Polda Metro Jaya menyampaikan update kondisi tiga karyawan toko percetakan yang disekap di daerah Senen, Jakarta Pusat. Ketiga korban sempat mengalami guncangan mental, cemas, dan ketakutan pasca insiden.
Secara umum respons yang sering ditemukan itu adalah dari segi emosional. Muncul rasa takut, cemas, sedih, perasaan tidak aman setelah peristiwa terjadi,”
kata Kabag Psikologi Biro SDM Polda Metro Jaya AKBP Ida Bagus Gede Adi Putra Yadnya saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jumat 3 Juli 2026.
Bagus menambahkan secara kognitif, korban mengalami sulit berkonsentrasi. Selain itu, muncul pikiran negatif mengenai keselamatan.
Di sisi lain, insiden itu juga menyisakan menurunnya rasa percaya kepada orang lain. Dengan demikian, membutuhkan support dari orang terdekatnya.
Secara respons perilaku, membutuhkan waktu untuk kembali merasa nyaman dalam aktivitas sehari-hari,”
ujarnya.
Meski demikian, Bagus menyebut fungsi sosial korban berada kondisi yang cukup baik. Hal itu dibuktikan dengan kemampuan korban merespon informasi, berkomunikasi, dan mampu bekerjasama selama proses pendampingan.
Korban masih memiliki kapasitas untuk menjalankan fungsi sosial dasar meskipun tetap memerlukan proses pendampingan psikologis pascakejadian,”
jelasnya.
Pun, ia mengingatkan pentingnya menerapkan budaya lingkungan kerja dengan menjunjung tinggi penghormatan terhadap sesama pekerja. Selain itu, keselamatan fisik, dan juga kesehatan psikologis.
Lalu, perlu membangun komunikasi yang sehat, serta penyelesaian masalah tanpa tindak kekerasan.
Penting bagi kita membangun sebuah budaya workplace respect dan juga safe work culture,”
tuturnya.
Bagus melanjutkan akan tetap memonitor perkembangan korban agar bisa pulih kembali secara paripurna pekan depan.























