Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Politik

Prabowo Bongkar Alasan Berkali-kali Maju Pilpres: Indonesia Salah Arah dari 90-an

Presiden RI Prabowo Subianto menilai kondisi Indonesia sejak tahun 1990 sudah menuju arah jalan yang salah.

Presiden RI Prabowo Subianto dalam pembukaan Munas HIPMI XVIII di Bandar Lampung, Rabu, 10 Juni 2026.
Presiden RI Prabowo Subianto dalam pembukaan Munas HIPMI XVIII di Bandar Lampung, Rabu, 10 Juni 2026. (Foto: YouTube Setpres).

Presiden RI Prabowo Subianto menilai, Indonesia sejak tahun 1990 sudah menuju arah jalan yang salah. Alasan itu yang memicu Prabowo untuk maju sebagai calon Presiden RI sehingga ia bertarung selama empat kali dalam kontestasi pemilu presiden atau pilpres.

Dia mengatakan untuk mencapai posisi RI-1 saat ini, dirinya mesti melewati pilpres sebanyak empat kali. Dari empat kontestasi pilpres, ia kalah empat kali.

Pun, ia menyinggung sudah pernah mendaftar sebagai bakal capres dengan mengikuti konvensi Partai Golkar pada 2004. Namun, saat itu, ia kalah bersaing.

Iklan

Saya usaha jadi Presiden dari 2004. Konvensi Golkar yakan 2004. (Pipres) 2009, 2014, 2019, 2024. Lima kali, empat kali kalah orang bingung sudah empat kali kalah masih mau maju lagi,”

kata Prabowo dalam pembukaan Munas HIPMI XVIII di Bandar Lampung, Rabu, 10 Juni 2026.

Prabowo menjelaskan alasan yang memicunya untuk terus maju sebagai Presiden karena Indonesia dinilainya berjalan menuju arah yang salah.

Dia menyinggung adanya analis-analis dari podcast bahwa dirinya ngebet jadi Presiden hingga mencoba beberapa kali dalam pilpres.

Kenapa saya ingin jadi presiden? Saya ingin jadi presiden karena saya sudah lihat dari tahun 90-an Indonesia menuju arah yang salah, saya sudah melihat,”

lanjut Prabowo.

Saya bukan mau jadi presiden hanya untuk jadi presiden. Lu kira enak? Iya kan,”

ujar Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Prabowo menyinggung, para elite bangsa yang kejam. Ia menilai para elite tersebut menyukai keributan.

Padahal, kata dia, rakyat ingin hidup yang baik sehingga perlu ada kerukunan.

Rakyat tidak. Rakyat paling mengerti, rakyat ngerti bahwa untuk dapat hidup yang baik harus ada kerukunan. Harus ada paguyuban. Harus ada kerja sama. Harus ada saling mengisi, bukan saling menghantam,”

tutur Prabowo.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Asisten Redaktur

    Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.