Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat membantah unggahan di media sosial yang menyebut Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi, diduga menampar Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya di Istana Negara.
Meskipun tidak secara langsung, bantahan tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi Kopassus @penkopassus. Video tersebut berupa klarifikasi bahwa kabar penamparan itu merupakan informasi bohong atau hoaks.
Faktanya ini hanyalah karangan yang tidak memiliki bukti valid, informasi ini sengaja disebar untuk menciptakan kegaduhan dan memecah soliditas internal institusi negara,”
demikian pernyataan @Penkopassus dikutip Rabu, 22 April 2026.
Melalui unggahannya itu, Kopassus juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Jangan jadi penyebar hoaks, pastikan selalu cek kebenaran informasi dari sumber resmi dan terpercaya,”
tambahnya.
Seperti diketahui, sebelumnya ramai beredar berita terkait dugaan Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi diduga menampar Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. Kabar tersebut awalnya beredar di akun Threads @retailman69, namun narasi tersebut sudah beredar luas di media sosial.
Akun tersebut menyampaikan bahwa Seskab Teddy diduga kena tampar Panglima Kopassus, Letjen TNI Djon Afriandi. Hal ini bermula saat Pangkopassus Letjen Djon Afriandi dijadwalkan bertemu dengan Presiden Prabowo. Pertemuan tersebut hanya berdurasi selama 30 menit.
Setibanya di lokasi, Djon Afriandi disuruh menunggu di ruang tamu. Usai menunggu selama 20, ia masih belum diminta masuk, sampai akhirnya tiba-tiba Presiden Prabowo keluar dari ruang kerjanya. Melihat Djon Afriandi duduk di ruang tunggu, Presiden meradang.
Usai pertemuan dengan Presiden, Djon Afriandi merasa kalap dan akhirnya mengamuk. Dia mencari ajudan Presiden tersebut dan tanpa banyak basa basi langsung menampar wajahnya.
Djon Afriandi datang ke istana, dan yang mengatur tamu untuk ketemu Presiden, termasuk protokoler, yah si bunted. Menurut ordal ini, Pangkopassus nunggu sampai 20 menitan dan sisa waktu tinggal 5-10 menit tapi masih belum diminta masuk, sampai tiba-tiba Prabowo keluar dari ruang kerjanya. Ditegur keraslah sama Prabowo: Kau gimana ada janji bertemu saya malah duduk duduk disitu, jendral apa kau!,”
terangnya.
Mendapat omelan karena perintah menunggu, sontak membuat Djon Afriandi menjawab. “Siap bapak Presiden,” ungkapnya. ‘
Keluar ruangan dengan muka merah, Djon Afriandi langsung cari si bunted. Begitu ketemu tanpa basa basi langsung digampar sambil bilang, ‘kamu anak kecil mainin saya hah!’,”
ungkapnya.
Dalam unggahan tersebut, ajudan yang disebut bunted dikatakan berasal dari Kopassus dan merupakan junior Djon Afriandi.
Kejadian ini tidak banyak yang tahu.. Konon, cuma sampai di ring 1 istana, dan pati elit TNI (jenderal-jenderal),”
katanya.



