Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

Amran Copot 13 Pegawai Kementan karena Judol

Amran menilai ASN Kementan merupakan pelayan masyarakat sehingga harus menjaga kedisiplinan dan memberikan contoh yang baik.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kedua kanan) bersama Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Trenggono (kanan), Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak (kedua kiri) serta perwakilan Satgas Pangan Kombes Pol Dery Agung Wijaya (kiri) memimpin rapat koordinasi perunggasan di Graha Vetma, Pusat Veteriner Farma (Pusvetma), Surabaya, Jawa Timur, Selasa (11/8/2026).
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kedua kanan) bersama Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Trenggono (kanan), Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak (kedua kiri) serta perwakilan Satgas Pangan Kombes Pol Dery Agung Wijaya (kiri) memimpin rapat koordinasi perunggasan di Graha Vetma, Pusat Veteriner Farma (Pusvetma), Surabaya, Jawa Timur, Selasa (11/8/2026). (ANTARA FOTO/Moch Asim/agr)

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mencopot permanen 13 pegawai Kementerian Pertanian yang terbukti terlibat judi online.

Pencopotan dilakukan setelah laporan mengenai dugaan pelanggaran tersebut ditelusuri dan diverifikasi. Amran mengatakan keputusan ini karena para pegawai itu dinilai melanggar disiplin sebagai aparatur sipil negara.

“13 orang kami copot karena tidak disiplin, ikut judi online. Kami copot semua,”

kata Amran dilansir dari laman Kementerian Pertanian, Selasa, 1 September 2026.

Amran mengatakan pencopotan tersebut bukan keputusan yang diambil secara tiba-tiba. Sebelumnya, pegawai yang melanggar telah mendapat pembinaan dan peringatan.

Iklan

Namun, pelanggaran yang kembali terjadi membuat Amran memutuskan memberikan sanksi lebih tegas.

Contoh

Amran menyatakan keterlibatan ASN dalam judi online tidak dapat dibenarkan. Ia menilai ASN Kementan merupakan pelayan masyarakat sehingga harus menjaga kedisiplinan dan memberikan contoh yang baik.

“Ini tidak boleh, ini melanggar. Kita (pemerintah dan rakyat) sebagai umat beragama, sebagai anak bangsa, apalagi kami PNS, kami ini pelayan, (judol) itu tidak boleh,”

ucap dia.

Amran memastikan 13 pegawai tersebut dicopot secara permanen. Ia juga meminta Inspektur Jenderal dan Sekretaris Jenderal Kementan segera menyiapkan pengganti agar pekerjaan dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.

Pemberian sanksi merupakan bagian dari tanggung jawab Amran sebagai pimpinan. Menurutnya, pembinaan bukan berarti membiarkan pelanggaran terus berulang.

Tindakan tersebut juga merupakan bentuk kepedulian terhadap pegawai dan keluarganya agar tidak terus melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial

  • Asred

    Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.