Pengamat Hubungan Internasional dari President University Teuku Rezasyah mengatakan, rencana kunjungan Menteri Luar Negeri Sugiono dan Ketua MPR Ahmad Muzani ke Iran berpotensi menghadapi kendala, karena situasi keamanan di negara tersebut masih sangat rawan.
Penilaian itu disampaikan setelah Presiden Prabowo Subianto menunjuk Sugiono dan Ahmad Muzani sebagai utusan menghadiri pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Hingga pagi hari, menurut Teuku, Sugiono masih berada di Indonesia dan dijadwalkan berangkat pada malam harinya.
Kalau kita baca pernyataan dari pemerintah Iran, mereka kan menghargai simpati dari pemerintah Indonesia. Dan mereka juga menghargai simpati yang sangat besar dari masyarakat,”
kata Teuku Rezasyah kepada Owrite, Kamis, 9 Juli 2026.
Ia melihat besarnya dukungan masyarakat Indonesia terhadap Iran turut menjadi perhatian pemerintah Iran dalam menyikapi respons Indonesia atas wafatnya Ayatollah Ali Khamenei.
Memang tampaknya Iran juga sadar bahwa dukungan terhadap Iran justru datang lebih besar dari masyarakat,”
ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut diduga menjadi salah satu pertimbangan pemerintah Indonesia untuk mengirimkan utusan dengan level yang lebih tinggi, bukan hanya melalui jalur diplomatik yang diwakili duta besar.
Terus ini yang membuat pemerintah juga berpikir bahwa tidak cukup hanya mengirimkan duta besar saja, harus ada perwakilan dengan level yang lebih tinggi,”
ucapnya.
Namun, Teuku mengakui waktu penugasan tersebut kurang ideal mengingat kondisi keamanan di Iran yang masih bergejolak.
Cuma tampaknya timingnya tidak pas, karena sampai pagi ini Pak Sugiono masih di sini. Baru nanti malam beliau berangkat,”
bebernya.
Ia memperkirakan situasi keamanan yang terus berkembang dapat memengaruhi akses masuk bagi tamu-tamu asing, termasuk delegasi dari Indonesia.
Saya tidak yakin apakah pemerintah Iran mengizinkan untuk datang. Karena begini, suasananya sedang perang,”
jelasnya.
Teuku menambahkan, meningkatnya eskalasi konflik membuat ruang udara Iran berada dalam pengawasan yang sangat ketat sehingga tidak mudah diakses.
Mereka sedang diserang lagi oleh Amerika. Kalau sudah begitu, langit Iran itu seperti jaring laba-laba, tidak mudah didekati,”
tutupnya.






















