Presiden RI Joko Widodo sudah mulai safari politik untuk mendongkrak elektoral Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Safari politik pertama Jokowi bersama PSI dimulai dari Lampung pada akhir pekan lalu.
Pakar politik Adi Prayitno menganalisa, manuver Jokowi bisa percuma karena perolehan elektoral tergantung kerja terukur politik PSI. Dia mengingatkan politik di pilpres dan pileg berbeda.
Di Pilpres pemilih hanya pilih dua atau tiga calon. Wajah capres cawapres dipampang di kertas suara,”
kata Adi kepada Owrite, Senin, 29 Juni 2026.
Adi menuturkan, mesin politik yang jadi ujung tombak di pileg adalah calon legislator atau caleg yang diusung. Jika salah mengusung caleg, elektoral yang diharapkan bisa gagal.






