Elektabilitas Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dinilai belum cukup kuat untuk menembus tiga besar bursa calon presiden 2029.
Pengamat Politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, menilai posisi AHY masih sangat mungkin berubah karena dinamika elektabilitas bersifat fluktuatif dan perjalanan menuju Pilpres 2029 masih menyisakan waktu panjang.
Elektabilitas AHY hingga saat ini memang masih dibawah Prabowo Subianto, Dedi Mulyadi (KDM), dan Anies Baswedan. AHY memang belum mampu menyodok tiga besar,”
ujarnya kepada Owrite, Jumat, 11 September 2026.
Menurut Jamiluddin, apabila hanya melihat angka survei saat ini, peluang AHY untuk maju sebagai capres 2029 memang relatif kecil. Sebab, elektabilitas AHY masih berada di bawah sejumlah nama yang saat ini mendominasi papan atas.
Kalau melihat hasil survei saat ini tentu peluang AHY untuk maju capres pada Pilpres 2029 relatif kecil. Sebab, elektabilitas AHY masih relatif jauh dibawah Prabowo, Dedi, dan Anies,”
ucapnya.
Hasil Survei Bukan Akhir
Namun, Jamiluddin mengingatkan agar hasil survei saat ini tidak diperlakukan sebagai gambaran final pertarungan Pilpres 2029.
Jamiluddin menilai, elektabilitas seorang tokoh dapat bergerak naik atau turun tergantung isu yang berkembang dan momentum ketika survei dilakukan.
Namun namanya hasil survei cenderung fluktuasi. Naik turunnya elektabilitas seseorang banyak ditentukan oleh isu yang berkembang saat survei dilaksanakan,”
paparnya.
Karena itu, ia menilai AHY masih memiliki ruang untuk mengejar ketertinggalannya. Apalagi, sejumlah hasil survei menunjukkan elektabilitas AHY tetap berada di papan atas, meski belum mampu menembus tiga besar secara konsisten.
Dalam survei IPO Agustus 2026, misalnya, AHY berada di posisi keempat dengan 4,5%, unggul tipis dari Gibran Rakabuming Raka yang memperoleh 3,9%.
Jadi, meskipun elektabilitas AHY masih dibawah Prabowo, Dedi dan Anies, namun peluangnya naik masih besar,”
jelasnya.
Jamiluddin melihat waktu menjadi modal penting bagi AHY. Pilpres 2029 masih sekitar tiga tahun lagi, sehingga perubahan peta politik, popularitas tokoh, kinerja pemerintahan, serta isu yang berkembang dapat mengubah posisi para kandidat secara signifikan.
Sebab beberapa hasil survei terakhir menunjukkan elektabilitas AHY merangkak terus naik, meskipun kenaikannya tidak besar,”
ungkapnya.
Menurutnya, AHY tidak perlu terburu-buru menyimpulkan peluangnya tertutup hanya karena belum masuk tiga besar. Justru, ruang hingga mendekati akhir 2028 dapat dimanfaatkan untuk memperkuat elektabilitas dan memperkecil jarak dengan kandidat-kandidat di atasnya.
Karena itu, masih ada peluang bagi AHY untuk meningkatkan elektabilitasnya setidaknya hingga mendekati akhir tahun 2028,”
pungkasnya.






















