Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 2 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Pemerintah Didesak Batalkan Pelibatan Taruna Akmil di Sekolah Rakyat
Nasional

Pemerintah Didesak Batalkan Pelibatan Taruna Akmil di Sekolah Rakyat

Rika PangestiAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Juni 26, 2026 6:34 pm
By
Rika Pangesti
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan...
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
2 bulan lalu
Share
Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid.
Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid. (Sumber: owrite)
SHARE

Rencana pemerintah melibatkan seribu taruna Akademi Militer (Akmil) untuk membina karakter siswa Sekolah Rakyat menuai kritik keras.

Daftar isi Konten
  • Harus Bebas dari Intervensi Militer
  • Desakan Evaluasi

Amnesty International Indonesia mendesak pemerintah membatalkan rencana pelibatan taruna Akmil dalam mendidik siswa Sekolah Rakyat.

Baca juga:
Pendidikan Indonesia Didorong Berstandar Global, Prabowo Soroti Bahasa Asing hingga… Pendidikan Indonesia didorong untuk memiliki standar yang semakin tinggi agar anak-anak mendapat…
Orang Ditangkap soal Konten Pidato Prabowo, Amnesty: Negara Kembali Blunder Amnesty International Indonesia mengecam penangkapan dua orang warga di Jawa Barat yang…
Masih Banyak Siswa Keracunan, Pemerintah Diminta Stop MBG Amnesty International Indonesia mendesak pemerintah menghentikan sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG)…
  • Pendidikan Indonesia Didorong Berstandar Global, Prabowo Soroti Bahasa Asing hingga Teknologi
  • Orang Ditangkap soal Konten Pidato Prabowo, Amnesty: Negara Kembali Blunder
  • Masih Banyak Siswa Keracunan, Pemerintah Diminta Stop MBG

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid menilai, kebijakan tersebut merupakan bentuk meluasnya militerisasi di ruang sipil. Hal itu menurutnya berpotensi mengancam hak anak untuk memperoleh pendidikan yang bebas, kritis, dan humanis.

Ini adalah bukti semakin meluasnya militerisasi ruang sipil di Indonesia. Pemerintah menutup mata terhadap kritik kebijakan pelibatan tentara dalam program pemerintah di luar urusan pertahanan,”

kata Usman dalam keterangannya, Jumat, 26 Juni 2026.

Ia menyinggung tragedi meninggalnya tiga warga sipil saat mengikuti latihan dasar kemiliteran untuk menjadi pengurus Koperasi Desa Merah Putih dan kampung nelayan.

Harus Bebas dari Intervensi Militer

Menurutnya, peristiwa itu seharusnya menjadi pelajaran agar pemerintah tidak kembali membawa pendekatan militer ke ranah sipil.

Usman menegaskan, ruang pendidikan harus menjadi tempat anak-anak mengembangkan kemampuan berpikir kritis, bukan ruang yang diintervensi pendekatan militer.

Ruang kelas harus bebas dari intervensi militer. Dalih pembentukan karakter dan kedisiplinan anak bukanlah alasan untuk memberikan jalan bagi militer masuk ke ranah pendidikan sipil,”

ujarnya.

Menurut Amnesty, sistem pendidikan militer yang bertumpu pada komando dan kepatuhan hierarkis bertentangan dengan prinsip pendidikan sipil yang mendorong kebebasan berpikir dan ruang aman untuk berpendapat.

KPK Telusuri Potensi Korupsi Program Sekolah Rakyat, Pengadaan Jadi Titik Rawan

Bagaimana mungkin anak-anak bisa belajar berpikir kritis jika ekosistem belajarnya menggunakan pendekatan pendidikan militer yang mengutamakan kepatuhan, kekuatan, dan bahkan kekerasan?”

kata Usman.

Amnesty juga menyoroti sasaran program tersebut yang menyasar Sekolah Rakyat, yakni sekolah bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Penempatan lima taruna Akmil di setiap sekolah dinilai berpotensi menciptakan ketimpangan relasi kuasa terhadap kelompok yang rentan.

Baca juga:
BMKG Sebut El Niño Sangat Kuat, Amnesty: 214 Ribu Warga… Sebanyak 214.381 jiwa di 207 desa di Jawa Barat terdampak kekeringan dan…
Panas Ekstrem Menggila, Warga Miskin Terancam Tak Bisa Berteduh Krisis iklim yang memicu panas ekstrem dan kekeringan mulai memberi dampak serius…
Menteri Koperasi Sebut Prabowo Dapat "Wangsit" untuk Bentuk Koperasi Desa… Menteri Koperasi Ferry Juliantono menjelaskan istilah "wangsit" yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto…
  • BMKG Sebut El Niño Sangat Kuat, Amnesty: 214 Ribu Warga Jabar Sudah…
  • Panas Ekstrem Menggila, Warga Miskin Terancam Tak Bisa Berteduh
  • Menteri Koperasi Sebut Prabowo Dapat "Wangsit" untuk Bentuk Koperasi Desa Merah Putih

Padahal anak-anak sejatinya membutuhkan pendekatan yang welas asih, memanusiakan, dan memotivasi, bukan doktrinasi kepatuhan ala prajurit,”

tegasnya.

Desakan Evaluasi

Usman mengingatkan bahwa berdasarkan Konvensi Hak Anak yang telah diratifikasi Indonesia, pendidikan harus diarahkan pada pengembangan kepribadian, penghormatan terhadap hak asasi manusia, serta kebebasan dasar.

Karena itu, Amnesty meminta pemerintah segera mengevaluasi dan membatalkan program tersebut.

Fokuslah pada pendidikan yang mengutamakan pemahaman nilai-nilai universal HAM, dan penguatan identitas mereka sebagai masyarakat sipil yang bermartabat, bukan mereduksinya dengan menggunakan pendekatan pendidikan militer,”

ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa dominasi militer di ruang sipil bukan solusi untuk memperbaiki kinerja pemerintah maupun mengentaskan kemiskinan yang menjadi tujuan utama Sekolah Rakyat.

Orde Baru memberikan pelajaran penting bahwa militerisme ruang sipil berujung menguatnya praktik otoriter pelanggaran hak asasi manusia. Ketika militerisme ruang sipil menguat maka korbannya adalah warga. Jangan sampai siswa-siswi Sekolah Rakyat yang menjadi korban selanjutnya,”

pungkasnya.

Sebagai informasi, Kementerian Sosial dan TNI berencana menempatkan sekitar seribu Taruna Akmil tingkat I dan II di 178 titik Sekolah Rakyat mulai Agustus 2026. Masing-masing sekolah akan didampingi lima taruna untuk memberikan pembinaan karakter, termasuk soal kedisiplinan dan kerapian siswa.

Tag:Direktur Eksekutif Amnesty International IndonesiaKoperasi Desa Merah PutihSekolah Rakyattaruna akmilUsman Hamid
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Follow:
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan pemahaman akademis dengan pengalaman lapangan — termasuk meliput untuk tvOnenews.com sejak 2022.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Ratusan Santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Diduga Keracunan MBG, 431 Dilarikan ke RS
By Syifa Fauziah
Sejumlah santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam yang diduga mengalami keracunan makanan mendapatkan perawatan di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, Jawa Timur
1
Wajah Baru dan Mesin Monster: Pajero Generasi Anyar Siap ‘Pamer Taring’
By Hadi Febriansyah
Mitsubishi Motors Corporation memperkenalkan SUV lintas alam Pajero terbaru.
2
Heboh 431 Santri Diduga Keracunan MBG, Bupati Sidoarjo: Tak Ada yang Meninggal
By Syifa Fauziah
Santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam yang diduga mengalami keracunan makanan mendapatkan perawatan saat tiba di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, Jawa Timur
3
Pertamax Green 95 Naik Rp2.550, Kini Tembus Rp19.150 per Liter! Ini Harga Terbarunya
By Natania Longdong
Pengendara motor antre mengisi BBM di salah satu SPBU kawasan Kuningan, Jakarta
4
Garuda Muda dalam Tekanan, Timnas Indonesia U-20 Wajib Hajar Laos demi Tiket Piala Asia
By Hadi Febriansyah
Timnas Indonesia U-20
5

BERITA LAINNYA

Acara OSN 2026 secara daring.
Nasional

OSN 2026 Kena Efisiensi 80 Persen, JPPI Pertanyakan Apresiasi Negara untuk Siswa Berprestasi

Publik dikejutkan efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah untuk juara Olimpiade Sains Nasional…

Ani Ratnasariowrite-adi-briantika
By
Ani Ratnasari
Adi Briantika
4 menit lalu
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani.
Nasional

DPR Sebut Anggaran BPS Rp6,4 Triliun Masih ‘Kurus’: Banyak Program Belum Masuk Pagu

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani berkata anggaran Badan…

Rika Pangestiowrite-adi-briantika
By
Rika Pangesti
Adi Briantika
19 menit lalu
Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)
Nasional

PPPK Paruh Waktu Bakal Jadi Penuh Waktu Mulai 2027, 170 Ribu Non-ASN Bisa Ikut CPNS

Komisi X DPR RI menyebut pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
1 jam lalu
Nasional

Anggaran BPOM Hanya Rp509 Miliar Jauh dari Ideal, Taruna Ikrar: Rp4,7 Triliun Itu Rasional

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) masih membutuhkan tambahan anggaran hingga Rp2,4…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
2 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up