Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 18 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • Purbaya
  • DPR
  • MBG
  • prabowo
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Internasional / Ulah WN China Bikin FBI Geleng-geleng, Ngaku Kirim Lingerie tapi Isinya Bakteri E.coli
Internasional

Ulah WN China Bikin FBI Geleng-geleng, Ngaku Kirim Lingerie tapi Isinya Bakteri E.coli

iren natania longdongdusep-malik
Last updated: April 15, 2026 5:53 pm
Natania Longdong
Dusep Malik
Share
Logo FBI. (Sumber: Unsplash/ David Trinks)
Logo FBI. (Sumber: Unsplash/ David Trinks)
SHARE

Seorang warga negara China Youhuang Xiang menyelundupkan bakteri Escherichia coli (E.coli) ke Amerika Serikat (AS). Karena ulahnya tersebut, ia dijatuhi hukuman lebih dari empat bulan penjara, denda US$500 atau setara dengan Rp85,7 juta, dan satu tahun masa percobaan. 

Xiang mengaku bersalah atas penyelundupan bahan biologis tersebut dari China. Sebagai bagian dari perjanjian pengakuan bersalah Xiang dengan pemerintah AS, pelaku juga menyetujui dikeluarkannya Perintah Deportasi Yudisial.

Diketahui, Xiang memegang gelar Ph.D. dari Akademi Ilmu Pengetahuan China, mengajukan dan menerima visa pelajar non-imigran AS (J-1) untuk melakukan penelitian pascadoktoral di Departemen Biologi di Universitas Indiana Bloomington (“IU”), mulai 12 Juni 2023.

Menurut dokumen pengadilan, pada November 2025 Divisi Indianapolis FBI mulai menyelidiki pengiriman mencurigakan dari Beijing kepada individu yang berafiliasi dengan Universitas Indiana. Selama penyelidikan, FBI menetapkan bahwa Xiang telah menerima pengiriman mencurigakan dari Beijing di kediamannya di Bloomington, Indiana, pada Maret 2024. 

Paket yang dimaksud berasal dari Guangzhou Sci-Tech Innovation Trading, dan manifes pengiriman menyatakan bahwa paket tersebut berisi pakaian dalam dari serat buatan, lainnya untuk wanita,”

menurut Departemen Kehakiman AS, dikutip Rabu, 15 April 2026.

Para penyelidik menganggap aktivitas Xiang yang membeli dan mengirimkan pakaian dalam wanita dari China sangat mencurigakan, terutama dari perusahaan yang berfokus pada inovasi sains dan teknologi.

Lebih jauh, pada 23 November 2025, Xiang diwawancarai oleh petugas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP) di Bandara Internasional Chicago O’Hare saat ia kembali ke AS dari perjalanan penelitian di Inggris. Selama wawancara tersebut, Xiang awalnya membantah mengetahui penyelundupan, tetapi kemudian mengakui bahwa manifes pengiriman untuk paket yang ia terima pada Maret 2024 sengaja diberi label yang salah dan sampel DNA bakteri E. coli disembunyikan dalam paket tersebut untuk menghindari hukum AS. Berdasarkan pengakuan tersebut, CBP segera mencabut visa J-1 Xiang, dan ia ditangkap oleh FBI.

Selama sidang vonis pada 7 April 2026, Pengadilan Distrik AS juga mendengar bahwa penyelidikan FBI mengungkap bukti bahwa Xiang adalah anggota Partai Komunis China (CCP), dan bahwa Xiang berbohong tentang afiliasinya dengan CCP ketika ditanyai oleh otoritas imigrasi.

Xiang dengan sengaja menyalahgunakan aksesnya ke fasilitas laboratorium di salah satu universitas riset unggulan Indiana, dan hak istimewa status visa J-1-nya, untuk menyelundupkan bahan biologis. Perilaku seperti Xiang mengabaikan inspeksi yang cermat terhadap zat-zat yang berpotensi berbahaya oleh CBP, USDA, dan lembaga-lembaga yang diwajibkan oleh hukum untuk mencegah masuknya bahan biologis invasif dan berbahaya ke negara kita. Perilaku seperti itu menimbulkan ancaman yang sangat serius terhadap keselamatan publik dan kesehatan ekonomi pertanian kita,”

kata Jaksa Agung Amerika Serikat untuk Distrik Selatan Indiana, Tom Wheeler. 

Tom Wheeler kemudian menejalaskan bahwa hukum dan peraturan Bea Cukai Amerika Serikat ada untuk melindungi perbatasan, ekonomi, dan warga negara AS. 

Hukum dan peraturan tersebut tidak boleh diabaikan atas keinginan dan kebodohan para peneliti ilmiah dan lembaga akademik,”

jelasnya.

Agen Khusus FBI Indianapolis, Timothy J. O’Malley menegaskan bahwa pelaku mencoba membawa bahan biologis secara diam-diam ke Amerika Serikat dan mengambil risiko serius terhadap keselamatan publik. 

Menyembunyikan E.coli untuk menghindari deteksi menunjukkan pengabaian yang jelas terhadap hukum dan keselamatan orang lain. FBI tidak akan menolerir tindakan ini dan akan memastikan mereka yang bertanggung jawab dibawa ke pengadilan,”

beber Timothy.

Sementara itu menurut Inspektur Jenderal USDA John Walk, menegaskan bahwa Partai Komunis China memanfaatkan hibah penelitian yang didanai pemerintah federal dari USDA untuk menyelundupkan bahan biologis berbahaya ke Amerika Serikat. 

Pengirim paket juga berbohong untuk menyembunyikan sifat bahan berbahaya dari pengiriman tersebut. 

USDA OIG secara aktif memerangi impor ilegal bahan biologis, memperlakukan ancaman terhadap keamanan pertanian dan keselamatan publik ini dengan prioritas investigasi tertinggi. Kami akan terus bekerja sama dengan mitra penegak hukum seperti CBP dan FBI melawan penipuan perdagangan dan menghentikan eksploitasi oleh musuh asing terhadap hibah federal yang dikelola oleh USDA,”

imbuh John Walk.
Tag:BakterichinaE.coliFBIpenyelundupan
Share This Article
Email Salin Tautan Print
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Babak Baru Timur Tengah: Trump Teken Memorandum Damai dengan Iran
By Natania Longdong
Presiden AS Donald Trump teken kesepakatan perdamaian dengan Iran disaksikan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
1
BEM Bersatu Dukung MBG, Ada Dugaan Skenario Pecah Belah Gerakan Mahasiswa
By Rika Pangesti
Kelompok mahasiswa yang mengatasnamakan BEM Bersatu.
2
Sindir Tokoh yang Berubah Haluan Usai Dapat Jabatan, Islah Bahrawi: Jijik Lihatnya!
By Rahmat Tunny
Presiden Prabowo Subianto (tengah) berjalan di ruangan untuk memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara
3
Baru Rilis, Lagu “Follow Me” yang Melibatkan Jihyo TWICE Langsung Bikin Fans Kaget
By Ossid Duha Jussas Salma
Jihyo TWICE
4
Bahlil Akui Pasokan Batu Bara PLN Menipis, Janji Tak Ada Pemadaman Listrik
By Anisa Aulia
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Kantor Kemenko Perekonomian (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
5

BERITA LAINNYA

Citra satelit Selat Hormuz
Internasional

Iran Menang Banyak, AS Siap Cabut Sanksi dan Gelontorkan Dana Raksasa 300 Miliar Dolar

Amerika Serikat (AS) dan Iran sepakat meneken memorandum perdamaian. Dalam draf kesepakatan…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
4 jam lalu
Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, di Istana Kremlin, Moskow (Sumber foto: setneg.go.id)
Internasional

Vladimir Putin Kumpulkan Pemimpin ASEAN di Kazan, Prabowo Absen Hadir

Presiden Rusia Vladimir Putin mengumpulkan para pemimpin negara-negara ASEAN dalam Konferensi Tingkat…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
7 jam lalu
Ilustrasi perjanjian damai antara AS dan Iran.
Internasional

Iran Tak Mau Main-main, AS Diminta Paksa Israel Taat Komitmen Damai

Iran minta Amerika Serikat (AS) bisa menjalankan komitmen usai tanda tangan memorandum…

Hardani TriyogaSyifa Fauziah
By
Hardani Triyoga
Syifa Fauziah
8 jam lalu
Presiden AS Donald Trump teken kesepakatan perdamaian dengan Iran disaksikan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Internasional

Babak Baru Timur Tengah: Trump Teken Memorandum Damai dengan Iran

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menandatangani memorandum kesepakatan damai dengan Iran.…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
9 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up