Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Saan Mustopa merespons pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) soal kekuasaan yang memiliki batas.
Saan mengingatkan pentingnya menjaga soliditas koalisi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di tengah berbagai tantangan yang dihadapi pemerintah. Saan mengatakan batas kekuasaan pada dasarnya sudah diatur dalam konstitusi.
Ya, kan memang Undang-Undang Dasar kita kan mengatur bahwa masa jabatan itu kan ada periodisasinya. Maksimal kan dua periode, kan. Dan, itu kan sudah diatur dalam Undang-Undang Dasar,”
kata Saan, Rabu, 9 September 2026.
Menurut Saan, pernyataan AHY merupakan sikap politik Partai Demokrat yang disampaikan melalui ketua umumnya. Karena itu, Nasdem menghormati sikap politik tersebut.
Namun, Saan mengingatkan agar sikap politik setiap partai terutama yang berada dalam koalisi pemerintahan, tetap mempertimbangkan stabilitas politik.
Sebab, pemerintah saat ini menghadapi tantangan baik di dalam negeri maupun dari situasi internasional.
Tentu itu merupakan sikap, ya, sikap politik dari Partai Demokrat yang disampaikan melalui ketua umumnya. Dan, tentu sebagai sebuah sikap politik sebuah partai, kita menghormati dan menghargai saja,”
ujarnya.
Saan menilai kondisi tersebut justru membutuhkan kebersamaan antarpartai pendukung pemerintah.
Ia berharap seluruh partai dalam koalisi memiliki komitmen yang sama untuk mengawal pemerintahan Prabowo.
Menurut dia, partai-partai koalisi perlu bersama-sama memastikan program prioritas dan kebijakan strategis pemerintah dapat berjalan. Karena itu, pernyataan politik yang disampaikan elite partai seharusnya tidak menimbulkan ketidakpastian di dalam koalisi.
Maka sikap-sikap terbaik yang, sikap-sikap politik, itu tetap harus mengedepankan semangat untuk memberikan jaminan kepastian dan stabilitas politik agar program ini bisa berjalan dengan baik,”
kata Saan.
Saan juga menanggapi anggapan bahwa pernyataan AHY berpotensi menimbulkan kegaduhan di internal koalisi. Ia menyebut pernyataan tersebut bisa memunculkan berbagai tafsir.
Ya, menurut saya bahwa interpretasi terhadap, statement tersebut ada multi interpretasi, multi tafsir, itu hal yang biasa,”
tuturnya.
Namun, Saan berharap para pimpinan partai yang tergabung dalam koalisi lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan politik. Menurutnya, jangan sampai perbedaan tafsir justru membuat suasana internal koalisi menjadi tidak kondusif.
Makanya semua pimpinan partai yang tergabung dalam koalisi hendaknya memberikan sebuah pernyataan politik atau statement politik yang bisa membuat situasi atau kekompakan di internal koalisi,”
ujarnya.
Saan bilang Nasdem berharap koalisi tetap solid dan memiliki komitmen yang sama dalam mengawal pemerintahan Prabowo. Ia menyerahkan penilaian soal apakah pernyataan AHY mengganggu kekompakan koalisi kepada masing-masing partai.
Setidaknya Nasdem berharap bahwa koalisi ini tetap solid. Koalisi ini tetap punya komitmen yang sama untuk mengawal pemerintahan Pak Prabowo ini, program-programnya, kebijakan-kebijakannya bisa terealisasi dengan baik,”
kata Saan.
Saan juga menepis jika persoalan tersebut semata-mata dibaca sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap pemerintahan Prabowo.
Menurutnya, jika partai berada di dalam barisan koalisi, maka setiap persoalan pemerintah juga menjadi tanggung jawab bersama.
Ya kalau ketidakpuasan kan, ada dalam barisan koalisi, harusnya sama-sama bertanggung jawab, bagaimana mengatasi persoalan-persoalan yang ada yang dihadapi oleh pemerintah, kan gitu loh,”
ujarnya.
Ia mencontohkan sejumlah persoalan yang menurutnya membutuhkan soliditas politik, mulai dari kebakaran hutan hingga bencana di Nusa Tenggara Timur dan erupsi Anak Gunung Krakatau.
Jadi, bukan soal ketidakpuasan atau apa. Tapi, kita harus sama-sama bertanggung jawab, bersama-sama untuk sama-sama mengatasi semua persoalan,”
kata Saan.
Menurut Saan, berbagai persoalan tersebut menjadi alasan mengapa soliditas internal koalisi penting dijaga. Ia kembali mengingatkan agar perbedaan tafsir di antara partai pendukung pemerintah tidak berkembang menjadi persoalan politik baru.
Sekali lagi, soliditas di internal koalisi itu menjadi sangat penting. Jangan sampai nanti di internal koalisi, ada tafsir yang berbeda, gitu,”
ujar Saan.
























