Unit 4000, divisi operasi khusus Organisasi Intelijen Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, disebut menggunakan jaringan di Indonesia untuk merekrut calon agen dalam rencana operasi maritim di Asia Timur.
Sebuah media Iran yakni Iran International melaporkan, berdasarkan informasi dari sejumlah sumber yang mengetahui aktivitas Unit 4000, dua ulama Indonesia disebut berperan dalam mengidentifikasi calon rekrutan untuk unit tersebut.
Salah satu nama yang disebut adalah Zahir Yahya, ketua Ahlulbait Indonesia. Iran International menyebut Yahya sebagai perantara yang memperkenalkan calon anggota kepada Unit 4000.
Nama lainnya adalah Abdullah Saqqaf, yang menurut sumber Iran International merupakan kepala seminari Amir al-Mu’minin di Bogor dan memiliki hubungan dengan Universitas Internasional Al-Mustafa di Iran.
Menurut sumber tersebut, keduanya bersama tokoh komunitas Syiah di Thailand, Seyyed Momen Saketicha, memperkenalkan calon rekrutan kepada IRGC.
Sementara itu, dua tokoh Unit 4000, Mohsen Aghazadeh dan Vahid Yekeh-Dehqan, disebut bertanggung jawab atas proses perekrutan dan pelatihan.
Iran International menyebut Unit 4000 mencari rekrutan non-Iran untuk operasi maritim di Asia Timur. Para calon agen tersebut disebut dibawa ke Iran untuk menjalani pelatihan sebelum kemudian ditugaskan dalam operasi di kawasan tersebut.
Tiga warga negara Indonesia juga disebut telah diidentifikasi sebagai orang yang diduga direkrut untuk operasi tersebut, yakni Pandu Yudhawinata, Ardiyanta Mutoha, dan Mohammad Hossein.
Menurut sumber Iran International, ketiganya melakukan perjalanan ke Teheran untuk menjalani pelatihan yang ditujukan untuk mempersiapkan mereka dalam operasi rahasia di pelabuhan dan jalur perairan di Asia Timur.
Rencana Operasi
Laporan tersebut menyebut sebagian besar aktivitas maritim Unit 4000 yang direncanakan di Asia Timur berpusat di Indonesia. Rencana operasi itu disebut mencakup Selat Malaka, Selat Bangka, serta Pelabuhan Tanjung Priok.
Meski demikian, informasi mengenai dugaan perekrutan tersebut bersumber dari laporan Iran International dan keterangan sumber-sumber yang identitasnya tidak diungkapkan.
Selain itu, belum ada informasi dalam laporan tersebut mengenai konfirmasi independen atas dugaan keterlibatan nama-nama yang disebut.
Doc: Gambaran jaringan di Indonesia untuk merekrut calon agen dalam rencana operasi maritim Iran di Asia Timur.





















