Gelombang aksi mahasiswa yang mengkritik kondisi ekonomi dan kinerja pemerintah ternyata tidak hanya berlangsung di jalanan.
Perdebatan juga memanas di ruang media sosial, di mana berbagai narasi saling berhadapan menyusul demonstrasi yang menyoroti isu pelemahan rupiah, kenaikan harga BBM nonsubsidi, hingga melambungnya harga kebutuhan pokok.
Pemain film sekaligus komedian Oki Rengga ikut menyoroti fenomena tersebut. Dia mengaku melihat munculnya gelombang narasi tandingan di media sosial, setelah kritik terhadap pemerintah semakin ramai disuarakan oleh mahasiswa dan masyarakat.
Pemerintah Mainkan Buzzer di Ruang Digital
Menurut Oki, respons yang muncul di ruang digital membuatnya berkesimpulan bahwa ada pihak-pihak yang berusaha mempertahankan kebijakan pemerintah dari kritik publik.
Melihat aksi balasan dari pemerintah lewat media sosial, rasanya kayak, udahlah, mereka ternyata juga sekuat tenaga mempertahankan kesalahan demi keuntungan mereka,”
tulis Oki yang dikutip dari media sosial thread pribadinya, Minggu, 14 Juni 2026.
Remain Film Agak Lain itu juga menyinggung keberadaan akun-akun yang menurutnya aktif membangun narasi tertentu di media sosial untuk merespons kritik yang berkembang.
Buzzer-nya, narasinya, bener bener solid. Gilak sih. Mari beramai ramai abaikan buzzer-buzzer yang membuat kita emosi, percayalah, niat kita baik kok,”
sambungnya.
Kalau Kebijakan Bagus Rakyat Pasti Berpihak
Oki menegaskan, kritik yang disampaikan masyarakat tidak selalu dilandasi kebencian terhadap pemerintah. Buat Oki, dukungan tetap akan diberikan apabila kebijakan yang dijalankan dinilai berpihak kepada rakyat.
Kalau pemerintahannya baik, kita dukung penuh, kalau nggak sesuai, masa dibiarin terus,”
jelasnya.
Lanjut Oki, sebagian masyarakat selama ini sebenarnya ingin menyampaikan aspirasi dan keresahan mereka terkait berbagai persoalan yang dirasakan sehari-hari. Namun, banyak warga merasa suaranya tidak mendapatkan perhatian yang cukup.
Kita pengen bersuara selama ini, cuma bingung gimana caranya supaya didengar. Kayak ngomong sama batu,”
ungkap Oki.


