Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bergerak cepat untuk mengantisipasi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Pada 6 September 2026, pemprov telah mengoperasikan water mist di lima wilayah Jakarta.
Langkah ini dilakukan untuk membantu mengendalikan debu dan partikulat atau campuran zat padat dan tetesan cairan sangat kecil yang melayang dan tersuspensi di udara, setelah sebaran abu vulkanik dilaporkan terasa hingga kawasan Monas.
Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Uus Kuswanto, mengatakan water mist merupakan langkah preventif untuk menjaga kualitas udara dan kesehatan masyarakat.
Water mist ini merupakan langkah preventif untuk membantu mengendalikan debu atau partikulat yang ada di udara, sekaligus menjaga kualitas udara di ruang-ruang aktivitas masyarakat,”
ujarnya, dikutip dari siaran pers Pemprov DKI Jakarta pada 7 September 2026.
Uus mengatakan, penyemprotan ini dilakukan secara paralel di sejumlah koridor utama Jakarta, di antaranya Jalan M.H. Thamrin-Jenderal Sudirman, Jalan Yos Sudarso, kawasan Pluit, Jalan Rasuna Said, Jalan M.T. Haryono, serta Slipi dan Tomang.
Untuk mendukung mitigasi, Gulkarmat DKI telah menurunkan 70 personil untuk mengoperasikan 4 unit water mist di tujuh titik dengan setiap dua unit memiliki kapasitas tangki 10.000 liter.
77 Tangki dan 144 Personel
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga menerjunkan satu unit water mist mobile berkapasitas 1.000 liter dan dua tangki air masing-masing 5.000 liter. Sementara Distamhut mengerahkan 77 tangki dan 144 personel.
Sebelumnya, 30-40 personel telah dikerahkan untuk operasi water mist tingkat Provinsi DKI yang dimulai sekitar pukul 16.00 WIB.
Pemprov DKI akan terus mengevaluasi pelaksanaan water mist dan melanjutkan penyemprotan sesuai kondisi kualitas udara serta sebaran abu vulkanik di Jakarta.
Pemprov DKI juga telah berkoordinasi dengan BMKG dan BPBD untuk memantau perkembangan sebaran abu vulkanik serta kualitas udara.
Ini adalah langkah antisipasi. Kami terus memantau kualitas udara dan perkembangan sebaran partikulat. Masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap waspada,”
kata Uus, dikutip dari Beritajakarta.id pada 7 September 2026.






















