Pemerintah mempercepat pemulihan sektor pendidikan di wilayah Sumatra yang terdampak bencana, dengan menggenjot program rehabilitasi dan revitalisasi sekolah.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menegaskan, langkah ini menjadi bukti keseriusan pemerintah bersama DPR dalam menjaga keberlangsungan pendidikan di daerah terdampak.
Rapat koordinasi ini merupakan perhatian yang besar dari Bapak Presiden, dari pemerintah dan DPR RI terhadap bencana yang terjadi di Sumatra,”
kata Qodari usai rapat koordinasi di DPR RI, yang dikutip, Selasa, 26 Mei 2026.
Data pemerintah mencatat, sebanyak 4.992 sekolah di Sumatra mengalami kerusakan akibat bencana.
Dari jumlah tersebut, 3.084 sekolah telah mendapatkan bantuan perbaikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Ribuan Sekolah Belum Tersentuh
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang juga menjabat Ketua Satgas Rehabilitasi Pascabencana Sumatra, memastikan proses pemulihan terus berjalan bertahap.
Kemudian yang sudah dibuat pekerjaan yang kerja sama oleh Kementerian Dikdasmen untuk renovasi rehabnya itu lebih kurang Rp3.084,”
ucapnya.
Ia menegaskan, sekitar seribu sekolah yang belum tersentuh perbaikan saat ini masih dalam tahap perencanaan dan tidak diabaikan.
Nah masih ada sekitar seribuan lagi yang ditanyakan tadi, yang seribuan tadi bukan berarti didiamkan. Yang seribuan tadi nanti Kementerian Dikdasmen akan melakukan kerja sama lagi untuk rencana pembangunannya,”
jelas Tito.
Untuk mendukung percepatan tersebut, pemerintah telah menggelontorkan anggaran besar.
Anggaran yang sudah dikeluarkan Kementerian Dikdasmen Rp2 triliun yang sudah dicairkan. Masih ada lagi kira-kira Rp1,8 sampai Rp1,9 triliun,”
ungkapnya.
Meski sebagian sekolah telah diperbaiki, kondisi di lapangan masih menunjukkan tantangan besar.
Sejumlah siswa terpaksa belajar di tenda darurat atau menumpang di sekolah lain karena bangunan belum bisa digunakan.
Dari 4.922 sekolah, ada beberapa sekolah yang ada di tenda, terutama di daerah merah yang diharap relokasi,”
tuturnya.
Ada juga yang menumpang di sekolah yang lain. Ada juga yang di kelas darurat,”
tambahnya.
Pemerintah kini tengah menyiapkan relokasi bagi sekolah yang berada di wilayah rawan bencana, sembari memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan di tengah keterbatasan.


