Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 6 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • iran
  • MBG
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Menkes Bongkar Data BPS: Bantuan Negara Tak Sepenuhnya Sampai ke Rakyat Miskin
Nasional

Menkes Bongkar Data BPS: Bantuan Negara Tak Sepenuhnya Sampai ke Rakyat Miskin

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
Last updated: April 15, 2026 5:42 pm
Hadi Febriansyah
Ivan Syahruna Lubis
Share
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/nz)
SHARE

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa proses pembenahan data penerima bantuan sosial yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menemukan sejumlah kejanggalan.

Daftar isi Konten
  • Puluhan Ribu Data PBI Tidak Tepat Sasaran
  • Pemerintah Siap Realokasi Bantuan

Menurutnya, integrasi data lintas kementerian melibatkan Kemendagri, Kemensos, dan Kemenkes mengungkap adanya ketidaktepatan dalam penyaluran bantuan kepada masyarakat.

Yang ingin juga kita sampaikan, dengan adanya perapihan data oleh BPS yang tersentralisasi ini duduk antara Kemendagri, Kemensos, dan Kemenkes kita melihat ada anomali,”

ujar Budi saat rapat kerja Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Rabu 15 Maret 2026.

Salah satu temuan yang cukup mengejutkan adalah adanya kelompok masyarakat mampu yang justru menerima bantuan iuran (PBI).

Bahwa uang yang kita bayarkan, itu tidak semuanya untuk orang termiskin. Ada juga yang 10 persen orang terkaya pun kita bayarkan sesudah kita konsolidasikan data di BPS,”

jelasnya.

Hal ini menunjukkan bahwa bantuan yang seharusnya ditujukan untuk masyarakat miskin belum sepenuhnya tepat sasaran.

Puluhan Ribu Data PBI Tidak Tepat Sasaran

Dari total sekitar 96 juta penerima PBI yang dikelola pemerintah pusat, ditemukan puluhan ribu data yang dinilai tidak akurat.

Sekurangnya ada 47.000 dari 96 juta PBI yang tidak tepat sasaran. Sebagai contoh, PBI (Penerima Bantuan Iuran) yang dibayarkan Kemenkes, itu masih ada dari 96 jutaan itu 47 ribu yang kurang tepat sasaran, ya,”

jelasnya.

Bahkan, dalam pernyataan yang disampaikan dengan nada bercanda, Budi menyebut bahwa pejabat internal Kementerian Kesehatan sempat tercatat sebagai penerima bantuan.

Saya kalau saya boleh bercanda sedikit Pak Kunta, Sekjen saya, dulu masuk di situ, gitu ya, pernah ya,”

ungkapnya.

Tak hanya di tingkat pusat, ketidaktepatan data juga ditemukan pada PBI yang dikelola pemerintah daerah serta program BP Kelas III.

Sementara, PBI Pemda masih ada 35 juta terindentifikasi data BPS tidak tepat sasaran. Juga PBI BP Kelas III ada 11 juta yang tidak tepat sasaran,”

tambahnya.

Temuan ini memperkuat urgensi pembenahan sistem data secara menyeluruh.

Pemerintah Siap Realokasi Bantuan

Sebagai langkah perbaikan, pemerintah berencana mengalihkan bantuan dari kelompok yang tidak berhak kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Pemerintah melihat bahwa demi keadilan, angka-angka yang kurang tepat sasaran ini mau kita alihkan ke yang lebih membutuhkan,”

ujar Budi.

Ia menjelaskan bahwa penerima dari kelompok ekonomi atas akan dikurangi agar kuota bantuan bisa dialihkan ke kelompok menengah bawah yang belum terjangkau.

Jadi ada beberapa teman kita di Desil 5 yang belum bisa masuk PBI. Nah, lebih baik kita kurangin yang Desil 10 yang 10 persen terkaya kita hapus dia, kita alihkan kuotanya ke yang Desil 5,”

jelasnya.

Dengan adanya integrasi data berbasis BPS, pemerintah optimistis distribusi bantuan ke depan akan lebih akurat dan adil.

Jadi intinya pemerintah, begitu sudah ada integrasi data-data ini, kita ingin mendistribusikan PBI ini ke orang yang berhak, berbasiskan data BPS tadi. Dan itu jumlahnya lumayan besar sehingga kita bisa realokasikan ke orang yang lebih berhak,”

tambahnya.
Tag:BPSBudi Gunadi SadikinKemendagriKemenkesKemensosMenkesPBI
Share This Article
Email Salin Tautan Print
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Follow:
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Rakyat Diminta Hemat, BGN Malah Gelar Acara Mewah Hingga Makan Anggaran Rp55 Miliar
By Rahmat Tunny
Presiden Prabowo Subianto bersama pemilik SPPG di seluruh Indonesia. Doc: IG SetnegRI
1
Teddy Banjir Kritik, Pejabat Bertumbangan Diciduk! Kebetulan atau Ada yang Panik?
By Rahmat Tunny
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya (kanan) berbincang dengan calon siswa saat meninjau bakal Sekolah Rakyat di kompleks Sekolah Tinggi Ilmu Adminstrasi Lembaga Administrasi Negara (STIA LAN), Penjompongan, Jakarta, Rabu (22/4/2026). Peninjauan tersebut untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana bakal Sekolah Rakyat yang menampung sebanyak 100 siswa dari keluarga tidak mampu untuk memperoleh pendidikan dengan lingkungan berkualitas. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)
2
Bukan Selamat Biasa, Ada Udang di Balik Surat ‘Hadiah Indah’ Eks Wakil BGN Sony Sanjaya
By Rika Pangesti
Tersangka dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya (tengah) berjalan memasuki mobil tahanan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
3
Giliran Kepala BGN Nanik Deyang Masuk Radar Kejagung, Bakal Dipanggil Jadi Saksi Korupsi MBG?
By Rahmat Baihaqi
Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang menyapa wartawan sebelum konferensi pers di Kantor Pusat BGN, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
4
Dugaan Jual-Beli Sertifikat Halal MBG Terkuak, Kejagung Harus Sikat Semua Pemainnya
By Rahmat Tunny
Ilustrasi sertifikat halal MBG. Dok: Owrite.id
5

BERITA LAINNYA

Mensesneg Prasetyo Hadi bermain catur disela berbincang dengan wartawan di ruang media, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/6/2025).
Nasional

Silmy Karim Tersandung Kasus, Siapa Penggantinya? Ini Kata Mensesneg

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan hingga saat ini pemerintah belum merencanakan…

Nisa-OWRITEowrite-adi-briantika
By
Anisa Aulia
Adi Briantika
15 menit lalu
Petugas kepolisian menggiring Dedy Wiratama (tengah) setibanya di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Nasional

Part-Time Jadi ‘Sniper’ Lapak Sabu di Langgar Samarinda, Bripka Dedy Kini Dipecat

Kanit 3 Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kompol Drago menegaskan tidak ada…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat Baihaqi
Adi Briantika
3 jam lalu
Sejumlah petugas gabungan mengikuti apel pasukan pengamanan Hari Buruh di Jalan Pahlawan, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (1/5/2026). Polrestabes Surabaya mengerahkan 3.670 petugas gabungan dari unsur Polri, TNI, dan jajaran pemerintah setempat guna mengamankan jalannya peringatan Hari Buruh 2026.
Nasional

Draf RUU Polri Buka Jalan Polisi Aktif Duduki Jabatan di OJK, PPATK hingga KPK

Draf Revisi Undang-Undang (RUU) Polri membuka peluang anggota Polri aktif menduduki jabatan…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
20 jam lalu
Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Silmy Karim (kiri) berjalan dengan mengenakan rompi tahanan dan tangan terborgol usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Sumber: Antara Foto: Dhemas Reviyanto/app/tom)
Nasional

Soal Kasus Suap Izin WNA yang Seret Silmy Karim, DPR Beri Catatan Kritis Ini

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira menilai kasus dugaan…

Rika Pangestidusep-malik
By
Rika Pangesti
Dusep Malik
23 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up