DPR RI merespons wacana Presiden RI Prabowo Subianto menggabungkan Badan Geologi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Ketua Komisi XII DPR Melchias Markus Mekeng menilai penggabungan itu masuk akal sebagai bagian dari upaya merampingkan organisasi pemerintah.
Menurut saya usulan pak Presiden masuk akal agar terjadi perampingan organisasi yang jenis pekerjaannya dan tujuannya sama agar mulai dilakukan efisiensi dari lembaga-lembaga,”
kata Mekeng, Selasa, 8 September 2026.
Mekeng mengatakan lembaga yang memiliki jenis pekerjaan dan tujuan yang beririsan memang perlu dievaluasi.
Menurut dia, efisiensi kelembagaan menjadi alasan yang cukup kuat untuk menindaklanjuti usulan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan setelah Prabowo dalam rapat terbatas membahas kemungkinan menggabungkan Badan Geologi dengan BMKG.
Wacana itu muncul dengan mempertimbangkan posisi Indonesia yang berada di kawasan ring of fire atau Cincin Api Pasifik.
Sebagai mitra Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Komisi XII DPR pun membuka ruang untuk mendorong realisasi usulan tersebut apabila pemerintah mengajukannya secara resmi.
Mekeng bahkan menyampaikan Komisi XII akan mendukung langkah tersebut jika pembahasan mengenai penggabungan Badan Geologi dan BMKG masuk ke parlemen.
Ya, kalau nanti ada usulan rapat masalah ini kita mendukung usulan Presiden,”
ujar politikus Partai Golkar tersebut.
Dukungan Komisi XII tidak berhenti pada gagasan perampingan organisasi. Pun, saat ditanya terkait posisi Badan Geologi yang saat ini berada dalam lingkup Kementerian ESDM, Mekeng juga menilai integrasi dengan BMKG merupakan pilihan yang baik.
Menurutnya, pertimbangannya bagaimana fungsi kebumian dan geofisika bisa ditangani dalam satu kelembagaan. Hal itu terutama untuk negara dengan tingkat kerawanan bencana geologi yang tinggi.
Lantas, saat ditanya soal opsi mempertahankan fungsi geologi seperti sekarang atau mengintegrasikannya dengan BMKG, Mekeng menilai penggabungan keduanya juga jadi pilihan yang baik.
Disatukan juga bagus,”
kata Mekeng.























