Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 28 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • Piala Dunia 2026
  • prabowo
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Wamenlu Ungkap Penyebab Kapal RI Masih Banyak yang Tertahan di Selat Hormuz
Nasional

Wamenlu Ungkap Penyebab Kapal RI Masih Banyak yang Tertahan di Selat Hormuz

Rika PangestiIvan OWRITE
Last updated: Juni 11, 2026 6:40 pm
By
Rika Pangesti
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan...
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno memberikan pernyataan usai penyerahan surat kepercayaan dari Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (Dubes LBBP) kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta
Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno memberikan pernyataan usai penyerahan surat kepercayaan dari Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (Dubes LBBP) kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nym)
SHARE

Pemerintah Indonesia mengakui belum ada jalan keluar cepat bagi kapal-kapal yang tertahan akibat memanasnya situasi di Selat Hormuz.

Wakil Menteri Luar Negeri, Arif Havas Oegroseno, mengatakan keputusan kapal untuk berlayar di kawasan konflik tidak semata bergantung pada izin negara-negara yang terlibat.

Baca juga:
Ketegangan AS-Iran Mereda, Harga Minyak Dunia Ambles 5 Persen ke… Harga minyak dunia tercatat turun lebih dari 5 persen pada perdagangan Senin…
Iran Tolak Gencatan Senjata dengan AS, Selat Hormuz Jadi Syarat… Iran menolak secara tegas gencatan senjata sementara dengan Amerika Serikat (AS) sebelum…
Serangan Houthi-Ukraina Bikin Pasar Was-was, Harga Minyak Dunia Tembus US$99,68… Harga minyak diperkirakan akan mencatatkan kenaikan mingguan pada Jumat. Sebab, serangan yang…
  • Ketegangan AS-Iran Mereda, Harga Minyak Dunia Ambles 5 Persen ke Bawah US$92
  • Iran Tolak Gencatan Senjata dengan AS, Selat Hormuz Jadi Syarat Utama
  • Serangan Houthi-Ukraina Bikin Pasar Was-was, Harga Minyak Dunia Tembus US$99,68 per Barel

Ada sejumlah faktor lain yang harus sejalan, mulai dari perusahaan asuransi, kapten kapal hingga pemilik kargo.

Jadi saat ini kondisinya adalah asuransi kapal tidak ada yang mau menanggung kalau dia masuk Selat Hormuz. Banyak sekali kapal yang tidak mau jalan karena memang asuransinya nggak mau meng-cover,”

kata Havas kepada wartawan di Gedung DPR RI, Kamis, 11 Juni 2026.

Menurut dia, selama kapal hanya bersandar atau parkir di pelabuhan, perlindungan asuransi masih berlaku.

Namun situasinya berubah ketika kapal memutuskan melintas di jalur sempit Selat Hormuz yang saat ini menjadi kawasan berisiko tinggi.

Begitu kapal itu masuk ke dalam selat yang sempit, asuransi langsung tidak mau menanggung,”

ujarnya.

Havas menegaskan pemerintah tetap melakukan komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk negara-negara terkait dan organisasi internasional.

Selat Hormuz Memanas! Dua Kapal Kargo Ditembaki di Tengah Gencatan AS-Iran

Namun upaya diplomatik tidak otomatis menyelesaikan persoalan di lapangan karena industri pelayaran memiliki banyak kepentingan yang harus disepakati bersama.

Kalau hubungan dengan pemerintah, kita lakukan. Diskusi dengan United Nations kita lakukan. Tapi persoalannya kan juga ada persoalan dengan asuransi,”

katanya.

Selain asuransi, pemilik barang atau kargo juga menjadi faktor penentu. Dalam sejumlah kasus, kata Havas, perusahaan asuransi bersedia memberikan perlindungan, tetapi pemilik kargo tetap menolak mengambil risiko karena mempertimbangkan aspek keselamatan.

Kadang-kadang ada kasus di mana asuransi mau bayar tapi kargo owner-nya nggak mau ambil risiko. Jadi industri kapal itu tidak terlalu sederhana. Banyak sekali elemen-elemen yang harus align,”

ujarnya.

Pemerintah juga mengakui situasi politik yang terus memanas membuat ruang gerak diplomasi menjadi terbatas.

Karena itu, Indonesia untuk sementara hanya bisa memantau perkembangan sambil menjaga komunikasi dengan negara-negara terkait.

Kalau komunikasi ada terus. Tapi kan kondisi politiknya memanas, eskalasi. Jadi ya kita wait and see, terpaksa,”

kata Havas.

Meski demikian, pemerintah berupaya mengurangi dampak penutupan Selat Hormuz terhadap pasokan energi nasional.

Salah satunya dengan memperluas sumber impor minyak dari kawasan yang tidak bergantung pada jalur tersebut.

Strategi kita sekarang mendapatkan pasokan dari kawasan yang tidak memerlukan lewat Hormuz. Kita banyak kerja sama dengan Aljazair, Nigeria, Angola di Afrika,”

ujarnya.
Tag:Arif Havas OegrosenoasuransikapalKargoSelat Hormuz
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Follow:
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan pemahaman akademis dengan pengalaman lapangan — termasuk meliput untuk tvOnenews.com sejak 2022.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Prakiraan Cuaca Jakarta Selasa 28 Juli 2026: Seluruh Wilayah Diprediksi Berawan, Suhu Capai 35 Derajat
By Syifa Fauziah
Gambar Ilustrasi Jakarta berawan
1
Penyakit Hati dalam Islam: Pengertian, Jenis, dan Cara Mengobatinya
By Hilwa Urwatul Wutsqa
Ilustrasi Penyakit Hati
2
Polisi Ungkap Kronologi Bentrok Maut di Jalan Tambak, Berawal dari Teguran Warga
By Syifa Fauziah
Bentrok di Jalan Tambak, Jakarta Pusat
3
PSSI Deg-degan! Fortuna Sittard Belum Putuskan Nasib Justin Hubner untuk Piala AFF 2026
By Hadi Febriansyah
Bek Timnas Indonesia Justine Hubner.
4
Tanpa Pandang Pangkat: Polri Ogah Pilih Kasih, Kasat Narkoba Polres Tangsel cs Disikat
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi polisi menyalahgunakan etomidate.
5

BERITA LAINNYA

Konferensi pers terkait Kabinet Bayangan di Jakarta, Senin, 27 Juli 2026.
Nasional

Pemerintah Punya Cermin Kritis: 15 Menteri Kabinet Bayangan Resmi Dilantik

Susunan 15 menteri "Kabinet Bayangan" resmi diumumkan. Deretan figur yang vokal mengkritik…

Rika Pangestiowrite-adi-briantika
By
Rika Pangesti
Adi Briantika
8 jam lalu
Konferensi pers Panitia Seleksi Kabinet Bayangan di Jakarta, Senin, 27 Juli 2026.
Nasional

Ketiadaan Oposisi dan Zaken Kabinet: Feri Amsari dkk Bentuk “Kabinet Bayangan” Pertama

Panitia Seleksi resmi mengumumkan 15 nama yang akan memimpin kementerian dalam "Kabinet…

Rika Pangestiowrite-adi-briantika
By
Rika Pangesti
Adi Briantika
9 jam lalu
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (tengah) didampingi Wakil Kepala BGN Trenggono (kiri) dan Agustina Arumsari (kanan) memberikan keterangan pers terkait penutupan dapur SPPG bermasalah di Jakarta, Senin (27/7/2026).
Nasional

Tak Toleransi Standar Rendah, BGN “Gembok” Permanen 833 Dapur MBG Bandel

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengatakan keputusan menghentikan operasional 833 dapur…

Rika Pangestiowrite-adi-briantika
By
Rika Pangesti
Adi Briantika
10 jam lalu
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (tengah) didampingi Wakil Kepala BGN Trenggono (kiri) dan Agustina Arumsari (kanan) memberikan keterangan pers terkait penutupan dapur SPPG bermasalah di Jakarta, Senin (27/7/2026).
Nasional

Janji Untung “Ugal-Ugalan” Dapur MBG Dibatalkan, Kepala BGN Buka Suara Soal Mitra Dikejar Utang

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengakui pada era pimpinan sebelum dia,…

Rika Pangestiowrite-adi-briantika
By
Rika Pangesti
Adi Briantika
11 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up