Gelombang kritik terhadap forum diskusi yang menghadirkan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko, dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono di Universitas Gadjah Mada (UGM) belum mereda.
Kali ini, sorotan datang dari Inayah Wahid, putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Ia mempertanyakan format diskusi yang dinilai tidak menghadirkan keberagaman pandangan, dan justru menyerupai ajang promosi kelompok tertentu.
Menurut Inayah, sebuah forum akademik semestinya menghadirkan perspektif yang beragam agar terjadi pertukaran gagasan yang sehat.
Tetapi jika seluruh pembicara berasal dari kelompok yang sama dan dipandu pihak yang memiliki kecenderungan serupa, maka substansi diskusi menjadi patut dipertanyakan.
Kalau narsum 3 orang sejenis dan dari kubu yang sama semua, dengan host yang punya track record bias ke kelompok yang sama, itu namanya bukan diskusi, tapi product marketing,”
tulis Inayah Wahid yang dikutip dari laman media sosial X-nya, Rabu, 17 Juni 2026.
Inayah bahkan melontarkan sindiran tajam terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam forum tersebut.
Pelakunya biasanya disebut sales,”
tegasnya.
Pernyataan Inayah muncul setelah forum yang digelar di kawasan Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM berakhir ricuh dan dibubarkan mahasiswa.
Sejumlah mahasiswa menilai kegiatan tersebut lebih menyerupai panggung pembelaan pemerintah daripada ruang dialog yang kritis dan terbuka.
Kritik Inayah menambah panjang daftar tanggapan publik terhadap acara yang juga melibatkan platform media politik sebagai penyelenggara.
Bagi sebagian kalangan, kontroversi tersebut menunjukkan pentingnya menjaga independensi forum akademik agar tidak berubah menjadi ruang yang hanya menguatkan satu narasi politik tertentu.


