Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 1 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • prabowo
  • MBG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Di Balik Pensiun Dini PLTU, ICW Curiga Ada Potensi Mark-Up Kompensasi PLTU
Daerah

Di Balik Pensiun Dini PLTU, ICW Curiga Ada Potensi Mark-Up Kompensasi PLTU

dusep-malikowrite-adi-briantika
Last updated: Mei 1, 2026 6:40 pm
Dusep
Adi Briantika
Share
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). (Sumber: Unsplash/Wim van 't Einde)
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). (Sumber: Unsplash/Wim van 't Einde)
SHARE

Memperingati Hari Keterbukaan Informasi Publik, organisasi sipil menyoroti defisit transparansi dalam agenda pensiun dini Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang berpotensi mengakibatkan kerugian keuangan negara.

Klasifikasi rahasia atas dokumen Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) oleh PT PLN (Persero) menciptakan ruang gelap dalam proses pembayaran biaya kompensasi pensiun dini PLTU, terutama ihwal potensi penggelembungan biaya kompensasi yang diberikan kepada pengusaha listrik swasta. 

Dokumen PJBL saat ini masih dikategorikan sebagai informasi yang dikecualikan secara menyeluruh berdasarkan Lembar Pengujian Konsekuensi Nomor 01/UK/DIK/PPIDPLN/2024,”

kata peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Zararah Azhim Syah, dalam keterangan tertulis, Jumat, 1 Mei 2026. 

Alibi rahasia bisnis yang digunakan PLN sangat berlebihan dan menutup ruang bagi publik untuk menguji apakah nilai ganti rugi yang diberikan kepada pengusaha listrik swasta (Independent Power Producer/IPP) sudah proporsional atau justru di atas harga wajar.

Transisi energi jangan menjadi ajang pemindahan dana publik ke kantong segelintir elite melalui kompensasi yang tidak akuntabel. Tanpa membuka PJBL, publik tidak bisa memverifikasi apakah sebuah PLTU layak dipensiunkan atau hanya bagian dari lobi politik.

ICW mengidentifikasi dua risiko utama yang muncul akibat tertutupnya kontrak listrik dalam proses transisi energi, antara lain: 

  1. Risiko penggelembungan (mark-up) kompensasi. Besaran ganti rugi yang ditentukan oleh poin-poin dalam PJBL berpotensi dimanipulasi jika tidak didasarkan pada komponen nilai yang transparan;
  2. Kedua, melemahkan pengawasan publik. Ketiadaan informasi menghalangi masyarakat memantau potensi konflik kepentingan dan risiko korupsi dalam proses seleksi memensiunkan PLTU.

Maka, organisasi sipil mendesak agar pemerintah membuka PJBL dan merevisi Lembar Pengujian Konsekuensi Informasi No. 01/UK/DIK/PPIDPLN/2024 yang menutup seluruh informasi dalam kontrak yang dimiliki oleh PLN.

Lalu, Kementerian ESDM dan PLN pun harus menyusun pedoman keterbukaan informasi khusus untuk kontrak pembangkit, terutama dalam konteks pensiun dini PLTU.

PT PLN sebagai BUMN harus memperkuat prinsip transparansi sesuai dengan ketentuan good corporate governance, sebab keterbukaan informasi dapat memperkuat kepercayaan investor atau pendana dan mendukung efisiensi biaya pensiun dini PLTU,”

terang Azhim. 
Tag:ICWKerugian NegaraKorupsiPLNPLTU
Share This Article
Email Salin Tautan Print
dusep-malik
ByDusep
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
KA Argo Bromo Anggrek
Daerah

Terjadi Lagi, Kereta Argo Bromo Tabrak Sebuah Mobil di Grobogan Jateng

Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasarturi menabrak sebuah mobil di perlintasan sebidang JPL 52 KM 29+800, antara Stasiun Panunggalan dan Stasiun Kradenan, Grobogan, Jawa Tengah, pada Jumat,…

By
Iren Natania
Amin Suciady
1 Min Read
Ilustrasi pekerja migran
Nasional

Miris, Pekerja Migran RI Masih Rentan Eksploitasi, Migrant CARE Soroti Kebijakan Pemerintah

Dalam momentum May Day 2026, Migrant CARE kembali menyoroti lemahnya perlindungan negara terhadap pekerja migran Indonesia. Organisasi tersebut menilai, hingga kini pemerintah belum mampu memberikan jaminan perlindungan yang komprehensif, terutama…

By
Hadi Febriansyah
Syifa Fauziah
4 Min Read
Presiden Prabowo Subianto (kedua kanan) didampingi Mensesneg Prasetyo Hadi (kedua kiri), Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea (kiri), dan Ketua Umum KSPSI Jumhur Hidayat (kanan) menyapa massa buruh dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026). Dalam May Day 2026 para buruh menuntut adanya pengesahan RUU Ketenagakerjaan, penghapusan outsourcing dan penolakan upah murah, hingga kekhawatiran terhadap dampak konflik global yang berpotensi memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).
Nasional

Taksir Biaya Massa May Day Tembus Rp45 M, Baranusa: Rakyat Perlu Tahu Sumbernya!

Ketua Umum Barisan Rakyat Nusantara (Baranusa) Adi Kurniawan menyorot dugaan biaya pengerahan peserta aksi dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Monas, Jakarta Pusat.  Merujuk informasi yang ia…

By
Dusep
Adi Briantika
3 Min Read

BERITA LAINNYA

Gambar ilustrasi otonomi daerah
Daerah

30 Tahun Hari Otonomi Daerah: Dari ‘Big Bang’ Desentralisasi Menuju Resentralisasi

30 tahun sejak Hari Otonomi Daerah ditetapkan, pelaksanaan desentralisasi masih menjadi arena…

owrite-adi-briantikaAmin Suciady
By
Adi Briantika
Amin Suciady
2 hari lalu
Instagram Daycare Baby Preneur
Daerah

Viral Dugaan Penganiayaan Anak di Daycare Aceh, CCTV Pengasuh Kasar Picu Kemarahan Publik

Belum tuntas kasus penganiayaan anak di daycare Yogyakarta, insiden serupa kini terjadi…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
2 hari lalu
Gambar ilustrasi saham
Daerah

(Part II) Satgas Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Prabowo: Beban Baru Kejar Ilusi 8 Persen

Apa Fungsi Strategis Polri? Dalam Satuan itu terdapat Polri. Pakar Kepolisian dari…

owrite-adi-briantikaAmin Suciady
By
Adi Briantika
Amin Suciady
4 hari lalu
Kepala BNPB Suharyanto (rompi cokelat) saat memeriksa progres hunian sementara di Desa Sukajadi, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang
Daerah

Kepala BNPB Tinjau Aceh Tamiang, Targetkan Pembangunan Huntara Lima Hari Selesai

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto meninjau langsung progres pembangunan hunian…

Ivan OWRITEowrite-adi-briantika
By
Ivan
Adi Briantika
1 minggu lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up