Anggota Komisi X DPR RI Juliyatmono menyoroti biaya kuliah yang masih tinggi membuat banyak calon mahasiswa gagal melanjutkan pendidikan, meski telah dinyatakan lolos Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB).
Faktor biaya masih menjadi alasan terbesar di balik batalnya calon mahasiswa melakukan daftar ulang. Pemerintah diminta segera mencari solusi agar kesempatan mengenyam pendidikan tinggi tidak terbuang percuma.
“Itulah problem (kami dan publik) alasan-alasan apa yang harus dicari solusinya. Karena (banyak calon) yang tidak daftar ulang padahal sudah diterima dengan sangat baik. Mayoritas ini disebabkan oleh faktor biaya,”
ujar Juliyatmono usai Kunjungan Kerja di Yogyakarta, Jumat, 10 Juli 2026.
Kursi Nganggur
Ia menilai banyaknya calon mahasiswa yang mengundurkan diri setelah dinyatakan lolos seleksi turut berdampak pada kosongnya kursi di berbagai program studi.
Situasi itu dinilai merugikan perguruan tinggi sekaligus menghilangkan peluang bagi peserta lain yang sebenarnya siap menempuh pendidikan tinggi.
“Kursi kosong, (sehingga) tidak diberikan kesempatan pada yang lain. Maka bagaimana solusinya supaya yang diterima itu betul-betul bisa daftar ulang, bisa kuliah? Apa harus wawancara sebelum dia mendaftarkan atau mungkin diberikan penghargaan khusus? Ini harus ada kejelasan,”
kata dia.
Gali Penyebab
Juliyatmono mendorong pemerintah memetakan menyeluruh terhadap penyebab calon mahasiswa membatalkan kuliah. Langkah tersebut penting agar kebijakan yang disusun benar-benar menyasar akar persoalan sekaligus mampu mendongkrak Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi.
Ia juga memastikan pembahasan mengenai pembiayaan pendidikan tinggi akan menjadi bagian dari penyusunan regulasi ke depan. Salah satu fokusnya adalah mendorong pemerintah meningkatkan dukungan operasional bagi perguruan tinggi negeri agar beban Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang ditanggung mahasiswa dapat ditekan.
“Maka undang-undang nanti, akan kami rumuskan seperti apa 20 persen itu? seperti apa biaya-biaya operasional? Pemerintah mulai memperhatikan perguruan-perguruan tinggi negeri agar UKT-nya bisa diturunkan serendah mungkin,”
tutur dia.













![Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (tengah) berbincang dengan perwakilan mahasiswa pengunjuk rasa usai pertemuan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (15/6/2026). [Foto: ANTARA FOTO/Fauzan].](https://www.owrite.id/wp-content/uploads/2026/06/Mahasiswa-temui-Wapres-Gibran-di-Istana-Wapres_Owrite-300x169.webp)










