Ketua Umum Barisan Rakyat Nusantara (Baranusa) Adi Kurniawan menyorot dugaan biaya pengerahan peserta aksi dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Monas, Jakarta Pusat.
Merujuk informasi yang ia ketahui, setiap individu yang hadir memperoleh uang saku sebesar Rp150.000 hingga Rp200.000, ditambah paket sembako sekitar Rp300.000. Dengan demikian, total yang diterima per orang sekira Rp450.000-Rp500.000.
Jika jumlah peserta diperkirakan mencapai 100.000 orang, maka total anggaran untuk pengerahan massa saja menyentuh Rp45 miliar. Angka ini belum termasuk biaya lain seperti penyelenggara acara, panggung, peralatan, transportasi, konsumsi, serta kebutuhan teknis lainnya yang tentu juga memerlukan anggaran besar,”
kata Adi dalam keterangan tertulis, Jumat, 1 Mei 2026.
Klaim Tidak Pakai APBN
Di tengah efisiensi anggaran yang terus digaungkan pemerintah, publik berhak mempertanyakan apakah kegiatan ini bersumber dari kocek APBN atau pihak lain. Meski Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea telah mengklarifikasi dengan membantah bahwa perayaan May Day menggunakan dana APBN.
Gani menegaskan kegiatan tersebut didukung oleh sumber internal organisasi serta pihak lain yang sah, bukan dari anggaran negara.
Pernyataan ini patut dicatat, namun belum sepenuhnya menjawab kebutuhan akan transparansi publik. Jika benar bukan berasal dari APBN, maka menjadi penting untuk menjelaskan secara terbuka sumber pendanaan tersebut agar tidak menimbulkan spekulasi liar di tengah masyarakat,”
ujar Adi.
May Day sejatinya adalah momentum perjuangan buruh—ruang untuk menyuarakan keadilan sosial, kesejahteraan, dan perlindungan hak pekerja. Namun, bila perayaan ini dibayangi isu mobilisasi berbayar dengan anggaran fantastis, maka esensi perjuangan buruh berpotensi terdistorsi.
Baranusa menilai setiap kegiatan besar yang mengatasnamakan rakyat harus berdiri di atas prinsip akuntabilitas dan keterbukaan.
Transparansi bukan sekadar pilihan, melainkan kewajiban moral dalam menjaga kepercayaan publik,”
ucap Adi.

Bela Warga Negara
Dalam perayaan satu tahunan ini, Presiden Prabowo mengapresiasi apresiasi atas undangan yang diberikan kepadanya untuk hadir bersama di Monas.
Dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk buruh, petani, nelayan, dan pekerja, menurut presiden menjadi salah satu fondasi dalam kepemimpinannya. Ia pun berkomitmen untuk terus mengabdikan diri bagi rakyat.
Saya bertekad, saya bersumpah untuk berjuang untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia, dan terutama mereka-mereka yang hidupnya masih sulit,”
kata dia.
Presiden menekankan keberpihakan kepada rakyat merupakan tanggung jawab utama pemerintah yang dipimpinnya dan memastikan bahwa seluruh jajarannya bertekad sama untuk tidak ragu membela kepentingan rakyat.


