Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 28 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • KPK
  • Sepak Bola
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Prabowo Subianto
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Lapangan Kerja Susah, Mau Cari Nafkah ke Luar Negeri Malah Dipersulit Pemerintah
Nasional

Lapangan Kerja Susah, Mau Cari Nafkah ke Luar Negeri Malah Dipersulit Pemerintah

Rahmat Tunny OWRITE
Last updated: Agustus 28, 2026 7:07 pm
By
Rahmat Tunny
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana...
Follow:
- Asisten Redaktur
1 jam lalu
Share
Pencari kerja antre saat mencari informasi lowongan pekerjaan pada kegiatan Job Fair Kendal 2026 di Kendal, Jawa Tengah.
Pencari kerja antre saat mencari informasi lowongan pekerjaan pada kegiatan Job Fair Kendal 2026 di Kendal, Jawa Tengah. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar).
SHARE

Sulitnya mendapatkan pekerjaan di dalam negeri membuat sebagian warga memilih mencari nafkah ke luar negeri. Namun, ketika peluang itu datang, calon pekerja migran justru disebut menghadapi berbagai aturan administratif yang rumit dan biaya besar untuk berangkat secara legal. 

Daftar isi Konten
  • Persyaratan Sulit
  • Perlindungan Lemah

Pengamat ketenagakerjaan Aznil Tan menilai kondisi tersebut ironis karena negara dinilai tidak mampu menyediakan lapangan kerja, tetapi justru mempersulit warga yang berupaya mencari pekerjaan dengan biaya sendiri di luar negeri.

Makanya saya bilang miris lagi nih. Hak warga negara ketika negara ini, pemerintah ini tidak mampu menyediakan lapangan pekerjaan, ketika mereka bekerja ke luar negeri, ada dua penyakit yang dihadapi mereka,”

katanya kepada Owrite, Jumat, 28 Agustus 2026.

Menurut Direktur Eksekutif Migrant Watch tersebut, persoalan yang dihadapi pekerja migran setidaknya mencakup kesulitan untuk berangkat secara legal serta lemahnya perlindungan ketika mereka menghadapi persoalan di negara tempat bekerja.

Wamendagri Buka Suara Soal Ancaman PHK ASN Daerah, Pusat Janji Kasih Solusi

Ada dua yang dihadapi, pertama, mereka sulit berangkat secara legal ke negara luar. Kedua, ketika bermasalah, lemahnya perlindungan ke mereka dari negara dan ini beda dengan negara lain,”

ucapnya.

Persyaratan Sulit

Dijelaskannya, proses keberangkatan secara legal dinilai terlalu dibebani berbagai persyaratan administratif. Kondisi tersebut, membuat masyarakat yang ingin mencari pekerjaan ke luar negeri harus mengeluarkan biaya dan melewati prosedur yang tidak sederhana.

Sulit berangkat ke luar negeri itu begini, mereka sulit berangkat banyak banget aturannya. Orang cari makan aja begitu ketat aturan di negara ini, Administrasinya terlalu banyak dan biaya sangat besar,”

jelasnya.

Lebih jauh dia menyoroti banyaknya dokumen dan pemeriksaan yang harus dipenuhi calon pekerja. Persyaratan seperti Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dan berbagai pemeriksaan lainnya justru dapat menjadi beban bagi masyarakat yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan.

Orang cari kerja lagi susah, dibuat aturan SKCK lah, periksa inilah, itulah. Pergi ke sana, ke sinilah. Untuk mendapat pekerjaan legal aja, syarat mereka banyak sekali,”

kesalnya.

Aznil menilai persoalan tersebut semakin ironis karena warga yang bekerja ke luar negeri pada dasarnya mencari penghasilan dengan usaha dan biaya mereka sendiri. 

Menurutnya, pemerintah semestinya membantu mempermudah aspek administrasi dan memberikan perlindungan, bukan justru menambah hambatan.

Padahal mereka nggak nyusahin negara ini, nggak nyusahin pemerintah, malah mereka disusahkan, kan lucu, miris sekali,”

herannya.

Perlindungan Lemah

Ia juga menyoroti persoalan perlindungan ketika pekerja migran menghadapi masalah di luar negeri. Aznil mengaku pernah menangani laporan terkait pekerja yang mengalami persoalan hukum dan administratif, tetapi menurutnya respons pemerintah terhadap kasus tersebut masih lemah.

Terus, ketika masalah, apakah mereka selesai? Nggak. Saya pernah menghadapi laporan agen-agen sangat luar biasa,”  

ujarnya.

Diakuinya, salah satu kasus yang pernah dihadapi berkaitan dengan pekerja di Arab Saudi yang keluar secara ilegal dan tidak memiliki izin bekerja. 

Baca juga:
Budi Arie Bicara 'Percepatan Sejarah' Pemilu 2029, Hasto PDIP Beri… Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengaku terkejut dengan pernyataan Ketua…
Satu Warga Meninggal Imbas Demo Rusuh di Sekitar DPR, Polisi… Satu orang meninggal dunia imbas kericuhan dalam demonstrasi di kawasan sekitar Gedung…
Mengapa Harus Bentuk Kementerian Cipta Lapangan Kerja, Ini Alasannya Pembentukan Kementerian Cipta Lapangan Kerja dinilai dapat menjadi solusi untuk membuat target…
  • Budi Arie Bicara 'Percepatan Sejarah' Pemilu 2029, Hasto PDIP Beri Peringatan Keras
  • Satu Warga Meninggal Imbas Demo Rusuh di Sekitar DPR, Polisi Ungkap Kronologi…
  • Mengapa Harus Bentuk Kementerian Cipta Lapangan Kerja, Ini Alasannya

Kondisi tersebut membuat pekerja bersangkutan harus menghadapi denda yang disebut mencapai sekitar Rp25 juta.

Ada pekerja ketika keluar dari Arab Saudi secara ilegal. Nggak punya izin bekerja di di sana jadi dia bisa kena denda itu kisaran 25 juta,”

bebernya.

Nah saya coba kontak pemerintah untuk membantunya tapi sampai sekarang nggak pernah dan orang itu marah-marah,”

tambahnya.

Menurut Aznil, perbedaan respons tersebut terlihat ketika seorang pekerja asal Filipina kehilangan paspornya di Arab Saudi. 

Ia menyebut Kedutaan Besar Filipina dapat membantu menerbitkan dokumen pengganti, sementara pekerja Indonesia disebut menghadapi proses yang jauh lebih sulit.

Karena apa, ada orang Filipina yang kasusnya sama juga, paspornya hilang tapi ketika ke Kedubes Filipina di Arab Saudi langsung dibuat. Sementara kalau di kita itu susah minta ampun,”  

tutupnya.
Tag:Arab SaudiAznil TanBerita Pentinglapangan kerjaPekerja MigranPengamat KeternagakerjaanPersyaratan Susah
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Follow:
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana ini memiliki pengalaman lebih dari satu dekade di jurnalistik — termasuk sebagai redaktur di Fajar.co.id dan Liputan.co.id, serta sebagai Media Communication Officer di lembaga riset IDEA Analitycal.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Demo Rusuh di Sekitar DPR, Polisi Ungkap Kerusakan dan Mulai Lakukan Inventarisasi
By Rahmat Tunny
Massa melakukan aksi anarkis usai demonstrasi di depan DPR.
1
Demo Berujung Perusakan CCTV di Jakarta, Pemprov DKI Beri Peringatan Tegas ke Pelaku Aksi Anarkis
By Rika Pangesti
Kendaraan dibakar massa usai menggelar aksi di depan gedung DPR di kawasan Pejompongan, Jakarta.
2
Akun WhatsApp Tiba-tiba Kena Blokir Massal, Ini Pengakuan Mengejutkan dari Meta
By Ani Ratnasari
Ilustrasi WhatsApp diblokir.
3
Hakim Bongkar Kejanggalan Foto Keluarga Febrie Ditemukan di Rumah Sentul, Ada Pertanyaan Besar
By Rahmat Baihaqi
Hakim Richard Edwin Basoeki saat menolak seluruh permohonan praperadilan yang diajukan kubu Febrie dalam sidang di PN Jakarta Selatan.
4
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Dokter Icha, Puan Pilih Hormati Hukum
By Rika Pangesti
Ketua DPR RI Puan Maharani (tengah) didampingi Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad (kanan) dan Sari Yuliati (kiri) membuka Rapat Paripurna Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2026-2027 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
5

BERITA LAINNYA

Hakim tunggal Richard Edwin Basoeki memimpin jalannya sidang putusan gugatan praperadilan atas penetapan tersangka Febrie Adriansyah
Nasional

Satu Warga Meninggal Imbas Demo Rusuh di Sekitar DPR, Polisi Ungkap Kronologi Evakuasi

Satu orang meninggal dunia imbas kericuhan dalam demonstrasi di kawasan sekitar Gedung…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteHardani Triyoga
By
Rahmat Baihaqi
Hardani Triyoga
47 menit lalu
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali.
Nasional

KSAL Dilanda Kritik soal Karhutla, Klarifikasinya Bikin Kaget: Saya Bilang kan di Kalsel

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali klarifikasi perihal pernyataannya…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
54 menit lalu
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (tengah) berbincang dengan perwakilan mahasiswa pengunjuk rasa usai pertemuan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (15/6/2026).
Nasional

Mengapa Harus Bentuk Kementerian Cipta Lapangan Kerja, Ini Alasannya

Pembentukan Kementerian Cipta Lapangan Kerja dinilai dapat menjadi solusi untuk membuat target…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
2 jam lalu
Presiden Prabowo Subianto (tengah) berbincang dengan Kapolri Jendral Pol Listyo Sigit Prabowo (kedua kanan) dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto (kanan) saat meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kawasan Kubu Raya, Pontianak, Kalimantan Barat
Nasional

Karhutla Terus Berulang, Greenpeace Sentil Pemerintah: Penegakan Hukum Tak Pernah Tuntas!

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus berulang dinilai tidak lepas dari…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
2 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up