Buramnya batas antara ranah militer dan sipil di Indonesian semakin “tabola-bale” atau terbalik-balik. Hal ini terlihat dari Tentara yang saat ini sudah masuk mengurus pekerjaan sipil, dan masyarakat spill yang diarahkan untuk ke budaya militerisme.
Sipilnya dilatih ke militer-militeran, militernya dilatih untuk jadi petugas sipil. Inikan tabola-bale,”
kata Ray Rangkuti, Aktivis 98 dari Lingkar Madani, saat kegiatan Diskusi Publik dengan tema “Risiko RPP Tentang Tugas TNI Legalisasi Ancaman Berkedok Peran, Rekayasa Keadaan Berdalih Gangguan, Selasa, 26 Mei 2026.
Ray menyingung alasan pemerintah yang kerap membawa narasi “kedisiplinan” untuk membenarkan pendekatan militer dalam ranah sipil.
Menurutnya, saat ini banyak pejabat yang melakukan retret dan mengikuti pelatihan semi militer dengan dalih membentuk kedisiplinan.







