Amerika Serikat (AS) dan Iran diperkirakan akan mengadakan putaran pembicaraan langsung berikutnya di Doha pada minggu ketiga bulan Juli untuk memajukan implementasi Nota Kesepahaman Islamabad.
Pembicaraan tersebut diperkirakan akan fokus pada situasi yang berkembang di Lebanon dan Selat Hormuz, menurut sumber yang tidak disebutkan namanya.
Para mediator Pakistan dan Qatar terus berhubungan dengan kedua belah pihak untuk melanjutkan pembicaraan langsung guna menyelesaikan semua masalah yang tertunda,”
kata seorang sumber yang dekat dengan proses mediasi.
Selain itu, Washington juga mengaku siap untuk berdialog, sementara Teheran telah menyampaikan respons yang positif.
Iran telah mengisyaratkan akan melanjutkan pembicaraan setelah pemakaman (pemimpin Iran) Syed Ali Khamenei,”
ujar sumber tersebut, dikutip dari Middle East Monitor, Jumat, 3 Juli 2026.
Kementerian Luar Negeri Pakistan menyatakan dalam sebuah pernyataan pada Kamis, 2 Juli 2026, bahwa kedua pihak telah sepakat untuk melanjutkan diskusi dalam waktu dekat, dengan pertemuan selanjutnya dijadwalkan sesegera mungkin setelah pemakaman Khamenei.
Tidak ada pembicaraan nuklir
Para mediator Pakistan dan Qatar mengadakan pertemuan terpisah dengan para negosiator AS dan Iran di Doha pada hari Kamis, dan mencapai kemajuan positif dalam isu-isu terkait implementasi Nota Kesepahaman Islamabad, berdasarkan diskusi pada KTT Danau Lucerne bulan lalu di Swiss.
Dalam pembicaraan tidak langsung terbaru, pihak Iran mengatakan kepada mediator Pakistan dan Qatar bahwa Teheran tidak akan sepenuhnya membuka kembali Selat Hormuz sampai terpenuhinya poin terpenting dari MoU Islamabad, yaitu gencatan senjata di semua front dan penarikan pasukan Israel dari Lebanon selatan.
Pihak Iran juga mengatakan kepada para mediator bahwa Teheran tidak akan mengadakan pembicaraan apa pun mengenai masalah nuklir sampai masalah yang terkait dengan Lebanon dan pembekuannya diselesaikan sepenuhnya.
Menurut pihak Iran, kedua masalah tersebut diputuskan untuk diselesaikan sebelum dimulainya pembicaraan nuklir.
Mengenai tanggapan AS, menurut sumber, Washington berpendapat bahwa implementasi isu-isu yang telah diselesaikan dan pembicaraan mengenai masalah yang masih tertunda harus berjalan bersamaan.
Pandangan Amerika adalah bahwa isu-isu yang sudah diselesaikan tidak boleh tumpang tindih dengan isu-isu yang masih dalam proses,”
kata sumber tersebut.
Namun, Iran tidak setuju dengan sudut pandang pihak AS. Mengenai masalah aset yang dibekukan, menurut sumber-sumber tersebut, kedua belah pihak telah mencapai beberapa kemajuan.
Iran menginginkan pencairan segera dana sebesar 6 miliar dolar Amerika yang disimpan di Qatar, sedangkan AS pada prinsipnya menyetujui permintaan tersebut tetapi bersikeras agar dana tersebut dicairkan secara bertahap dan bergantung pada pelaksanaan MoU,”
kata sumber tersebut.
Meski demikian, kedua pihak sepakat untuk membahas masalah ini lebih lanjut dalam putaran pembicaraan berikutnya.




















