Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Internasional

100 Blokade Jalan Lumpuhkan Bolivia, Dua Menteri Mundur di Titik Kritis Pemerintahan

Sekitar 100 blokade jalan di Bolivia telah dilaporkan di seluruh negeri, hampir dua kali lipat jumlahnya dibandingkan dua minggu lalu.

Blokade jalan di Bolivia. (Sumber: X/ @Ollie_Vargas_)
Blokade jalan di Bolivia. (Sumber: X/ @Ollie_Vargas_)

Menteri Pertahanan dan Menteri Pendidikan Bolivia mengundurkan diri pada Selasa, 2 Juni 2026, setelah protes selama berminggu-minggu di negara itu yang menuntut Presiden Rodrigo Paz mundur.

Melansir dari Euro News, Kamis, 4 Juni 2026, kepergian tersebut merupakan eskalasi terbaru dalam krisis politik yang semakin mendalam yang telah melumpuhkan kota-kota besar dan mengancam pemerintahan Paz.

Para pekerja, petani, penambang, pekerja transportasi, dan guru juga menuntut langkah-langkah untuk meringankan krisis ekonomi terburuk di negara itu dalam empat dekade terakhir.

Iklan

Paz, yang didukung oleh Presiden AS Donald Trump, telah memperingatkan bahwa Bolivia berada di “titik kritis.”

Pemerintah pun menolak untuk mengesampingkan kemungkinan deklarasikan keadaan darurat dan menggunakan militer untuk mengendalikan demonstrasi.

Menteri Pertahanan dan Pendidikan Tinggalkan Kabinet

Ya, informasi ini sudah dikonfirmasi,”

kata seorang sumber dari Kementerian Pertahanan, yang membenarkan pengunduran diri Marcelo Salinas dari kementerian pertahanan.

Media Bolivia melaporkan bahwa Salinas mengundurkan diri dan digantikan oleh Ernesto Justiniano, seorang menteri muda yang bertindak sebagai kepala pemberantasan narkoba di negara tersebut.

Menteri Pendidikan Beatriz Garcia juga mengundurkan diri, kata kementeriannya.

Bendera Bolivia. (Sumber: Unsplash/engin akyurt)
Bendera Bolivia. (Sumber: Unsplash/engin akyurt)

100 Blokade Jalan Lumpuhkan Aktivitas Nasional

Menurut data resmi, sekitar 100 blokade jalan telah dilaporkan di seluruh negeri, hampir dua kali lipat jumlahnya dibandingkan dua minggu lalu.

Blokade tersebut juga telah memicu kelangkaan makanan, obat-obatan, dan bahan bakar di La Paz, El Alto yang berdekatan, dan kota-kota lain, serta mendorong kenaikan harga barang-barang kebutuhan pokok.

Pemerintah menuduh para pengunjuk rasa berupaya mengubah tatanan demokrasi dan menduga mantan presiden sosialis Evo Morales adalah dalang di balik protes tersebut.

Morales sendiri saat ini bersembunyi sambil menghadapi tuduhan perdagangan seorang gadis remaja yang diduga telah melahirkan seorang anak darinya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.