Iran kembali menutup jalur Selat Hormuz karena kelakuan Israel yang menggempur Lebanon secara brutal. Langkah penutupan Selat Hormuz itu disampaikan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang diberlakukan mulai Sabtu, 20 Juni 2026.
IRGC menegaskan dengan penutupan Selat Hormuz berlaku bagi semua kapal. IRGC juga memperingatkan agar kapal-kapal tak mendekati jalur air strategis tersebut.
Menurut kantor berita Fars Iran, IRGC mengatakan langkah itu diambil sebagai tanggapan atas serangan Israel di Lebanon. IRGC juga menilai Amerika Serikat (AS) juga lemah terhadap komitmen terhadap komitmennya untuk menetapkan gencatan senjata.
IRGC memperingatkan agar semua kapal tak mendekat Selat Hormuz. Sebab, jika nekat mendekat maka IRGC akan menembak.
“Kapal-kapal tidak boleh mendekati selat tersebut. Jika tidak, keamanan mereka akan terancam,” demikian pernyataan IRGC yang dikutip dari Middle East Monitor, Minggu, 21 Juni 2026.
Sebelumnya, serangan Israel dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Lebanon selatan dan timur. Badan pertahanan sipil Lebanon menyebut sedikitnya 16 orang tewas dan 12 lainnya terluka dalam serangan di Distrik Nabatieh.
Sementara itu, Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan seorang tentara Lebanon tewas dalam serangan di Desa Kfar Reman.
Dengan langkah Iran menutup Selat Hormuz, proses perdamaian antara Teheran dan Washington terancam buyar. Dari daftar poin dalam kesepakatan AS-Iran, sekutu termasuk Israel mesti menghormati komitmen damai untuk tak mulai perang.
Adapun kelompok Hizbullah yang berada di Lebanon selama ini jadi sekutu utama Iran. Hizbullah selalu membantu Iran sejak konflik perang pecah pada 28 Februari 2026.






















