Polemik mengenai pengakuan pengurus BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK) yang menerima uang dari pihak kepolisian usai menghadiri pertemuan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus menuai reaksi.
Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti Dheni Ribowo mengatakan, gerakan mahasiswa tidak boleh menjadi objek intervensi, apalagi diarahkan untuk meredam kritik terhadap pemerintah yang muncul dari keresahan masyarakat.
Menurutnya, perjuangan mahasiswa sejak awal dibangun untuk memperjuangkan kepentingan publik dan mengawal penyelesaian berbagai persoalan bangsa, bukan untuk dijadikan alat kepentingan pihak tertentu.
Kami tentu tidak membenarkan tindakan tersebut. Perlu dipahami bahwa setiap perjuangan dan gerakan mahasiswa pada dasarnya bertujuan untuk memperjuangkan kepentingan rakyat serta mendorong penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,”
kata Dheni Ribowo saat dihubungi Owrite, Selasa, 23 Juni 2026.
Dikatakan Dheni, tidak boleh ada upaya mengendalikan arah gerakan mahasiswa melalui pendekatan apa pun, termasuk melalui bantuan superti uang, fasilitas, maupun bentuk-bentuk kedekatan dengan kekuasaan.
Oleh karena itu, tidak boleh ada bentuk kanalisasi, intervensi, maupun kooptasi terhadap gerakan mahasiswa oleh pihak manapun,”
ujarnya.
Dheni menilai jika benar terdapat upaya-upaya untuk memengaruhi sikap mahasiswa, hal tersebut justru menunjukkan kegagalan pemerintah dalam menjawab substansi kritik yang selama ini disampaikan publik.
Upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah ataupun aparat penegak hukum untuk membatasi, mengendalikan, atau mengarahkan gerakan mahasiswa justru menunjukkan ketidakmampuan mereka dalam merespons substansi tuntutan yang disampaikan masyarakat,”
tegasnya.
Dheni menambahkan, fenomena tersebut juga dapat dibaca sebagai respons atas meningkatnya gelombang kritik terhadap berbagai persoalan nasional yang belum terselesaikan.
Tindakan tersebut juga mencerminkan ketakutan terhadap menguatnya gelombang kritik dan protes publik yang lahir akibat berbagai persoalan yang tidak kunjung diselesaikan,”
ucapnya.
Meski demikian, Dheni menyadari bahwa upaya intervensi, kooptasi, atau pengaruh dari pihak tertentu bisa saja terjadi dan menghampiri siapa saja.
Karena itu, ia menekankan bahwa komitmen perjuangan tidak boleh dikompromikan oleh kepentingan politik maupun kekuasaan.
Bagi kami, komitmen perjuangan tidak dapat ditawar oleh kepentingan apa pun. Selama nilai-nilai yang menjadi dasar gerakan tetap dijaga, ruang bagi upaya-upaya tersebut akan sangat sulit masuk,”
jelasnya.
Dheni menyatakan, sikap politik mahasiswa harus tetap independen dan berpihak kepada kepentingan rakyat.
Kami berpegang pada nilai Trisakti, khususnya prinsip berdaulat dalam politik, yang mengajarkan kami untuk mengambil keputusan secara independen dan berpihak pada kepentingan rakyat. Itulah yang menjadi landasan kami dalam menentukan sikap dan arah perjuangan,”
tutupnya.











![Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (tengah) berbincang dengan perwakilan mahasiswa pengunjuk rasa usai pertemuan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (15/6/2026). [Foto: ANTARA FOTO/Fauzan].](https://www.owrite.id/wp-content/uploads/2026/06/Mahasiswa-temui-Wapres-Gibran-di-Istana-Wapres_Owrite-300x169.webp)







