Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Internasional

CIA Bikin Trump Waswas! Ada Keraguan Besar soal Niat Iran dalam Kesepakatan Damai

Keraguan CIA itu terutama atas kesediaan Teheran untuk membuat serangkaian konsesi nuklir. Teken kesepakatan damai dijadwalkan Jumat lusa.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Foto: Instagram Donald Trump)

Direktur Central Intelligence Agency (CIA) John Ratcliffe menyampaikan kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump soal keraguan pihaknya terkait kesepakatan damai antara AS dengan Iran. Keraguan itu terutama atas kesediaan Teheran untuk membuat serangkaian konsesi nuklir.

Dari laporan Axios, Ratcliffe bersama dengan Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengaku ‘pusing’ memikirkan perjanjian tersebut.

Trump dan para penasihatnya dilaporkan juga sudah mengadakan serangkaian pertemuan tingkat tinggi untuk membahas kesepakatan kedua negara.

Iklan

Selama pertemuan itu, Trump dan timnya menelaah informasi intelijen yang menunjukkan bahwa para pejabat Iran sedang membahas kesepakatan tersebut secara internal. Namun, tak konsisten dengan apa yang mereka sampaikan kepada para mediator dan AS.

Ratcliffe dan Rubio berpendapat bahwa informasi intelijen itu menimbulkan keraguan terkait apakah Iran akan setuju untuk mengambil langkah terkait nuklir yang diinginkan oleh Washington.

Presiden Trump mendengarkan semua pendapat tentang isu apa pun. Tetapi, semua orang mengerti bahwa dia lah (Trump) pengambil keputusan akhir,”

kata seorang pejabat Gedung Putih dikutip dari Anadolu pada Rabu, 17 Juni 2026.

Pilihan EditorRahmat Tunny dan Hardani Triyoga

Iran Menang Telak, AS Harus Cabut Sanksi dan Wajib Bayar Kompensasi Fantastis

Kesepakatan itu juga memenuhi semua garis merah yang sudah lama diartikulasikan oleh pemerintahan AS. Dengan kepastian bahwa Iran tak akan pernah memiliki senjata nuklir,

Mereka (Teheran) juga tidak dapat menyimpan uranium yang diperkaya, dan mereka tidak dapat menyandera pasokan energi dunia,”

imbuh pejabat itu.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump dengan pede menyampaikan adanya kesepakatan damai antara AS dan Iran. Melalui unggahan di media sosialnya, kesepakatan damai itu akan memuat beberapa poin yang tertuang dalam draf.

Dijadwalkan AS dan Iran akan teken draf kesepakatan damai di Swiss pada Jumat, 19 Juni 2026.

Dari laporan Mehr, bocoran draf kesepakatan AS-Iran antara lain mencakup perang harus diakhiri secara permanen termasuk wilayah Lebanon.

Lalu, AS mesti berkomitmen agar tak mengintervensi urusan dalam negeri Iran. Washington mesti menghormati kedaulatan Iran. Selanjutnya, AS mesti mencabut total blokade angkatan laut dalam 30 hari.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Asisten Redaktur

    Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.