Ketidakhadiran Presiden ke-7 RI Joko Widodo dalam Upacara Hari Lahir Pancasila di Jakarta terus memunculkan berbagai tafsir politik. Setelah ajudan Jokowi menyebut mantan presiden itu tidak menerima undangan dari Istana, muncul dugaan bahwa hubungan politik antara Jokowi dan Presiden Prabowo Subianto mulai memasuki fase yang tidak lagi sehangat sebelumnya.
Pengamat politik Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing menilai, publik wajar membaca absennya Jokowi sebagai sinyal politik yang lebih besar daripada sekadar persoalan administrasi undangan.
Kehadiran Jokowi Dinggap Lazim
Menurut Emrus, kehadiran mantan presiden dalam momentum kenegaraan penting, semestinya menjadi hal yang lazim. Karena itu, ketika Jokowi tidak hadir, dan disebut tidak menerima undangan, publik tentu akan mengaitkannya dengan dinamika hubungan politik di lingkaran kekuasaan.






