masa lalu itulah yang membentuk pola perilakunya hari ini, ia jadi mulai takut saat menghadapi konflik, kesulitan melakukan percakapan emosional yang dalam, hingga rasa takut untuk percaya sepenuhnya pada orang lain (trust issues).

Mulai Cari Bantuan

Kamu nggak perlu menunggu sampai kondisi mentalmu runtuh untuk mulai meminta bantuan. Sering kali, sinyal yang muncul terlihat sangat sederhana seperti,

  • Terus-menerus merasa hampa atau kosong di tengah keramaian,
  • Kehilangan motivasi untuk beraktivitas,
  • Kecenderungan menarik diri secara perlahan,
  • Kesulitan membuka diri pada orang baru, hingga
  • Merasa kewalahan secara emosional tanpa alasan yang jelas.

Ingat, kamu tidak perlu mendiagnosis diri sendiri sebelum mencari bantuan. Bisa saja dengan bercerita kepada sosok yang tepat seperti teman terpercaya maupun profesional seperti psikolog adalah bentuk kepedulian terhadap dirimu sendiri.

Bagaimana Cara Keluarnya?

Pemulihan dan usaha keluar dari rasa kesepian tidak harus dimulai dengan tindakan dramatis dan harus berubah dalam waktu semalam. Kamu bisa memulainya dari langkah kecil berikut ini:

1. Sapa Kembali Teman Lama: Coba kirim pesan singkat ke teman yang sudah lama tidak ngobrol. Ajak makan siang, ngopi, atau sekadar jalan sore tanpa agenda yang berat.

2. Lakukan Hobi Lama: Ingat kembali aktivitas yang dulu pernah membuatmu merasa hidup dan rileks, lalu coba lakukan lagi secara perlahan.

3. Mulai Jujur dengan Perasaan: Jika ada beban atau trauma masa lalu yang selama ini dipendam, tidak ada salahnya untuk mulai membukanya secara bertahap kepada orang yang tepercaya.

Menjadi dewasa bukan berarti harus selalu memakai “topeng” kuat dan serbisa. Kadang, langkah paling berani justru ketika kita bisa bilang, “Gue lagi nggak baik-baik aja dan gue butuh seseorang buat cerita.”

Mungkin dari percakapan sederhana itulah proses untuk merasa lebih terhubung bisa dimulai kembali.

Tag:KesepianPertemananRelasi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Listrik Jalan, Bensin Siaga: Ini 3 PHEV buat Road Trip!
By Ani Ratnasari
Ilustrasi mobil PHEV.
1
Cara Membuat Telur Asin Sendiri di Rumah, Cukup dengan Bahan Sederhana
By Ossid Duha Jussas Salma
Telur asin
2
Reza Indragiri Sebut Slipi-Grogol-Palmerah “Kawasan Angker”
By Rahmat Tunny
Ilustrasi “Kawasan angker” Grogol, Slipi, Palmerah.
3
Beralih ke Zaman Digital, Apa Itu E-book dan Apa Manfaatnya?
By Ossid Duha Jussas Salma
Ilustrasi ebook
4
Tak Mudah Kedaluwarsa, Ini Tujuh Makanan yang Bisa Disimpan Bertahun-tahun
By Ossid Duha Jussas Salma
Foto: Ilustrasi madu
5

BERITA LAINNYA

Gaya makeup gyaru
Hype

Gyaru, Gaya Makeup Jepang yang Tampil Berani dan Ekspresif

Tren makeup Jepang tidak hanya dikenal dengan tampilan natural dan minimalis. Ada…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
51 menit lalu
Buku Islam Ala Prabowo.
Hype

Buku Islam Ala Prabowo Viral Lagi, Judulnya Bikin Warganet Riuh

Buku Islam Ala Prabowo kembali ramai dibahas di media sosial. Karya yang…

Ani Ratnasariowrite-adi-briantika
By
Ani Ratnasari
Adi Briantika
13 jam lalu
Ilustrasi bully.
Hype

Pernah Di-Bully? Jangan Heran Jika Pelaku Terlihat Lebih Bahagia, Ini Penjelasannya

Pernah nggak sih kamu mikir, “Kok orang yang dulu nge-bully gue hidupnya…

Ani RatnasariHardani Triyoga
By
Ani Ratnasari
Hardani Triyoga
16 jam lalu
Ilustrasi tempura khas Jepang
Hype

Tempura, Makanan Serba Goreng Khas Jepang yang Menggugah Selera

Tempura menjadi salah satu kuliner khas Jepang yang dikenal hingga berbagai negara.…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
17 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up