Elite Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengklaim pengaruh safari politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi sudah terbukti, dengan adanya sejumlah tokoh yang bergabung dengan partai berlambang gajah itu menjelang Pemilu 2029.
Terkait hal itu, pengamat komunikasi politik Jamiluddin Ritonga mengkritisi klaim PSI soal Jokowi effect tersebut. Menurutnya, hal itu tak cukup kuat untuk menyatakan adanya Jokowi effect hanya karena ada beberapa tokoh yang bergabung ke PSI.
Jokowi effect baru nyata bila ada eksodus besar-besaran dari kader berbagai partai ke PSI. Kader partai itu juga yang punya posisi sentral di partainya atau punya jabatan tertentu di eksekutif dan legislatif,”
kata Jamil, sapaan akrabnya, kepada Owrite, Kamis, 2 Juli 2026.
Bagi Jamil, jika hanya para mantan anggota legislatif, mantan bupati atau wali kota, dan mantan-mantan lainnya yang berlabuh ke PSI, itu hal biasa.
Sebab, sejarah partai di Indonesia perpindahan semacam itu hal yang umum terjadi,”
jelas Jamil.
Menurut dia, perpindahan kader parpol sering terjadi karena di partainya sudah tak mendapat posisi strategis lagi. Maka itu, untuk mencari keruntungan baru, kader partai tersebut loncat ke partai lain untuk dapat posisi yang lebih strategis.
Posisi strategis itu diperlukan untuk menjadi nilai tawar pada pileg mendatang. Harapannya tentu di partai baru nantinya bisa mendapat nomor cantik (jadi) bila menjadi caleg,”
ujar dosen Universitas Esa Unggul itu.
Klaim Berlebihan
Jamil menyindir klaim Jokowi effect itu sangat tak mendasar. Sebab, seseorang pindah partai dengan motif yang beragam, bukan karena pengaruh Jokowi.
Dia menilai, ada kesan kader PSI terlalu berlebihan dalam bicara pengaruh Jokowi.
Karena itu, ada kesan PSI terlalu membesar-besarkan pengaruh Jokowi. Celakanya pengaruh itu bisa jadi hanya imajinasi para kader PSI,”
ujar eks Dekan FIKOM IISIP itu.
Lebih lanjut, Jamil mengatakan figur Jokowi hanya mantan Presiden yang sudah tak punya pengaruh kuat.
Padahal, Jokowi saat ini hanya mantan presiden yang pengaruh sudah pada titik nadir terendah,”
ujarnya.
Sebelumnya, Ketua DPP PSI Dedek Prayudi alias Uki mengklaim kehadiran Jokowi dalam safari politik mendorong banyak tokoh di berbagai daerah ikut merapat ke PSI.
Uki mengatakan efek itu mulai terlihat dari bergabungnya ke PSI sejumlah eks kepala daerah, mantan pimpinan DPRD, anggota DPRD, hingga tokoh masyarakat. Ia menyebut punya basis elektoral di wilayah masing-masing.
Dengan adanya Jokowi Effect, bergabungnya Pak Jokowi ke PSI, banyak sekali tokoh-tokoh yang ikut bergabung ke PSI,”
kata Uki lewat video pendek yang dikutip dari akun X pribadinya, Rabu, 1 Juli 2026.
Uki bilang meski tahapan pencalonan legislatif maupun pemilihan kepala daerah masih lama, proses konsolidasi politik sudah mulai dilakukan sejak sekarang.
Memang pencalonan masih lama. Tetapi, sejak Pak Jokowi bergabung sudah ada tokoh-tokoh yang punya nama di Jawa Tengah, mantan ketua DPRD, anggota DPRD, hingga para kepala daerah yang ikut bergabung,”
ujarnya.
























