Aktivis muda, Virdian Aurellio mengatakan, sejumlah masalah yang saat ini membebani masyarakat lebih banyak bersumber dari kebijakan, dan perilaku elite dalam negeri dibanding faktor eksternal.
Pernyataan itu disampaikan Virdian menanggapi tudingan yang kerap muncul dari Presiden Prabowo Subianto, bahwa pengkritik pemerintah atau kondisi ekonomi yang memburuk merupakan bagian dari agenda kelompok asing yang ingin melemahkan Indonesia.
Dikatakannya, publik perlu melihat secara jernih sumber persoalan yang sedang dihadapi bangsa, mulai dari kenaikan harga BBM, kasus korupsi, hingga lonjakan kekayaan sejumlah pejabat negara.
Buat mereka yang bilang bahwa krisis ekonomi hari ini disebabkan oleh antek-antek asing, seingat gue yang menaikkan harga Pertamax itu kayaknya Bahlil, bukan Soros,”
kata Virdian dalam video pendek di akun X pribadinya yang dikutip, Kamis, 11 Juni 2026.
Menurutnya, kenaikan harga BBM yang berdampak langsung terhadap biaya hidup masyarakat tidak bisa dikaitkan dengan konspirasi asing. Sebaliknya, kebijakan tersebut merupakan keputusan yang lahir dari pemerintah sendiri.
Yang bikin Dadan, Sony, dan yang lain korupsi gila-gilaan, itu keinginan mereka sendiri, bukan Soros,”
ucapnya.
Tak hanya itu, Virdian juga turut menyoroti peningkatan kekayaan sejumlah pejabat yang kerap menjadi perbincangan publik di tengah kondisi ekonomi yang dinilai masih berat bagi sebagian masyarakat.
Yang bikin harta kekayaan pejabat naik signifikan, itu kayaknya karena mereka mencari-cari uang, bukan karena Soros,”
sindirnya.
Lanjut Virdian, faktor global memang dapat memengaruhi kondisi ekonomi suatu negara. Namun, menjadikan pihak asing sebagai kambing hitam atas seluruh persoalan nasional, justru berpotensi mengaburkan akar masalah yang sebenarnya.
Jadi di mana letak krisis ekonomi dan politik hari ini? Apakah karena asing? Mungkin ada faktor asing, tetapi bukan itu masalah utamanya,”
tutup Virdian.


