Antusiasme masyarakat menyambut libur panjang Idul Adha 2026 mendongkrak okupansi Kereta Cepat Whoosh. Jadwal keberangkatan dari Stasiun Halim pada pukul 07.00 hingga 12.00 WIB dilaporkan melonjak tajam hingga menembus lebih dari 80 persen.
Peningkatan volume penumpang didominasi oleh masyarakat yang memanfaatkan momen menuju Bandung dan sekitarnya.
Berdasarkan data PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), hingga pukul 10.00 WIB per Sabtu, 30 Mei 2026, penjualan tiket Whoosh mencapai 12 ribu tiket dan diperkirakan menembus 20 ribu penumpang hingga akhir hari. Angka tersebut meningkat sekitar 15 persen dibandingkan volume penumpang pada hari biasa.
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan peningkatan mobilitas masyarakat selama periode long weekend ini didukung oleh berbagai pelayanan dan fasilitas yang disediakan KCIC di stasiun dan di dalam Whoosh.
“Whoosh menyediakan berbagai fasilitas pendukung kebutuhan perjalanan penumpang salah satunya layanan pengisian daya atau stop kontak di area ruang tunggu stasiun maupun di dalam kereta untuk berbagai perangkat penumpang,” ujar Eva dalam keterangannya, dikutip pada Minggu, 31 Mei.
Pelayanan
Penumpang Whoosh dapat memanfaatkan stop kontak untuk perangkat elektronik pribadi, selama tidak mengganggu keselamatan, operasional, maupun kenyamanan penumpang lain. Perangkat yang dapat digunakan antara lain ponsel, laptop, tablet, power bank, serta perangkat elektronik pribadi lainnya dengan kebutuhan daya yang wajar.
Eva mengingatkan agar penumpang tidak menggunakan terminal listrik tambahan, perangkat berdaya besar, perangkat modifikasi, maupun penggunaan lain yang berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan bersama.
Penumpang juga diminta untuk tidak memaksa mencabut atau melepas perangkat dan tidak meninggalkan perangkat elektronik yang sedang diisi daya tanpa pengawasan.
“Fasilitas stop kontak di Stasiun dan Whoosh disediakan untuk mendukung kebutuhan perangkat pribadi penumpang selama perjalanan. Kami mengajak seluruh penumpang untuk menggunakan fasilitas pengisian daya secara bijak dan saling menghormati sesama pengguna,”
jelas Eva.



