Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 23 Apr 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • Banjir
  • MBG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Program MBG Disorot, Komnas HAM Ungkap Risiko Tersembunyi di Balik Dapur SPPG
Nasional

Program MBG Disorot, Komnas HAM Ungkap Risiko Tersembunyi di Balik Dapur SPPG

hadi-febriansyah-owriteAmin Suciady
Last updated: April 23, 2026 11:06 am
Hadi Febriansyah
Amin Suciady
Share
Petugas menyusun ompreng berisi Makan Bergizi Gratis (MBG) di dapur SPPG Tubo Ternate, Maluku Utara
Petugas menyusun ompreng berisi Makan Bergizi Gratis (MBG) di dapur SPPG Tubo Ternate, Maluku Utara, Senin (26/1/2026). Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana mengatakan bahwa 32 ribu pegawai inti Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program MBG akan diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang terdapat tiga komponen yaitu Kepala Kepala SPPG, tenaga ahli gizi dan akuntan yang berstatus sebagai pegawai Badan Gizi Nasional mulai 1 Februari 2026. (ANTARA FOTO/ Andri Saputra/foc)
SHARE

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendorong pemerintah untuk memperkuat pembenahan serta penataan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Upaya ini dinilai krusial guna meningkatkan kualitas pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh anak-anak.

Koordinator Subkomisi Penegakan HAM Komnas HAM, Pramono Ubaid Tanthowi, menegaskan, bahwa perbaikan sistem sangat diperlukan untuk menjaga standar keamanan pangan, terutama mengingat skala program yang besar.

SPPG tentu tidak mungkin secara sengaja meracuni makanan anak. Tapi jika tata cara memasak tidak benar, bahan makanan tidak tepat, atau kebersihan tidak terjaga sehingga menimbulkan bakteri atau virus, itu adalah bentuk kelalaian yang menimbulkan korban,”

ujarnya usai kegiatan Diskusi Kelompok Terfokus (Focus Group Discussion/FGD) di Jakarta, Rabu 22 April 2026.

Pramono menekankan, bahwa potensi kelalaian harus dicegah melalui penguatan sistem dan standar operasional yang ketat. Hal ini penting agar tujuan utama program, yaitu meningkatkan gizi anak, tidak terganggu.

Pelanggaran HAM itu bukan hanya tindakan sengaja, tapi juga karena kelalaian. Jadi bukan hanya by commission (pelanggaran yang terjadi karena tindakan aktif/sengaja), tapi juga by omission (pelanggaran yang terjadi karena kelalaian atau tidak melakukan kewajiban),”

katanya.

Dari Keracunan hingga Tata Kelola

Komnas HAM mengungkap adanya temuan awal di lapangan yang masih perlu dikaji lebih dalam, termasuk laporan dugaan keracunan makanan. Kondisi ini menjadi dasar perlunya langkah perbaikan berbasis data yang akurat.

Perbaikan yang dimaksud tidak hanya menyasar aspek teknis dapur, tetapi juga mencakup keseluruhan rantai pengelolaan program, mulai dari kualitas bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi makanan.

Jadi kita ingin melihat tata kelola dari hulu ke hilir program MBG ini,”

kata Pramono.

Komnas HAM juga menilai, bahwa penguatan SPPG harus disertai dengan sistem pengawasan berlapis serta kolaborasi lintas lembaga. Hal ini diperlukan agar pelaksanaan program tetap transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.

Di sisi lain, Komnas HAM menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis merupakan langkah strategis pemerintah yang tidak bisa dihentikan begitu saja. Fokus utama saat ini adalah melakukan perbaikan di berbagai aspek pelaksanaan.

Program ini kemungkinan tidak bisa dibatalkan atau dihentikan. Yang bisa dilakukan adalah perbaikan di berbagai aspek,”

ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Komnas HAM akan menyusun rekomendasi berbasis kajian guna menyempurnakan implementasi program MBG, termasuk penguatan standar SPPG agar lebih aman dan efektif.

Diskusi tersebut turut menghadirkan sejumlah pakar, di antaranya Tan Shot Yen, dokter dan ahli gizi masyarakat lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), serta Media Wahyudi Askar, Direktur Kebijakan Publik dan pendiri Center of Economic and Law Studies (CELIOS).

Kehadiran para ahli ini diharapkan mampu memperkaya perspektif dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran demi menjamin pemenuhan gizi dan kesehatan anak Indonesia.

Tag:KeracunanKomnas HAMMBGSPPG
Share This Article
Email Salin Tautan Print
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Follow:
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Amin Suciady
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Redaktur Pelaksana di OWRITE Media, memiliki keahlian dalam komunikasi strategis, media relations, serta penyampaian informasi yang efektif.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Deretan aplikasi media sosial (medsos). (Sumber: Unsplash/Piotr Cichosz)
Nasional

Mengurai Arsitektur Keadilan Digital Nasional: Solusi Konvergensi dan Pidana Platform Global Kasus KBGO

Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) berkembang dengan kecepatan yang melampaui instrumen hukum nasional. Maka perlu ada pembenahan arsitektur keadilan digital nasional.  Perihal maraknya konten kekerasan seksual di ruang siber,…

By
Adi Briantika
Amin Suciady
3 Min Read
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menyampaikan sambutan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) HAM 2025 di Jakarta, Senin (8/12/2025).
Nasional

Wacana RUU Kebebasan Beragama: Niatnya Baik, Tapi ‘Macan Kertas’ dan Tak Bertaji!

Menteri HAM Natalius Pigai mengusulkan pembentukan Rancangan Undang-Undang tentang Kebebasan Beragama guna mengatasi intoleransi dan diskriminasi terhadap kelompok minoritas, menekankan kebebasan memeluk agama/kepercayaan tanpa batasan resmi.  Namun, regulasi itu berpotensi…

By
Dusep
Adi Briantika
3 Min Read
Pertandingan PSIM vs Persija pada pekan ke-29 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali
Olahraga

Kuasai 80% Laga Tetap Gagal Menang, Ada Apa Dengan Persija?

Persija Jakarta harus menelan hasil imbang 1-1 saat menghadapi PSIM Yogyakarta pada lanjutan BRI Super League 2025/2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Rabu, 22 April 2026. Usai…

By
Hadi Febriansyah
Ivan
2 Min Read

BERITA LAINNYA

Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya
Nasional

Kopassus Bantah Isu Letjen TNI Djon Afriandi Gampar Seskab Teddy di Istana Presiden

Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat membantah unggahan di media sosial…

Syifa Fauziah
By
Syifa Fauziah
1 jam lalu
Kebon Ganja Medis. (Sumber: Unsplash/Joel Arbaje)
Nasional

(Part II) Ganja Medis: Dogma Narkotika Golongan I dan Apatisme Riset Negara

Siapa Resisten? Peneliti Institute for Criminal Justice Reform Girlie Ginting menyorot mandeknya…

owrite-adi-briantikaAmin Suciady
By
Adi Briantika
Amin Suciady
3 jam lalu
Komisioner Pengkajian dan Penelitian Komnas HAM, Uli Parulian Sihombing.
Nasional

Program MBG Harus Punya Standar Ketat, Soroti Risiko Keamanan Pangan

Komisioner Pengkajian dan Penelitian Komnas HAM Uli Parulian Sihombing menegaskan program Makan…

hadi-febriansyah-owriteowrite-adi-briantika
By
Hadi Febriansyah
Adi Briantika
17 jam lalu
Daun Ganja untuk Medis. (Sumber: Unsplash/Rick Proctor)
Nasional

(Part I) Ganja Medis: Dogma Narkotika Golongan I dan Apatisme Riset Negara

“Semua tanaman genus genus cannabis dan semua bagian dari tanaman termasuk biji,…

Amin Suciadyowrite-adi-briantika
By
Amin Suciady
Adi Briantika
18 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up