Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 6 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • Sepak Bola
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Perkara Mark Up Proyek Kereta Whoosh Mandek, KPK Berdalih Sibuk OTT
Hukum

Perkara Mark Up Proyek Kereta Whoosh Mandek, KPK Berdalih Sibuk OTT

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
Last updated: Mei 5, 2026 12:28 pm
Rahmat
Adi Briantika
Share
Kereta Cepat Whoosh layanan kereta cepat pertama di Asia Tenggara menghubungkan Jakarta (Stasiun Halim) dan Bandung (Stasiun Padalarang/Tegalluar) dengan kecepatan hingga 350 km/jam
Kereta Cepat Whoosh layanan kereta cepat pertama di Asia Tenggara menghubungkan Jakarta (Stasiun Halim) dan Bandung (Stasiun Padalarang/Tegalluar) dengan kecepatan hingga 350 km/jam (Foto: PT KCIC)
SHARE

Tujuh bulan penyelidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan mark up anggaran proyek kereta cepat Whoosh mandek. Nihil progres pengusutan kasus tersebut hingga kini.

Selama itu juga, tidak ada perkembangan yang siginifikan di meja penyidik antirasuah. Meski penyidik mengklaim kasus itu masih tetep diselidiki. 

“Terkait dengan kereta cepat Whoosh, saat ini prosesnya masih tahap penyelidikan,”

kata Jubir KPK Budi Prasetyo di kantor KPK, Selasa 5, Mei 2026.

Proses penyelidikan masih tertutup, sehingga belum banyak informasi yang bisa disampaikan kepada publik.

“Jadi kami belum bisa menyampaikan secara terbuka, secara lengkap terkait dengan penyelidikan perkara ini. Namun, yang pasti bahwa penyelidikan kereta cepat ini masih terus berprogres,”

tegas Budi.

OTT jadi Dalih

Di balik proses penyelidikan yang mengendap, “banyak tugas” dianggap urgensi sehingga kasus itu belum dilanjutkan. Budi bilang beberapa kegiatan seperti operasi tangkap tangan (OTT) yang gencar dilakukan belakangan ini.

Dalam OTT, penyidik dipaksa mengejar tenggat waktu mulai dari menetapkan hingga menahan tersangka. Belum lagi jika penyidik menemukan fakta baru, maka mereka harus mengembangkan temuan untuk menuntaskan rangkaian penyelidikan.

“Kami juga harus sesuaikan waktu. Karena kalau kami lakukan tangkap tangan maka kami segera menggeledah, memeriksa kepada para pihak, termasuk saksi-saksi (dan) pihak yang ditetapkan sebagai tersangka, sehingga berkas penyidikannya juga bisa lebih cepat dilengkapi,”

tutur Budi.

Ketika disinggung perihal upaya KPK menggeledah dalam kasus dugaan korupsi Whoosh dengan menggunakan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) umum, Budi tidak menjelaskan secara jelas.

“Terkait dengan itu nanti kami lihat perkembangannya. Karena memang penyelidikan ini juga masih terus berprogres. Beberapa hal dilakukan oleh kawan-kawan penyelidik,”

ucap dia.

KPK mulai mengusut perkara Whoosh pada Oktober 2025. Kasus itu mencuat setelah mantan Menko Polhukam Mahfud MD menyebut ada dugaan mark up senilai 52 juta dolar AS. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibanding biaya proyek serupa di China yang menelan 17 hingga 18 juta dolar AS per kilometer.

Meski digadang-gadang sebagai proyek strategis nasional yang membanggakan, berbagai pihak menyoroti pembengkakan biaya, keterlambatan pembangunan, hingga dugaan ketidakefisienan pengelolaan anggaran. Proyek yang awalnya ditaksir menghabiskan sekitar US$6 miliar, kini dikabarkan menembus lebih dari US$8 miliar.

Tag:KCICkeretaKereta CepatKPKMahfud MDMark UpOTTWhoosh
Share This Article
Email Salin Tautan Print
rahmat-baihaqi-jurnalis-owrite
ByRahmat
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput isu nasional dengan berfokus pada bidang politik hukum dan kriminal.
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Bukayo Saka menjadi pahlawan Arsenal usai mencetak satu-satunya gol ke gawang Atletico Madrid
Olahraga

Penantian 20 Tahun, Arsenal Akhirnya Kembali ke Final Liga Champions

Arsenal memastikan langkah ke final Liga Champions UEFA 2025/2026 setelah menunggu selama 20 tahun. Hal ini dipastikan saat The Gunners mengalahkan Atletico Madrid dengan skor 1-0 pada leg kedua semifinal. …

By
Hadi Febriansyah
Syifa Fauziah
2 Min Read
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta tak bisa sembunyikan kebanggannya usai membawa tim ke final UCL
Olahraga

Arsenal Lolos ke Final UCL, Arteta Tak Bisa Sembunyikan Kebanggaan

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, mengungkapkan rasa bangganya setelah timnya berhasil melangkah ke final Liga Champions UEFA 2025/2026. Ini menjadi final pertama Arsenal setelah absen selama 20 tahun. Keberhasilan ini diraih…

By
Hadi Febriansyah
Syifa Fauziah
3 Min Read
Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Kwitang, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Darryl Ramadhan/kye)
Ekonomi Bisnis

Gubernur BI Blak-blakan Ungkap Penyebab Rupiah Ambruk Rp17.400 per Dolar AS

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo buka-bukaan, alasan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Amblasnya rupiah hingga menyentuh level Rp17.400 per dolar AS, disebabkan faktor global dan musiman.  Perry…

By
Anisa Aulia
Dusep
3 Min Read

BERITA LAINNYA

Hakim Ketua Kolonel Chk Fredy Ferdian Isnartanto (kedua kiri) memimpin sidang perdana kasus penyiraman air keras kepada aktivis KontraS Andrie Yunus dengan terdakwa Lettu Sami Lakka, Kapten Nandala Dwi Prasetya, Lettu Budhi Hariyanto Cahyono dan Serda Edi Sudarko di Pengadilan Militer II-08, Jakarta, Rabu (29/4/2026). Sidang tersebut beragendakan pembacaan dakwaan oleh Oditur Militer terkait kasus penyiraman air keras kepada aktivis KontraS, Andrie Yunus pada 12 Maret 2026.
Hukum

TAUD Ungkap Sederet Kejanggalan Sidang Air Keras: Nihil Barang Bukti hingga Kelucuan Hakim

Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) menyoroti kejanggalan terhadap 4 terdakwa kasus penyiraman…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat
Adi Briantika
2 hari lalu
Warga membawa poster aspirasi saat Peringatan 30 Hari Pasca Serangan Air Keras terhadap aktivis Andrie Yunus di Jalan Salemba I, Senen, Jakarta, Minggu (12/4/2026). Dalam aksi solidaritas tersebut, Koalisi Masyarakat Sipil menuntut para pelaku diadili melalui peradilan umum serta pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) agar penegakan hukum berlaku adil dan transparan.
Hukum

Hakim Militer Paksa Andrie Yunus Datang Sidang, TAUD: Logika Hukum Keliru Sejak Awal

Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) menanggapi pernyataan Hakim Pengadilan Militer yang memaksa…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat
Adi Briantika
2 hari lalu
Komandan Kopaska Koarmada RI Laksamana Pertama TNI Sadarianto (tengah) berfoto bersama saat upacara Pembukaan Latihan Pasukan Khusus Kopaska TNI AL TA 2026 di Puskopaska, Surabaya, Jawa Timur, Senin (20/4/2026). Latihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan operasi khusus dalam penanganan pembajakan pesawat dan bahan peledak, khususnya di Pangkalan Udara TNI AL.
Hukum

Awas Aturan Sungsang: Cissrec Sentil RPP TNI Jangan Salip UU KKS

Chairman Cissrec Pratama Persadha berpendapat pengesahan Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber (KKS)…

owrite-adi-briantika
By
Adi Briantika
2 hari lalu
Hakim Ketua Kolonel Chk Fredy Ferdian Isnartanto memimpin sidang perdana kasus penyiraman air keras kepada aktivis KontraS Andrie Yunus dengan terdakwa Lettu Sami Lakka, Kapten Nandala Dwi Prasetya, Lettu Budhi Hariyanto Cahyono, dan Serda Edi Sudarko di Pengadilan Militer II-08, Jakarta, Rabu (29/4/2026). Sidang tersebut beragendakan pembacaan dakwaan oleh Oditur Militer terkait kasus penyiraman air keras kepada aktivis KontraS, Andrie Yunus pada 12 Maret 2026.
Hukum

Logika Terbalik Sidang Militer: Sudah Disiram Air Keras, Andrie Yunus Malah Diancam Pidana oleh Hakim

Sidang perdana penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus digelar…

owrite-adi-briantika
By
Adi Briantika
3 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up