Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 4 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • Sepak Bola
  • MBG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Gizi Jalan Nalar Tertinggal: P2G Sentil MBG Tak Seimbang, Desak Pemerintah Lakukan Pembenahan
Nasional

Gizi Jalan Nalar Tertinggal: P2G Sentil MBG Tak Seimbang, Desak Pemerintah Lakukan Pembenahan

owrite-adi-briantikaAmin Suciady
Last updated: Mei 4, 2026 2:20 pm
Adi Briantika
Amin Suciady
Share
Relawan mengemas menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Polda Sultra, Kendari, Sulawesi Tenggara.
Relawan mengemas menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Polda Sultra, Kendari, Sulawesi Tenggara. (ANTARA FOTO/Andry Denisah/wsj)
SHARE

Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) mendorong pemerintah segera mengadopsi intervensi pedagogis untuk mengatasi krisis kognitif pada anak-anak Indonesia. 

Intervensi ini dinilai penting, agar pemenuhan gizi fisik melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) seimbang dengan kualitas nalar dan kecerdasan murid. 

Intervensi yang paling jelas yaitu pembelajaran mendalam. Karena selama ini proses pembelajaran di sekolah, menurut laporan Bank Dunia, yaitu schooling without learning. Anak-anak bersekolah tetapi mereka tidak mendapatkan pembelajaran berkualitas,” 

kata Koordinator Nasional P2G Satriwan Salim, kepada Owrite.id, Senin, 4 Mei 2026.

Bank Dunia dalam Human Capital Indeks (2020), memproyeksikan anak-anak Indonesia yang lahir 2020-an hanya mampu menggunakan potensi produktivitas sebesar 54 Persen pada 2038 (jauh di bawah Singapura sebesar 88 persen dan rata-rata dunia 56 persen).

Posisi Indonesia juga di bawah Malaysia, Vietnam, dan Thailand. Kondisi ini menghambat cita-cita menuju Generasi Emas 2045.

Buruknya kemampuan literasi dan numerasi anak-anak Indonesia, secara ekonomi dapat menyebabkan potential loss periode 2025-2029 sampai Rp1.123,4 triliun.

Hal itu merujuk perhitungan dalam laporan World Literacy Foundation (2022) berjudul The Economic and Social Cost of Illiteracy, kalkulasi kerugian akibat buta membaca dan buta matematika, diasumsikan pada 1,2 persen dari GDP Indonesia. 

Indonesia dikategorikan sebagai negara emerging (menuju negara maju) dengan GDP sebesar USD 1,139 triliun (2022). Tahun 2025, GDP Indonesia naik menjadi 1,443 triliun.

Jangan sampai menuju 2045, anak-anak Indonesia badannya sehat karena MBG, tapi nalarnya rusak karena tidak mampu memahami apa yang dibaca dan lemah dalam memahami atau menghitung angka-angka. Ini generasi paradoks,”

ucap Satriwan.

Karena pembelajaran yang didapatkan oleh murid-murid itu baru pembelajaran yang levelnya surface learning. Indonesia harus bertransformasi dari surface learning menuju deep learning yang membangun nalar kritis dan kesadaran untuk berpikir.

Siswa dapat berpikir kritis yang membangun kebermaknaan di dalam pembelajaran, yang mereka pelajari itu ada relasi secara kontekstual dengan kehidupan nyata.

Sehingga mereka mampu membangun kemampuan untuk pemecahan masalah secara hayat berdasarkan pembelajaran di kelas.

Bagaimana pembelajaran itu bermakna, yang kemudian membangun animo anak untuk belajar, terbangun inspirasinya ketika belajar. Konteks seperti inilah yang harus dibangun ekosistemnya oleh guru melalui pendekatan pembelajaran mendalam,”

ucap Satriwan. 

Pelatihan guru jangan lagi bersifat business as usual, melainkan dengan prinsip berkualitas, berdampak, berkelanjutan, pendampingan, evaluasi, dan tindak lanjut guna membenahi kompetensi guru, membangun kualitas proses pembelajaran termasuk dalam aspek literasi-numerasi, dan mutu hasil belajar murid. 

Pelatihan tersebut mesti melibatkan organisasi profesi guru dan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) secara sinergis dan berkelanjutan.

Pembelajaran yang didapatkan haruslah bermakna bagi murid, membangun kesadaran kritis, murid mampu mencari solusi atas persoalan kontekstual, serta yang dialogis dan menarik.

Ekosistem pembelajaran seperti inilah yang dibangun melalui pendekatan pembelajaran mendalam. 

Tag:MBGPelajarPendidikanPerhimpunan Pendidikan dan Guru
Share This Article
Email Salin Tautan Print
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Amin Suciady
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Redaktur Pelaksana di OWRITE Media, memiliki keahlian dalam komunikasi strategis, media relations, serta penyampaian informasi yang efektif.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Hakim Ketua Kolonel Chk Fredy Ferdian Isnartanto (kedua kiri) memimpin sidang perdana kasus penyiraman air keras kepada aktivis KontraS Andrie Yunus dengan terdakwa Lettu Sami Lakka, Kapten Nandala Dwi Prasetya, Lettu Budhi Hariyanto Cahyono dan Serda Edi Sudarko di Pengadilan Militer II-08, Jakarta, Rabu (29/4/2026). Sidang tersebut beragendakan pembacaan dakwaan oleh Oditur Militer terkait kasus penyiraman air keras kepada aktivis KontraS, Andrie Yunus pada 12 Maret 2026.
Hukum

TAUD Ungkap Sederet Kejanggalan Sidang Air Keras: Nihil Barang Bukti hingga Kelucuan Hakim

Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) menyoroti kejanggalan terhadap 4 terdakwa kasus penyiraman air keras Andrie Yunus. Pembacaan dakwaan berlangsung saat sidang perdana di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, 29 April 2026.…

By
Rahmat
Adi Briantika
4 Min Read
Gambar ilustrasi RPP Tugas TNI
Nasional

(Part I) Gurita Kewenangan RPP Tugas TNI: Jalur Senyap Militer Perluas Cengkraman di Ranah Sipil

Draf Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Tugas TNI, per April 2026, masih dalam tahap perumusan internal dan belum final. Dokumen ini memuat 144 pasal sebagai turunan Undang-Undang Nomor 3 Tahun…

By
Adi Briantika
Amin Suciady
5 Min Read
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Purbaya Mau Copot 2 Pejabat DJP Gegara Restitusi Pajak Membengkak, Siapa?

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan mencopot dua pejabat di Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Langkah ini dilakukan karena mereka dinilai tidak mengendalikan pencairan restitusi pajak dengan baik.  Purbaya mengatakan, sudah…

By
Anisa Aulia
Dusep
2 Min Read

BERITA LAINNYA

TAUD mengatakan kasus penyiraman air keras Andrie Yunus yang dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri kini ditangani oleh Polda Metro Jaya.
Nasional

Polda Metro Jaya Tangani Kasus Andrie Yunus, Pemeriksaan Saksi Berlanjut

Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) mengungkap laporan kasus penyiraman air keras Wakil…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat
Adi Briantika
3 jam lalu
Buruh yang tergabung dalam Forum Komunikasi Buruh Bersatu DIY melakukan aksi damai memperingati Hari Buruh Internasional di Tugu Pal Putih, Yogyakarta
Nasional

KSPSI Kritik Permenaker 7/2026: Aturan Outsourcing Baru Jebakan bagi Buruh

Pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 7 Tahun 2026 tentang Pekerjaan Alih…

owrite-adi-briantikaIvan OWRITE
By
Adi Briantika
Ivan
5 jam lalu
Seorang guru menata gawai milik siswa yang dikumpul sebelum memulai kegiatan belajar mengajar di SMPN 10 Kendari, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (10/4/2026). Pihak sekolah setempat menerapkan aturan tentang penggunaan gawai selama jam pembelajaran untuk memberikan lingkungan digital yang aman dalam mendukung penerapan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17/2025 tentang Pelindungan Anak di Ruang Digital atau PP Tunas dalam lingkungan pendidikan. ANTARA FOTO/Andry Denisah
Nasional

Krisis Guru Kian Parah: Pemerintah Lamban Lakukan Rekrutmen, Pendidikan RI di Titik Nadir

Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) memberi catatan dalam rangka refleksi Hari Pendidikan…

owrite-adi-briantikaAmin Suciady
By
Adi Briantika
Amin Suciady
6 jam lalu
Tangkapan layar video Amien Rais yang viral usai tanggapi kedekatan Presiden Prabowo dan Teddy Indra Wijaya. (Foto X/@Korban Ceklist Satu)
Nasional

Tak Gentar Diseret ke Meja Hijau Soal Video Prabowo-Teddy, Ini Syarat dari Amien Rais

Amien Rais menegaskan, siap menghadapi proses hukum terkait video pernyataannya soal kedekatan…

Amin Suciady
By
Amin Suciady
1 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up