Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 21 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Sebelum Bahasa Asing Diajarkan Sejak Kelas 1 SD, JPPI Beri Peringatan Keras
Nasional

Sebelum Bahasa Asing Diajarkan Sejak Kelas 1 SD, JPPI Beri Peringatan Keras

iren natania longdongRahmat Tunny OWRITE
Last updated: Agustus 21, 2026 10:59 pm
By
Natania Longdong
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id,...
Follow:
Rahmat Tunny
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana...
Follow:
26 menit lalu
Share
Anggota Komunitas Badut Cimahi bermain gelembung sabun bersama murid baru saat kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di kompleks SDN Cibeber, Kota Cimahi, Jawa Barat
Anggota Komunitas Badut Cimahi bermain gelembung sabun bersama murid baru saat kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di kompleks SDN Cibeber, Kota Cimahi, Jawa Barat ( ANTARA FOTO/Abdan Syakura/nym.)
SHARE

Koordinator Advokasi Sekretariat Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ari Hardi meminta pemerintah tidak terburu-buru menerapkan pembelajaran bahasa asing sejak kelas 1 sekolah dasar (SD).

 Menurut JPPI, pemerintah perlu melakukan audit kesiapan pendidikan secara nasional sebelum kebijakan tersebut dijalankan.

Menurut JPPI, jangan mulai dari kurikulum. Mulailah dari audit kesiapan nasional,”

kata Ari kepada Owrite, Jumat, 21 Agustus 2026.

Dikatakan Ari, audit tersebut penting untuk mengetahui sejauh mana sekolah di berbagai daerah mampu menjalankan pembelajaran bahasa asing sejak dini.

Prabowo Dorong Bahasa Asing Sejak SD: Belajar Jangan Maraton, Cukup 1–2 Jam

Pemerintah perlu memetakan jumlah sekolah yang telah memiliki guru bahasa asing, wilayah yang mengalami kekurangan guru, hingga kemampuan tenaga pengajar yang tersedia.

Petakan dulu, berapa sekolah yang memiliki guru bahasa asing, di mana kekurangan guru terjadi, bagaimana kemampuan guru yang tersedia, bagaimana kondisi fasilitas, bagaimana kesiapan kurikulum, berapa besar tambahan beban belajar anak, dan bagaimana dampaknya terhadap kesenjangan antarsekolah,”

ucapnya.

Setelah pemetaan dilakukan, pemerintah baru dapat menentukan kebutuhan dan menyiapkan berbagai komponen pendukung, mulai dari guru, kurikulum, metode pembelajaran, bahan ajar, fasilitas, hingga sistem evaluasi.

Setelah itu baru pemerintah menyiapkan guru, kurikulum, metode, bahan ajar, fasilitas, evaluasi,”

tutur Ari.

Ia menilai penerapan kebijakan tersebut juga sebaiknya dilakukan secara bertahap dengan memberikan afirmasi kepada sekolah-sekolah yang belum memiliki sumber daya memadai. Kebijakan tidak semestinya langsung diberlakukan secara seragam di seluruh Indonesia.

Dan implementasinya sebaiknya bertahap dan afirmatif, bukan langsung seragam secara nasional,”

tegasnya.

JPPI menekankan pihaknya tidak menolak penguasaan bahasa asing bagi anak-anak Indonesia. Namun, Ari mengkritik jika bahasa asing justru dijadikan ukuran utama kemajuan pendidikan ketika sejumlah persoalan mendasar belum terselesaikan.

Baca juga:
Motor Listrik vs Motor Bensin: Mana yang Lebih Cocok untuk… Program Motor Listrik Nasional (Molinas) tengah menjadi perhatian publik setelah Presiden Prabowo…
Guru Belum Merata, Kebijakan Bahasa Asing Sejak Kelas 1 SD… Rencana pemerintah menerapkan pembelajaran bahasa asing sejak kelas 1 sekolah dasar (SD)…
Orang Tua Dukung Bahasa Asing Sejak Kelas 1 SD, tapi… Wacana pengenalan bahasa asing bagi siswa kelas 1 sekolah dasar (SD) mendapat…
  • Motor Listrik vs Motor Bensin: Mana yang Lebih Cocok untuk Masyarakat Indonesia?
  • Guru Belum Merata, Kebijakan Bahasa Asing Sejak Kelas 1 SD Jangan Sembarangan
  • Orang Tua Dukung Bahasa Asing Sejak Kelas 1 SD, tapi Ingatkan Jangan…

JPPI tidak menolak bahasa asing. Yang kami kritisi adalah ketika pemerintah menjadikan bahasa asing sebagai simbol kemajuan pendidikan, sementara persoalan mendasar seperti literasi, numerasi, kekurangan guru, ketimpangan fasilitas, dan akses pendidikan yang adil belum selesai,”

bebernya.

Menurut Ari, pemerintah harus memastikan kebijakan tersebut tidak justru menciptakan kesenjangan baru dalam akses terhadap kemampuan bahasa global.

Penguasaan bahasa asing harus dapat diakses seluruh anak, bukan hanya mereka yang memiliki kemampuan ekonomi untuk memperoleh pendidikan tambahan.

Jangan sampai kebijakan yang dimaksudkan untuk meningkatkan daya saing justru menciptakan kelas baru dalam pendidikan: anak yang mampu membeli akses bahasa global dan anak yang kembali tertinggal,”

imbuh Ari.
Tag:Ari HardiBahasa Asing Sejak SDJPPIkritikPenggunaan Bahasa AsingPresiden Prabowo
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Follow:
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana ini memiliki pengalaman lebih dari satu dekade di jurnalistik — termasuk sebagai redaktur di Fajar.co.id dan Liputan.co.id, serta sebagai Media Communication Officer di lembaga riset IDEA Analitycal.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Lampu Hijau di Rumah Sakit Ternyata Punya Makna Mengharukan, Ada Kaitannya dengan Donor Organ?
By Ani Ratnasari
Hospital Seberang Jaya, Pulau Pinang, Malaysia
1
Rektor Unsoed Kena OTT KPK, DPR Bongkar Masalah Besar Penerimaan Mahasiswa
By Rika Pangesti
Gedung KPK di Jakarta Selatan.
2
Gerbang Mahasiswa Baru: KPK Ungkap Dugaan Modus Rektor Unsoed Sodiq
By Rahmat Baihaqi
Sel tahanan KPK
3
Rektor dan Warek Unsoed Terjaring OTT, KPK Dalami Keterlibatan Pihak Lain
By Rahmat Baihaqi
Sel tahanan KPK
4
Baru Tiga Bulan Jadi Rektor Unsoed, Akhmad Sodiq Dijaring KPK
By Rahmat Baihaqi
Akhmad Sodiq terpilih kembali menjadi rektor dalam sidang senat tertutup yang digelar pada 1 April 2026 di Auditorium Laboratorium Terpadu Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman.
5

BERITA LAINNYA

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Moh. Jumhur Hidayat
Nasional

Jangan Coba Bakar Lahan! KLH Siapkan Sanksi Denda hingga Pidana Terhadap Pelaku

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Jumhur Hidayat menegaskan Kementerian…

iren natania longdongRahmat Tunny OWRITE
By
Natania Longdong
Rahmat Tunny
38 menit lalu
Api membakar semak belukar lahan di dekat kawasan permukiman Tegal Sari, Palangka Raya, Kalimantan Tengah
Nasional

Karhutla Kalimantan Makin Gawat: 66 Ribu Warga Kena ISPA, Tetapkan Bencana Nasional!

Pemerintah pusat didesak segera menetapkan status bencana nasional untuk kebakaran hutan dan…

Hardani TriyogaAmin-Suciady-Owrite
By
Hardani Triyoga
Amin Suciady
5 jam lalu
Guru membimbing siswi mengerjakan soal saat proses belajar mengajar di SRMP 25 Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (26/5/2026).
Nasional

Negara Kekurangan 464 Ribu Guru PNS, P2G: Angkat Guru PPPK Jadi PNS

Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) meminta pemerintah mengangkat guru Pegawai Pemerintah dengan…

Ani RatnasariAmin-Suciady-Owrite
By
Ani Ratnasari
Amin Suciady
5 jam lalu
Foto udara bekas tebangan kayu yang terbakar di Tenam, Batang Hari, Jambi.
Nasional

BNPB Perang Lawan Karhutla, 6 Provinsi Dipasok Helikopter Patroli hingga Water Bombing

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
5 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up