Pengamat politik, Hendri Satrio menepis anggapan bahwa rangkaian penahanan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Silmy Karim, mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, serta dua mantan wakil kepala BGN merupakan bagian dari agenda politik tertentu.
Ngga ada,”
kata Hendri Satrio singkat kepada Owrite.id, Kamis, 4 Juni 2026.
Saat ditanya mengenai dugaan adanya motif lain di balik penahanan sejumlah pejabat tersebut, Hendri menegaskan tidak melihat adanya agenda tersembunyi.
Gak ada agenda apa-apa ini,”
ucapnya.
Menurut sosok yang akrab disapa Hensat itu, perkara tersebut harus dilihat secara sederhana sebagai proses penegakan hukum terhadap pihak yang diduga melakukan pelanggaran.
Kalau salah, yaudah ditangkap gitu lah,”
tegas Hendri.
Apresiasi KPK dan Kejagung
Pandangan serupa juga disampaikan pengamat politik Fernando Emas. Ia justru menilai langkah yang dilakukan aparat penegak hukum menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memerangi korupsi, termasuk terhadap pejabat yang memiliki posisi strategis.
Saya mengapresiasi KPK dan Kejaksaan Agung yang melakukan proses hukum atas dugaan korupsi yang ada di Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kementerian Imigrasi,”
kata Fernando.
Dijelaskannya, tindakan hukum terhadap Dadan Hindayana dan Silmy Karim menjadi pesan penting bahwa pemberantasan korupsi tidak berhenti pada slogan politik semata.
Ini bukti keseriusan Pemerintahan Prabowo Subianto melawan korupsi,”
jelasnya.
Fernando juga menilai, langkah tegas terhadap dugaan korupsi di lingkungan pemerintahan dapat memberikan dampak positif terhadap persepsi publik maupun pelaku pasar.
Diharapkan keseriusan Presiden melakukan pemberantasan korupsi, termasuk terhadap orang-orang disekitarnya bisa menambah tingkat kepercayaan publik dan pasar modal,”
terangnya.
Karena itu, ia menolak anggapan bahwa proses hukum yang sedang berjalan hanya dimaksudkan untuk menutupi persoalan lain yang tengah menjadi perhatian masyarakat.
Sehingga tidak ada niatan hanya untuk mengalihkan isu terkait dengan lemahnya rupiah dan ramainya perbincangan terkait kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto,”
tegas Fernando.


