Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 7 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • MBG
  • Korupsi
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Polri Ungkap 78 Titik Rawan Konflik Agraria di Indonesia, Ini Biang Keroknya
Nasional

Polri Ungkap 78 Titik Rawan Konflik Agraria di Indonesia, Ini Biang Keroknya

Rika Pangestidusep-malik
Last updated: September 7, 2026 7:36 pm
By
Rika Pangesti
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
1 jam lalu
Share
Massa yang tergabung dalam Koalisi Nasional Reforma Agraria (KNARA) melakukan aksi mengecor badan di depan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/6/2026).
Massa yang tergabung dalam Koalisi Nasional Reforma Agraria (KNARA) melakukan aksi mengecor badan di depan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/6/2026). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj.)
SHARE

Konflik agraria masih menjadi pekerjaan rumah (PR) serius di berbagai daerah. Polri mencatat sedikitnya ada 78 titik rawan konflik agraria yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan konflik antara perusahaan atau pihak swasta dan masyarakat menjadi salah satu tipologi yang terpetakan.

Daftar isi Konten
  • Pengecekan Aplikasi Internal
  • Konflik Antarwarga
  • Polri Tekankan Pencegahan Konflik

Data tersebut disampaikan Kabareskrim Polri Komjen Syahardiantono dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Badan Legislasi (Baleg) DPR RI yang membahas tentang Pengaturan Reforma Agraria pada Senin, 7 September 2026. 

Berdasarkan basis data terpusat pada aplikasi IMP, terdapat 78 titik rawan konflik agraria yang berbasis laporan polisi, artinya ini berdasarkan laporan polisi yang diterima oleh penyidik, dengan tipologi konflik agraria antara perusahaan atau swasta dengan masyarakat di seluruh Indonesia,”

ungkap Syahardiantono.
Baca juga:
Kabareskrim Bongkar 5 Hambatan Penyidikan Mafia Tanah, 1 dan 2… Pemberantasan mafia tanah ternyata tidak semudah mengejar pelaku dan menyita aset. Polri…
Polri Akui Ada Anggota Jadi Backing Korporasi dalam Konflik Lahan,… Polri mengakui masih menemukan personelnya yang berpihak kepada korporasi dalam konflik agraria.Bahkan,…
Polri Bongkar Fakta Mengejutkan Konflik Agraria, Sertifikat HGU hingga SHGB… Kabareskrim Polri Komjen Pol Syahardiantono mengakui sertifikat tanah tidak selalu menyelesaikan persoalan…
  • Kabareskrim Bongkar 5 Hambatan Penyidikan Mafia Tanah, 1 dan 2 Paling Sering…
  • Polri Akui Ada Anggota Jadi Backing Korporasi dalam Konflik Lahan, 1 Orang…
  • Polri Bongkar Fakta Mengejutkan Konflik Agraria, Sertifikat HGU hingga SHGB Tak Sesuai 

Pengecekan Aplikasi Internal

Syahardiantono memastikan data tersebut tidak sekadar berasal dari pemetaan administratif. Polri mengaku telah melakukan pengecekan melalui aplikasi internal dan mengonfirmasi langsung kepada direktur yang menangani persoalan tersebut di masing-masing Polda.

Ini sudah kita cek di aplikasi, bahkan kita konfirmasi langsung kepada para direktur yang menangani,”

ujarnya.

Konflik antara korporasi dan masyarakat menjadi salah satu persoalan yang muncul ketika legalitas tanah secara formal tidak selalu sejalan dengan kondisi di lapangan. 

Polri menemukan adanya kasus ketika tanah yang secara administratif memiliki legalitas untuk kepentingan industri atau perkebunan ternyata telah digarap masyarakat secara turun-temurun.

Konflik agraria antara perusahaan atau swasta dengan masyarakat, terjadi saat terbitnya produk legalitas atas tanah untuk kepentingan industri, perkebunan, yang secara formil memiliki legalitas, namun secara materiil objek tanah dimaksud telah digarap secara turun-temurun oleh masyarakat setempat,”

kata Syahardiantono.

Persoalan serupa, menurut dia, juga dapat terjadi pada sektor pertambangan dan pariwisata. Artinya, sengketa tidak semata-mata muncul karena tidak adanya dokumen legalitas, tetapi juga karena perbedaan antara dokumen formal dengan kondisi penguasaan tanah yang sebenarnya.

Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi (sumber: ilslawfirm.co.id)

Konflik Antarwarga

Selain konflik perusahaan dengan masyarakat, Polri memetakan sejumlah bentuk konflik agraria lainnya. Di antaranya konflik antarwarga akibat legalitas kepemilikan tanah yang saling tumpang tindih, termasuk persoalan batas wilayah.

Konflik juga terjadi antara pemerintah dan masyarakat. Salah satunya muncul dalam proses pembebasan lahan untuk proyek strategis nasional, seperti jalan tol, bendungan, dan kawasan ekonomi.

Polri turut menemukan konflik pada areal perkebunan PTPN dengan masyarakat yang menggarap lahan tersebut. Penetapan suatu wilayah sebagai kawasan hutan yang di lapangan sudah menjadi permukiman warga juga disebut berpotensi memicu konflik.

Produk pemerintah berupa penetapan sebuah kawasan menjadi kawasan hutan, namun secara kondisi di lapangan, kawasan tersebut telah berdiri pemukiman masyarakat, juga menyumbang potensi konflik,”

ujar Syahardiantono.

Di sisi lain, konflik juga dapat terjadi antara pemerintah dan perusahaan. Salah satu pemicunya adalah tidak sinkronnya peta kawasan hutan, areal penggunaan lain, maupun lahan sawah dilindungi.

Kondisi tersebut dapat berujung pada terbitnya sertifikat Hak Guna Usaha atau HGU yang tumpang tindih dengan kawasan hutan maupun lahan sawah yang dilindungi.

Polri Tekankan Pencegahan Konflik

Sejumlah petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Kawulo Alit Mandiri membentangkan spanduk saat unjuk rasa bertajuk "Tolak Kriminalisasi Petani" menuju Mapolda Jawa Tengah di Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (3/8/2026).
Sejumlah petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Kawulo Alit Mandiri membentangkan spanduk saat unjuk rasa bertajuk “Tolak Kriminalisasi Petani” menuju Mapolda Jawa Tengah di Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (3/8/2026). (ANTARA FOTO/Aji Styawan/wsj.)

Syahardiantono mengatakan keberadaan 78 titik rawan konflik tersebut menjadi dasar bagi Polri untuk memperkuat langkah pencegahan. Menurut dia, penanganan konflik tidak seharusnya selalu menunggu sampai sengketa berkembang menjadi perkara pidana.

Dalam menyikapi ketersediaan data tersebut, Polri memegang teguh prinsip bahwa pencegahan jauh lebih bermakna daripada sekadar penindakan,”

tegasnya.

Karena itu, Polri mengaku aktif berkoordinasi dengan instansi terkait dan kepala daerah untuk melakukan identifikasi serta verifikasi konflik agraria sejak dini. 

Syahar berharap, langkah tersebu dapat mencegah konflik meluas sekaligus membuka ruang penyelesaian sebelum berujung pada benturan di lapangan.

Baca juga:
78 Titik Rawan Konflik Agraria Terdeteksi, Polri Soroti Carut-marut Data Kabareskrim Polri Komjen Syahardiantono mengungkap data yang menjadi dasar penanganan konflik agraria…
Tak Cuma Kurir, Polri dan Malaysia Kini Bidik Mastermind Sindikat… Direktorat Tindak Pidana (Dittipid) Narkoba Bareskrim Polri meneken nota kerjasama dengan kepolisian…
Kepala BIN Ogah Buka Pola Kerusuhan Demo 27 Agustus: Urusan… Badan Intelijen Negara (BIN) mengaku telah menginformasikan potensi kerusuhan dalam demonstrasi 27…
  • 78 Titik Rawan Konflik Agraria Terdeteksi, Polri Soroti Carut-marut Data
  • Tak Cuma Kurir, Polri dan Malaysia Kini Bidik Mastermind Sindikat Narkoba Internasional
  • Kepala BIN Ogah Buka Pola Kerusuhan Demo 27 Agustus: Urusan Polisi
Tag:Kabareskrimkonflik agrariaPolriRDPUSengketa Agraria
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Follow:
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan pemahaman akademis dengan pengalaman lapangan — termasuk meliput untuk tvOnenews.com sejak 2022.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
BYD Siapkan Denza N8L EV, SUV 6 Penumpang dengan Jarak Tempuh hingga 960 Km
By Hadi Febriansyah
Penampakan Denza N8L EV. (Sumber: Denza)
1
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, TransNusa Ambil Langkah Ini
By Hadi Febriansyah
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, TransNusa Ambil Langkah Ini
2
RUU Perampasan Aset Dipastikan Diketok 15 Desember, Sahroni: Besok Ribut Lagi
By Rika Pangesti
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni
3
Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Level III Siaga! Radius 3 Km Wajib Dihindari
By Natania Longdong
Lava pijar dari Gunung Anak Krakatau terlihat dari Pasauran, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (5/9/2026).
4
Jangan Kaget! Suhu Jakarta Hari Ini Bisa Tembus 35 Derajat, Cek Wilayahnya
By Syifa Fauziah
Ilustrasi aktivitas warga di tengah terik cuaca Jakarta.
5

BERITA LAINNYA

Kabareskrim Komjen Pol Syahardiantono (tengah). (Sumber: Antara Foto/eguh Prihatna/wsj)
Nasional

Kabareskrim Bongkar 5 Hambatan Penyidikan Mafia Tanah, 1 dan 2 Paling Sering Dijumpai

Pemberantasan mafia tanah ternyata tidak semudah mengejar pelaku dan menyita aset. Polri…

Rika Pangestidusep-malik
By
Rika Pangesti
Dusep Malik
27 menit lalu
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo (kedua kanan) bersama Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo (tengah) dan jajaran bersiap menyampaikan paparan dalam Refleksi Akhir Tahun 2025 Polri di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Selasa (30/12/2025).
Nasional

Prabowo Geram 138 Tersangka Karhutla Hanya Perorangan, Korporasi Mulai Dibidik

Presiden Prabowo Subianto mengaku tidak puas penyidikan kasus kebakaran hutan dan lahan…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owritedusep-malik
By
Rahmat Baihaqi
Dusep Malik
48 menit lalu
Ilustrasi Anggota Kepolisian
Nasional

Polri Akui Ada Anggota Jadi Backing Korporasi dalam Konflik Lahan, 1 Orang Kena Sanksi

Polri mengakui masih menemukan personelnya yang berpihak kepada korporasi dalam konflik agraria.Bahkan,…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
2 jam lalu
Ilustrasi Gedung DPR
Nasional

Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengancam, DPR Tegaskan Sekolah Terdampak Wajib PJJ

Komisi X DPR RI minta sekolah di wilayah terdampak abu vulkanik Gunung…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
2 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up